Sukses Berkarir dengan Membantu Orang Lain

Ketika kamu memberi, maka kamu akan menerima. Mungkin tidak mendapat manfaat secara langsung, tapi dalam jangka panjang, mindset ini akan meraih sukses dalam hidup.

Kali ini saya akan membahas buku Give and Take karya Adam Grant. Buku ini membahas soal kenapa membantu orang lain bisa membantu kamu dalam meraih sukses. Selama puluhan tahun, kita selalu fokus pada kemampuan pribadi dalam meraih sukses, misalnya dalam hal passion, kerja keras, bakat, dan keberuntungan. Tapi, di era di mana perkembangan semakin cepat, Adam punya argumen yang berbeda kalau kesuksesan bukan ditentukan oleh satu orang saja, tapi dipengaruhi dari kemampuan sebuah kelompok atau tim. Hal inilah mengapa interaksi kita dengan orang lain menjadi sangat penting. Konsep Give and Take merupakan kekuatan yang bisa membantu seseorang sukses berkarir atau malah karirnya mandek. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Takers, Givers, dan Matchers
Sumber foto: theglobeandmail.com

Takers, Givers, dan Matchers

Adam menjelaskan ada tiga tipe interaksi orang lain, takers, givers, dan matchers. Takers adalah tipe orang yang melihat dunia sebagai tempat yang penuh kompetisi dan pilihannya cuma dua, kamu dimakan atau kamu yang makan duluan. Takers baru puas kalau mereka bisa menciptakan kondisi win-lose situation. Mereka juga selalu berpikir, apa untungnya bagi saya? Apakah dengan membantu kamu akan bermanfaat bagi saya? Sederhananya, takers adalah tipe orang yang perhitungan, hati-hati, dan berusaha melindungi dirinya sendiri. Mereka harus mendapatkan manfaat yang lebih besar dari orang lain. Tipe kedua adalah givers. Orang dengan tipe ini melihat dunia sebagai lingkungan yang bersahabat. Mereka berpikir kalau untuk sukses, mereka harus membantu orang lain. Fokus utama dari givers adalah menciptakan situasi win-win solution. Keunggulan dari givers adalah membantu orang lain dengan tulus, tanpa berharap kembali. Tipe ketiga adalah matchers. Bagi orang dengan tipe ini adalah keadilan. Ketika mereka membantu orang lain, mereka juga berharap orang lain berlaku yang sama. Kebanyakan orang merupakan tipe ketiga. Mereka akan membantu kamu, ketika kamu sudah membantu mereka dulu. Tapi ketika kamu meminta bantuan mereka, tapi kemudian kamu tidak membalasnya, maka hal ini akan membuat jengkel seorang matchers. Contoh dari tiga tipe orang ini adalah ketika kamu sedang pindahan rumah minggu depan dan butuh bantuan. Seorang giver akan cek jadwal dia dan apabila jadwalnya kosong, maka dengan senang hati dia akan membantu kamu. Seorang matcher akan membantu kamu apabila kamu pernah membantu dia sebelumnya atau dia yakin kalau kamu akan melakukan hal yang sama bagi dirinya. Sedangkan seorang takers, dia baru akan membantu kamu jika dia berpikir kalau dia bisa mendapat imbalan yang lebih besar atas perbuatannya. Kalau tidak, seorang takers pasti akan berusaha cari alasan dan menolak.

Tiga tipe orang ini pasti akan kita temui ketika berinteraksi dengan orang lain, baik di tempat kerja, pertemanan, dan sebagainya. Menariknya, gaya interaksi kita bisa berubah-rubah, tergantung dari situasi dan dengan siapa kita bicara. Mungkin kita bisa punya satu gaya interaksi yang paling sering kita lakukan, tapi situasi dan kondisi akan membuat kita memberikan perlakuan yang berbeda. Dari tiga tipe interaksi tersebut, tipe mana yang bisa membantu kamu untuk sukses? Ternyata, givers adalah yang paling unggul. Orang yang murah hati dan suka menolong adalah tipe orang yang memiliki nilai lebih baik, performa kerja yang lebih unggul, menghasilkan uang lebih banyak, dan sebagainya. 

