Tips Fokus untuk Kerja Efektif

Kebanyakan orang sibuk melakukan shallow work, tapi tidak meluangkan waktu untuk mengerjakan deep work. Kemampuan deep work adalah keahlian yang unik dan mampu membantu kamu memecahkan masalah yang kompleks.

Kali ini saya akan membahas buku Deep Work karya Cal Newport. Buku ini membahas soal kemampuan seseorang untuk fokus dalam menyelesaikan hal yang kompleks. Kemampuan ini ternyata sangat langka di jaman yang terlalu banyak interupsi. Cal menyebut kemampuan ini sebagai Deep Work. Ketika bicara soal era digital, banyak orang terlalu fokus pada sisi buruknya karena terlalu banyak gangguan, Cal mengambil pendekatan yang berbeda. Dia fokus bagaimana kita bisa meningkatkan kemampuan fokus yang mendalam. Di bukunya, Cal menjelaskan kalau Deep Work ini bukan hanya bagi orang tertentu, tapi bisa dilakukan oleh semua orang. Kamu juga bisa menggunakan kemampuan ini untuk menyelesaikan masalah yang rumit dan memberikan hasil yang luar biasa.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Shallow Work vs Deep Work
Sumber foto: freevector.com

Shallow Work vs Deep Work

Kebanyakan orang lupa caranya untuk fokus secara mendalam saat mengerjakan suatu hal. Awalnya, kamu harus bisa membedakan dulu mana shallow work dan deep work. Sederhananya seperti ini, shallow work adalah pekerjaan yang tidak butuh pemikiran yang dalam, sifatnya administratif, dan bisa dikerjakan sambil melakukan hal lain. Sedangkan, deep work adalah pekerjaan yang butuh pemikiran yang mendalam dan butuh konsentrasi penuh. Perbedaan antara shallow work dan deep work bisa juga dilakukan dengan beberapa pertanyaan. Apakah pekerjaan ini membutuhkan perhatian penuh? Apakah pekerjaan ini membutuhkan keahlian khusus atau pengetahuan khusus? Apakah pekerjaan ini memberikan dampak yang besar? Apakah pekerjaan ini sulit untuk direka ulang? Jika kebanyakan pertanyaan ini adalah iya, artinya pekerjaan itu masuk ke dalam kategori deep work. Contoh perbedaan shallow work dan deep work mungkin seperti ini. Shallow work adalah membalas email, sedangkan deep work adalah membuat sebuah rencana proyek. Shallow work adalah membaca email atau menelpon supplier, sedangkan deep work adalah melakukan riset produk baru atau membuat presentasi bisnis. Cal berpendapat, jika kita banyak menghabiskan waktu pada shallow work, kita akan tidak punya waktu untuk melakukan deep work. Kemampuan untuk bisa bekerja dalam keadaan deep work ternyata tidak dimiliki oleh semua orang, jangankan begitu, banyak orang juga tidak bisa membedakan mana shallow work dan deep work. Dampaknya, sangat sedikit yang bisa bekerja dalam keadaan deep work dan orang tipe ini mampu memberikan kualitas kerja yang jauh lebih baik daripada rekan kerjanya yang lain.

Bagi kamu yang ingin melakukan deep work ada empat aturan yang bisa kamu praktekkan. Pertama, fokus pada hal yang super penting. Ketika kamu memulai untuk melakukan deep work, kamu harus bisa menentukan tujuan penting apa yang harus kamu capai dalam deep work. Tulis tujuan yang paling besar agar kamu tidak mudah terganggu. Kamu juga bisa menggunakan sticky notes untuk menuliskan prioritas utama supaya kamu tidak lupa. Kedua, Kerjakan apa yang bisa kamu ukur. Cal menjelaskan ada dua indikator untuk mengukur produktivitasmu, lag measure dan lead measure. Lag measure adalah hasil dari kegiatan yang dilakukan dan tidak bisa secara langsung dipengaruhi. Sedangkan, lead measure adalah sesuatu yang diukur saat dikerjakan dan bisa langsung kita pengaruhi. Contohnya seperti ini, lag measure adalah berapa banyak view yang bisa saya dapat dari video ini? Sedangkan lead measure adalah berapa lama waktu yang saya habiskan dalam membuat video ini? Kita harus fokus pada lead measure karena ini adalah hal yang bisa kita pengaruhi hasilnya seperti apa. Saya kan tidak bisa memaksakan berapa banyak view dari video ini, tapi saya bisa pengaruhi berapa lama waktu yang saya habiskan untuk membuat video ini. Ketiga, catat kemajuan. Kita harus menuliskan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mengerjakan deep work dalam seminggu. Tujuan dari kegiatan ini agar kamu menjadi semakin semangat untuk mengerjakannya. Keempat, buat dirimu bertanggung jawab. Ini adalah soal akuntabilitas, kamu harus komitmen pada apa yang sudah kamu rencanakan. Misalnya, kamu berkomitmen untuk mengerjakan deep work 3 kali seminggu, maka kamu harus mengerjakannya.

