Kisah Hidup Pendiri Lamborghini, Ferruccio Lamborghini

Jangan berkecil hati ketika diejek atau diremehkan. Gunakan hinaan tersebut sebagai dorongan motivasi untuk menghasilkan karya yang luar biasa.

Kali ini saya akan membahas kisah inspiratif dari Ferruccio Lamborghini, pendiri dari perusahaan mobil mewah Lamborghini.

Ferruccio Lamborghini lahir pada tahun 1916 di Italia. Dia lahir dari sebuah keluarga petani anggur. Walaupun begitu, Ferruccio tidak pernah tertarik untuk menjadi petani, dia lebih tertarik untuk menjadi mekanik. Pekerjaan pertama Ferruccio yaitu memperbaiki traktor ayahnya dan akhirnya dia menekuninya dengan bersekolah di sekolah teknik di Bologna di kemudian hari. Pada waktu perang dunia kedua, Ferruccio harus mengabdi pada pemerintah Italia dan ditempatkan untuk bekerja di bagian transportasi Angkatan Udara. Kemudian tahun 1944, karena Italia kalah perang, Ferruccio sempat menjadi tahanan perang dan bekerja di bagian departemen otomotif angkatan militer Inggris. Di sana, dia belajar bagaimana menjaga mesin kendaraan tetap bagus walaupun dengan suku cadang yang terbatas. Setelah perang selesai, Ferruccio kembali ke kota halamannya dan melihat kalau di sana ada banyak mesin bekas perang yang tidak terpakai. Dari situ, Ferruccio punya ide cemerlang. Dia lalu mengubah bagian mesin militer lama menjadi traktor. Tanpa disangka, bisnisnya berkembang sangat cepat dan merambah ke sektor bisnis yang lain yaitu, penghangat dan pendingin ruangan. Tidak butuh lama, dia akhirnya menjelma menjadi bos traktor. Bahkan pada masa itu, perusahaan Ferruccio merupakan salah satu bisnis traktor terbesar di Italia. 

Ketika Ferruccio menjadi pengusaha yang kaya raya, dia membeli dua mobil Ferrari, satu Ferrari berwarna putih untuk dirinya dan satu Ferrari berwarna hitam untuk istrinya. Setiap kali ada tamu penting yang datang ke perusahaan traktornya untuk menandatangani kontrak, Ferruccio akan membawa tamu tersebut ke restoran favoritnya menggunakan mobil Ferrari. Walaupun begitu, ternyata Ferruccio bukan pengendara mobil yang ulung, kopling mobilnya berulang kali terbakar. Bukan hanya itu, dia juga merasa kalau mesin Ferrari terlalu berisik dan kasar ketika dibawa ngebut. Hal ini kemudian memaksa Ferruccio untuk men-servis mobilnya di pabrik Ferrari terdekat. Setelah tiga hingga empat kali kopling-nya terbakar, Ferruccio mulai kesal. Dia memutuskan untuk menggantinya sendiri yang dilakukan oleh kepala mekanik di perusahaan traktornya. Setelah dipreteli bagian mesin dan transmisi Ferrari, kepala mekaniknya menemukan fakta yang menarik, kopling yang digunakan oleh Ferrari sama persis dengan traktor kecilnya. Mendengar hal tersebut, Ferruccio sangat marah. Pada masa itu, dia hanya membayar 10 lire untuk bagian traktornya, sedangkan untuk mobil Ferrari dia harus membayar 1,000 lire untuk bagian yang sama. Jadi, suatu hari pada tahun 1960-an, ketika Ferruccio bertemu dengan Enzo Ferrari yang merupakan pendiri dari Ferrari, dia mulai menyampaikan uneg-uneg-nya. Ferruccio bilang ke Enzo kalau mobil Ferrari yang keren ternyata menggunakan bagian mesin yang sama dengan traktornya. Mendengar hal tersebut, Enzo marah dan merasa masukan dari pemilik traktor tidak bisa diterima. Wajar saja, saat itu Ferrari merupakan salah satu mobil sports car yang paling terkenal. Dia kemudian bilang, kamu adalah pengemudi traktor, kamu adalah petani. Kamu tidak usah komplain soal Ferrari karena itu adalah mobil terbaik di dunia. Ferruccio pun menjadi tambah marah, dia balas ke Enzo bilang, kalau dia memang petani, tapi dia akan menunjukkan bagaimana membuat sports car yang sebenarnya. Itulah momen yang membuat Ferruccio memutuskan untuk masuk ke bisnis sports car. Dari yang awalnya hobi, kemudian dia memutuskan untuk serius mengembangkan sports car. 