Menjadi givers dalam hidup
Sumber foto: blog.edgepri.com

Menjadi givers dalam hidup

Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa seorang givers lebih unggul daripada takers atau matchers? Alasan terbesarnya karena reputasi. Contohnya begini, ketika kamu berinteraksi dengan seorang givers, kamu akan merasa kalau orang ini adalah orang yang tulus, givers membantu kamu tanpa mengharapkan apapun dari dirimu. Reputasi seorang giver akan membuka pintu bagi dirinya untuk hubungan pertemanan atau bisnis yang baru. Tentu saja, kita ingin berteman atau berbisnis dengan orang yang tulus kan? Sebaliknya, seorang taker hanya mampu memiliki lingkaran hubungan yang terbatas karena mereka terkenal sebagai orang yang egois dan hanya mau menang sendiri. Nah, menariknya, mayoritas orang di dunia bukan merupakan givers atau takers, tapi matchers. Mayoritas orang memiliki gaya interaksi ketika saya memberi, maka saya akan menerima. Dengan gaya interaksi ini, givers akan mampu memiliki hubungan yang jauh lebih baik dengan mayoritas orang. Ketika seorang givers membantu seorang matchers, maka matchers akan memberikan balasan yang setara walaupun givers tidak pernah memintanya. Hal ini disebabkan karena matchers sangat menghargai keadilan. Nah, coba bayangkan kalau seorang takers berinteraksi dengan matchers. Pasti takers akan berusaha mengambil keuntungan dari hubungan tersebut. Apabila matchers merasa dikelabui oleh takers, maka matchers akan membalas hal yang setimpal. Efek dalam jangka panjang adalah givers akan menikmati reputasi yang baik dan lingkaran hubungan yang semakin luas, sedangkan takers akan memiliki reputasi buruk dan diwaspadai oleh lingkarannnya.

Di era modern dengan perkembangan teknologi, kita bisa dengan cepat memperoleh reputasi, entah itu baik atau buruk. Reputasi ini sangat berguna ketika kamu ingin membangun kepercayaan dan itikad baik. Apalagi di era sekarang, kamu pasti pernah dengar istilah your net worth is your network. Jaringan pertemanan atau bisnis kamu akan membantu kamu dalam karir atau bisnis. Ketika kamu punya reputasi sebagai givers, maka kamu akan dengan mudahnya memiliki teman atau rekan bisnis. Mana ada sih yang tidak mau berteman atau berbisnis dengan orang yang baik, suka menolong, dan tulus? Sebaliknya, kalau kamu sudah punya reputasi sebagai takers, maka orang akan waspada ketika berhubungan dengan kamu. Dalam hati mereka, pasti mereka akan takut kalau kamu mungkin akan menipu mereka. inilah alasannya mengapa menjadi givers menjadi hal yang sangat krusial.

Menjadi Givers merupakan kunci sukses
Sumber foto: bestlifeonline.com

Menjadi Givers merupakan kunci sukses

Di masa sekarang, mayoritas pekerjaan kita bukan pekerjaan individual tapi berkelompok. Kita harus bisa bekerja dengan orang asing. Itulah sebabnya membangun kepercayaan menjadi dasar yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Kepercayaan baru bisa dibangun apabila kamu sudah memiliki reputasi awal yang baik. Bahkan bila kamu tidak bekerja dalam sebuah tim, kamu mungkin bekerja di industri jasa atau melayani orang lain. Pada jaman kakek nenek kita, mereka mungkin tidak perlu banyak berinteraksi dengan orang lain. Tapi di era sekarang, di mana setiap orang terhubung satu sama lain apalagi industri jasa juga semakin berkembang, maka menjadi seorang givers merupakan satu hal yang krusial. Coba bayangkan seperti ini, misalnya kita butuh jasa orang lain, entah itu servis AC, bangun rumah, dan sebagainya. Apakah kamu mau bekerja sama dengan orang yang memiliki reputasi buruk dan suka menipu atau sebaliknya? Tentu saja dengan orang yang punya reputasi baik dan memiliki hasil yang bagus. 

Ada hal lain yang menarik. Givers adalah orang yang melihat kalau sebuah hubungan adalah investasi dan tentu saja butuh waktu untuk kamu menerima manfaatnya. Sedangkan takers dan matchers adalah orang yang punya pandangan pendek. Mereka berpikir kalau tidak ada manfaat dari hubungan tersebut secara langsung, maka hubungan itu tidak bermanfaat bagi dirinya. Padahal, membangun hubungan itu ibarat menanam sebuah pohon. Kamu perlu waktu agar hubungan itu bisa tumbuh dan menghasilkan manfaat bagi dirimu.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.