Kisah Sukses Richard Branson, Pemilik Virgin Group

Kamu tidak belajar berjalan dengan mengikuti aturan. Kamu belajar berjalan dengan cara berlatih dan jatuh bangkit terus menerus. Mindset ini juga harus kamu terapkan dalam berbisnis.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Richard Branson, pendiri sekaligus CEO dari Virgin Group. Buat yang tidak kenal Richard, dia mungkin dikenal sebagai pemilik pesawat Virgin Atlantic. Namun ternyata kerajaan bisnisnya bukan hanya itu, di bawah Virgin Group terdapat lebih dari 40 perusahaan yang tersebar di 35 negara dan mempekerjakan hampir 70,000 orang. 

Richard Branson lahir pada tahun 1950 di London, Inggris. Sejak kecil, dia punya intuisi bisnis yang kuat dan jeli melihat peluang. Seperti beberapa miliarder lainnya, dia dropout saat duduk di bangku sekolah. Pada usianya delapan tahun, dia masih tidak bisa membaca dan kesulitan memahami huruf dan angka yang ada di papan tulis. Pada saat itu tidak ada yang tahu dan peduli kalau ternyata Richard memiliki disleksia. Guru dan teman sekelasnya hanya berpikir kalau Richard adalah anak yang malas. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk dropout dari sekolah ketika usianya 16 tahun untuk memulai bisnis majalah dengan merek “Student”. Ini adalah pengalaman pertama Richard dengan dunia bisnis. Majalah yang diterbitkan oleh Richard merupakan alternatif dari majalah sekolah pada masa itu. Awalnya, dia frustasi dengan keadaan yang ada dan tidak ada majalah yang berani menyuarakan kondisi sosial anak muda pada masa itu, misalnya soal bullying dan sebagainya. Ternyata strategi ini berhasil. Edisi perdana Student keluar pada tahun 1966 dan mendapatkan omset dari iklan sebanyak 8,000 dolar dan disebarkan sebanyak 50,000 copy. Dari situ, majalahnya cukup populer, bahkan beberapa figur penting juga bersedia diwawancara di majalah Student seperti Mick Jagger, John Lennon, dan Peter Blake yang merupakan salah satu desainer cover album The Beatles. 

Sumber foto: virgin.fr

Setelah setahun meluncurkan majalah tersebut, Richard kemudian membuka bisnis baru yaitu Virgin Records, sebuah perusahaan label dan studio musik pada tahun 1972. Menariknya, tidak lama kemudian, beberapa pemain besar seperti Sex Pistols dan Rolling Stones kontrak di label tersebut. Dari situ, kerajaan bisnis Richard mulai bertambah. Pada tahun 1979, Richard membeli Pulau Necker di British Virgin Island. Empat tahun kemudian, Richard sudah memiliki 50 perusahaan dengan total penjualan mencapai 17 juta dolar, termasuk Virgin Books dan Virgin Radio. Kemudian, pada tahun 1984, Richard mulai melirik industri penerbangan. Ketertarikan Richard pertama kali pada industri penerbangan saat perjalanannya ke Puerto Rico bersama istrinya. Pada waktu itu, penerbangannya dibatalkan dan dia merupakan salah satu ratusan penumpang yang terdampar di sebuah bandara di pulau kecil. Richard lalu mencari pesawat carteran dan membagi harga sewanya sesuai jumlah kursi di pesawat tersebut. Akhirnya mereka bisa ke Puerto Rico dengan tambahan $39. Beberapa bulan kemudian, rekan kerjanya mendekati Richard dan menawarkan ide untuk mendirikan perusahaan maskapai penerbangan. Walaupun resikonya tinggi, dia tetap menjalankannya. Richard punya prinsip, dia punya ketertarikan untuk membuat sebuah tantangan hidup yang besar dan sulit dicapai. Bagi Richard, ini adalah cara ini menjalani hidup seutuhnya karena dia berani mencoba hal tersebut. Ternyata, ini merupakan keputusan yang tepat. Virgin Atlantic langsung menjadi primadona para konsumennya karena menawarkan layanan yang unik seperti es krim gratis dan in flight massages. 