Sumber foto: entrepreneur.com

Ferruccio kemudian menggunakan kalimat pahit dari Enzo sebagai motivasi untuk membuatnya mulai bekerja menciptakan mobil mewah dengan mereknya sendiri. Banyak orang merasa Ferruccio tidak masuk akal kalau ingin menyaingi Ferrari. Maklum saja, saat itu, Ferrari sudah eksis selama bertahun-tahun sedangkan Ferruccio tidak punya pengalaman apa-apa dalam membuat sports car. Tidak jarang juga, orang menyebut dirinya gila dan merasa mimpinya mustahil dan terlalu berisiko. Namun, semua pandangan orang lain dipatahkan oleh Ferruccio. Dari situ, Ferruccio mulai membangun pabrik dan menentukan tanggal awal produksinya. Dia juga merekrut beberapa mantan karyawan dari Ferrari yang merupakan insinyur dari beberapa mesin terbaru dari Ferrari. Mereka memiliki tugas khusus yaitu menciptakan mobil mewah dengan kecepatan tinggi yang mampu mencapai 241 km/jam. Dalam waktu 4 bulan, dia berhasil memamerkan mobil pertama Lamborghini dengan tipe Lamborghini 350 GTV di Turin Motor Show pada bulan Oktober 1963. Kemudian, di akhir tahun berikutnya, Lamborghini berhasil menjual 13 mobil pertamanya. 

Sebagai informasi, logo yang digunakan oleh Lamborghini merupakan banteng sebagai referensi dari zodiak Ferruccio yaitu Taurus. Beberapa model mobil Lamborghini juga mengambil referensi yang dekat dengan banteng atau pertarungan banteng. Salah satu contohnya adalah Miura yang merupakan mobil ikonik dan sampai sekarang masih diburu oleh para kolektor. Maklum saja, mobil tipe ini tergolong langka dan usianya yang sangat tua sehingga sudah tidak banyak lagi tersedia di dunia. Nama ini juga berasal dari salah satu banteng petarung yang terkenal. Dari situ, kepopuleran Lamborghini juga terus berlanjut. Hingga saat ini, Lamborghini dan dan Ferrari masih merupakan simbol dari kekayaan, kemewahan, dan kecepatan.

Sumber foto: wealthygorilla.com

Ada beberapa pelajaran menarik dari kisah Lamborghini. Pertama, jadikan hinaan sebagai motivasi. Ketika kita diremehkan dan dihina oleh orang lain, tentu saja hal ini membuat kita marah dan jengkel. Tapi, ada cara yang menarik untuk membalas hinaan tersebut, banyak orang menyebutnya the sweet revenge. Caranya adalah mengarahkan kemarahan tersebut sebagai motivasi untuk sukses. Ferruccio menggunakan hinaan Enzo Ferrari yang bilang kalau dia tidak tahu apa-apa soal sports car karena Ferruccio hanya seorang pengusaha traktor. Hal ini membuat dia bersemangat dan membuktikan kalau dia mampu menciptakan sports car mewah yang mampu menyaingi Ferrari dan sejarah telah membuktikan. Kedua, jeli melihat peluang. Setelah perang dunia kedua, tentu saja ekonomi pada masa itu sangat sulit. Apalagi, Ferruccio baru kembali ke kota kelahirannya setelah menjadi tawanan perang. Dia lalu melihat adanya kebutuhan besar dari para petani untuk memperbaiki traktor mereka. Melihat hal tersebut, Ferruccio punya ide cerdas menggunakan bagian dari mesin militer menjadi traktor. Kejelian dia dalam melihat peluang membuat Ferruccio berhasil menjadi salah satu pengusaha traktor terkaya pada masa itu. Ketiga, setiap kesulitan ada sisi baiknya. Masih ingat ketika perang dunia kedua? Saat itu, Italia merupakan negara yang kalah perang. Dampaknya, Ferruccio sempat menjadi tahanan perang bagi angkatan militer Inggris. Tentu saja, keadaan dia saat itu tidak mudah. Namun, sebagai tahanan perang, Ferruccio diberikan tugas di departemen otomotif dan belajar bagaimana membuat kendaraan militer pada masa itu tetap berfungsi dengan baik walaupun dengan suku cadang yang terbatas. Hal inilah mengasah Ferruccio menjadi kreatif dan menambah ilmu seputar perbaikan kendaraan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.