Strategi meningkatkan deep work
Sumber foto: mystudentvoices.com

Strategi meningkatkan deep work

Setiap orang punya caranya sendiri dalam meningkatkan deep work. Cal memberikan empat strategi yang berbeda. Pertama, The Monastic Philosophy. Strategi ini menggunakan pendekatan di mana kamu fokus mengerjakan deep work dalam waktu yang lama dan menghilangkan semua pekerjaan lain. Jadi, kamu bekerja tanpa diganggu seharian dan tidak mengerjakan hal lain. Kedua, The Bimodal Philosophy. Strategi ini membagi waktu yang kamu habiskan untuk deep work dan shallow work. Kamu bisa mengatur beberapa hari penuh untuk melakukan deep work, misalnya minimal satu hari dalam seminggu. Ketiga, The Rhythmic Philosophy. Strategi ini fokus untuk memasukkan deep work ke dalam jadwal harian kamu sehingga kamu bisa konsisten menjalankannya sebagai sebuah kebiasaan. Misalnya, kamu fokus mengerjakan deep work selama 4-6 jam dan sisanya kamu bisa mengerjakan hal lain. Keempat, The Journalistic Philosophy. Strategi ini paling fleksibel. Kamu tidak perlu menuliskan kapan kamu melakukan deep work, tapi ketika kamu punya waktu yang kosong, kamu bisa menghabiskan waktu tersebut untuk melakukan deep work. 

Setiap strategi tentu saja punya kelebihan dan kekurangannya. Sebagai contoh, The Monastic Philosophy tentu saja merupakan strategi yang paling tinggi dedikasinya, tapi sebagai gantinya, kamu harus bisa mendedikasikan waktu yang cukup lama tanpa diganggu. Salah satu contoh terkenalnya yaitu Bill Gates menghabiskan satu minggu di kabin di dalam hutan tanpa diganggu selama dua kali setahun. Dalam satu minggu, Bill akan fokus berpikir soal masa depan Microsoft. Kalau jaman sekarang, kita sering lihat kalau banyak perusahaan mengadakan retreat tiga hari bagi para eksekutif-nya untuk membuat strategi tiga hingga lima tahun ke depan. Sedangkan di spektrum paling fleksibel adalah The Journalistic Philosophy. Walaupun kelihatannya paling mudah dilakukan, tapi tidak disarankan bagi pemula. Kenapa? Karena, kamu perlu membangun kebiasaan dulu dalam melakukan deep work, baru kemudian kamu bisa melakukannya dalam periode yang singkat. 

Latihan Deep Work
Sumber foto: slidebazaar.com

Latihan Deep Work

Ada tips menarik yang diberikan oleh Cal untuk melatih deep work. Tips ini dinamakan productive meditation. Jadi, kamu menggunakan waktu ketika kamu sedang melakukan kegiatan fisik untuk kegiatan deep work. Contohnya seperti ini, ketika kamu sedang lari pagi, menyetir, mandi, atau bahkan mencuci baju. Daripada kita melakukan kegiatan fisik itu sambil denger lagu atau telpon, bagaimana kalau kamu menghabiskan waktu tersebut untuk berpikir hal yang kompleks? Ternyata, latihan ini berguna sebagai kesempatan untuk berlatih deep work. Tips lain yang tidak kalah penting adalah deep work itu bukan berarti over work. Kualitas deep work juga ditentukan dari kualitas waktu yang kamu sisihkan untuk berhenti. Sebagai contoh, walaupun Cal adalah seorang profesor dan penulis buku yang punya banyak kesibukan, dia punya komitmen hanya bekerja di hari kerja dari jam 9 pagi hingga 5 sore dan tidak bekerja ketika weekend. Saat Cal tidak bekerja, dia membiarkan pikirannya untuk beristirahat. Waktu istirahat ini ternyata punya peran yang sangat besar dalam memberikan dia kejelasan ketika melakukan deep work di hari kerja.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.