Namun, pada tahun 1992, perusahaan penerbangannya Virgin Atlantic mengalami krisis keuangan. Pada masa itu, industri penerbangan mengalami kesulitan karena sebelumnya ada serangan teroris sehingga masyarakat menjadi takut untuk terbang. Selain itu, kompetitor terbesarnya yaitu British Airways melakukan praktik bisnis yang curang. Kejadian ini memaksa Richard harus mengambil keputusan yang drastis. Dia menjual Virgin Records seharga 1 milyar dolar untuk mempertahankan bisnis Virgin Atlantics. Ini bukan merupakan hal yang mudah bagi Richard. Bahkan ada beberapa laporan yang menyatakan kalau Richard sampai menangis setelah menandatangani kontrak tersebut. 

Sumber foto: virgin.com

Seperti pengusaha lainnya, perjalanan bisnis Richard tidak selalu mulus. Richard juga mengalami beberapa bisnis yang gagal seperti Virgin Cola, Virgin Cosmetics, Virgin Brides, dan sebagainya. Virgin Cola saat itu menjadi salah satu minuman yang paling banyak diberitakan. Maklum saja, bentuk botolnya sangat unik karena menggunakan bentuk badan model Pamela Anderson. Virgin Cola bahkan berhasil mencapai 0.5% dari total pasar soft drink di Amerika Serikat. Namun, kesuksesannya tidak bertahan lama. Pada tahun 2012, produksinya dihentikan karena pemain besar di industri soft drink melakukan kampanye balasan. Kegagalan ini membuat Richard belajar kalau tidak semua perusahaan besar seperti macan tidur. Mereka bisa sangat agresif ketika ada pemain baru masuk ke dalam pasar mereka. Bukan hanya Virgin Cola, Richard juga mengalami 13 bisnis lain yang gagal mulai dari, kosmetik, celana dalam, hingga mobil. 

Walaupun begitu, kegagalan bisnis tidak membuat Richard menyerah. Keberanian Richard dalam mengambil peluang tidak pernah padam. Pada tahun 2004, Richard mendirikan Virgin Galactic yang merupakan perusahaan komersial luar angkasa pertama di dunia. Bahkan, dia punya target ambisius untuk menjalankan 400 penerbangan dalam setahun. Walaupun begitu, saat ini masih dalam tahap percobaan dan Virgin Galactic masih harus melakukan beberapa tes penerbangan lagi sebelum akhirnya mampu membuka penerbangan luar angkasa komersial pertamanya. Langkah berani Richard yang lain yaitu berinvestasi pada perusahaan Hyperloop One yang kemudian berubah nama menjadi Virgin Hyperloop pada tahun 2014. Jadi, ini adalah perusahaan transportasi dengan teknologi berkecepatan tinggi bernama hyperloop. Pada tahun ini, Virgin Hyperloop berhasil melakukan tes perjalanan dengan manusia yang pertama di dunia. 

Sumber foto: cnn.com

Kesuksesan Richard dalam berbisnis ternyata berasal dari beberapa hal yang menarik. Pertama, jeli melihat peluang. Richard boleh dibilang orang yang oportunis dan berani mengambil peluang. Mungkin kutipan dari Charles Darwin cocok untuk Richard, kalau bukan spesies terkuat yang bertahan, bukan juga yang paling pandai, tapi spesies yang pandai menyesuaikan diri. Ini cocok sekali dengan pribadi Richard, bayangkan perusahaan yang dia miliki hingga lebih dari 40 perusahaan dari sektor penerbangan hingga telekomunikasi. Kedua, inovatif. Ketika menjalankan sebuah usaha, Richard selalu berpikir bagaimana memberikan nilai tambah atau sesuatu yang berbeda bagi konsumen. Contohnya seperti ini, Richard telah mengubah citra penerbangan di Eropa dengan Virgin Atlantic. Richard percaya kalau bepergian dengan pesawat harus menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. Itulah sebabnya beberapa fasilitas unik dari Virgin Atlantic seperti es krim gratis atau layanan in-flight massage. Selain itu, untuk menumbuh jiwa inovatif yang tinggi di antara karyawannya, Richard selalu menekankan kalau bekerja di Virgin Group seperti bagian dari sebuah keluarga besar. Cara inilah yang membuat karyawannya memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap perusahaan. Ketiga, jangan menyerah. Sepanjang hidupnya, Richard berulang kali diragukan oleh keluarga, teman terdekat, rekan bisnisnya, dan sebagainya. Mereka tidak percaya ide Richard mampu berhasil. Keraguan ini malah membuat Richard bekerja lebih keras daripada orang lain. Dia selalu percaya setiap orang selalu punya kesempatan kedua. Oleh karena itu, jika kamu menyerah, maka kamu tidak akan pernah tahu akhirnya akan seperti apa. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.