Rahasia Kebiasaan orang Hebat dan Berhasil di Dunia

Setiap orang punya jalannya sendiri dalam meraih kesuksesan. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, tapi pada akhirnya kita harus bereksperimen sendiri dan memilih cara yang menurut kita paling cocok.

Kali ini saya akan membahas buku Tools of Titans karya Tim Ferris. Buku ini membahas tentang kumpulan pelajaran soal kesehatan, kekayaan, dan kebijaksanaan yang didapat Tim dari interviewnya dengan 200 orang sukses. Tim juga membahas soal kebiasaan, rutinitas, dan ritual rutin dari orang sukses. Kamu bisa membaca pengalaman masing-masing orang sukses dan bereksperimen untuk menerapkannya ke dalam hidupmu. Semua pengalaman ini didapat Tim dari hasil wawancara dia dengan para tamunya selama dua hingga tiga jam, hingga Tim mampu menuliskan langkah detail bagaimana orang tersebut bisa sukses. Namun, tentu saja, setiap orang punya ceritanya sendiri untuk sukses. Kita tidak bisa menyontek sepenuhnya apa yang mereka lakukan, belum tentu hasilnya akan sama. Hal yang lebih penting adalah kisah sukses ini akan memberikan inspirasi untuk bereksperimen tentang hal apa yang bisa membantu kamu dalam meraih kesuksesan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Setiap orang punya kebutuhan yang unik
Sumber foto: lovelifesolved.com

Setiap orang punya kebutuhan yang unik

Tim sadar kalau tidak ada sebuah cara yang paling efektif menuju sukses yang bisa dijalani oleh setiap orang. Hal yang jauh lebih penting adalah ketika kamu bereksperimen dan pilih sesuatu yang paling cocok dengan dirimu. Contohnya seperti ini, tamu yang diwawancarai oleh Tim bilang kalau mereka rutin melakukan sauna setelah berolahraga selama 20 menit tiga hingga empat kali seminggu. Bagi mereka, temperatur yang tinggi mampu meningkatkan ketahanan tubuh. Di sisi lain, beberapa tamu yang diwawancarai oleh Tim punya pandangan berbeda. Mereka menggunakan cold therapy yaitu mengakhiri waktu mandi dengan air dingin. Bagi mereka, cold therapy dapat membantu mereka dalam meningkatkan imunitas dan menurunkan berat badan. Jadi, mana yang lebih baik? Hot therapy atau cold therapy setelah berolahraga? Tentu saja, hal ini perlu kamu eksperimen dan lihat hasilnya seperti apa. Setiap orang mungkin mendapatkan hasil yang berbeda. Hal yang sama juga ketika ada pertanyaan soal apakah kolesterol tinggi buruk dan kolesterol rendah baik? Di kasus tertentu, kolesterol yang tinggi dapat membantu seseorang dalam membentuk massa tubuhnya menjadi tidak berlemak dan meningkatkan massa otot dalam waktu yang singkat. Sedangkan, bagi karyawan kantoran biasa, mungkin yang dibutuhkan adalah pola makan rendah kolesterol, tapi bagi atlet mungkin butuh hal yang berbeda. Keunikan masing-masing orang dipelajari oleh Tim dari Dr Justin Mager, dokter untuk atlet olimpiade. Dr. Justin bilang kalau kamu harus mencari tahu sendiri pendekatan kesehatan mana yang terbaik bagi dirimu sendiri melalui eksperimen. Belajar dari buku atau pengalaman orang lain tentu saja bagus, tapi hal yang tidak kalah penting adalah mempraktekkan pelajaran yang didapat ke dalam sebuah eksperimen.

Tim memulai bukunya dengan informasi soal kesehatan. Ini adalah bagian pertama dan paling penting menurut saya. Kita tidak boleh membuat kesehatan sebagai komitmen 50%. Karena ketika hanya berkomitmen 50%, kita akan dengan mudah mengabaikannya. Indikator komitmen kamu soal kesehatan adalah soal pola makan dan berolahraga. Apakah kamu sudah rutin berolahraga? Ini adalah aspek yang penting dalam mempertahankan kesehatannya. Namun, perlu disadari, dalam berolahraga, kamu harus menemukan keseimbangannya, jangan berlebihan, tapi jangan juga kekurangan. Fokusnya ketika berolahraga harus dimulai dengan motivasi untuk meningkatkan kebugaran dan jangan melukai diri sendiri. Karena pada dasarnya, olahraga yang penting itu adalah konsisten daripada intensitas.

Melihat sukses dari perspektif yang berbeda
Sumber foto: resilienceedge.com

Melihat sukses dari perspektif yang berbeda

Ada cara mendidik anak untuk bekerja keras yang unik. Chris Sacca adalah seorang investor sukses di Amerika Serikat. Setiap liburan musim panas, Chris kecil menghabiskannya dengan dua tipe pekerjaan. Setengah liburan musim panas pertamanya dihabiskan Chris dengan magang di tempat saudara baptisnya, yang ayahnya merupakan lobbyist di Washington. Di sana, Chris ikut dalam pertemuan dengan anggota kongres dan belajar bagaimana ayah saudara baptisnya mampu meyakinkan mereka untuk mendukung sebuah rancangan undang-undang. Kemudian, setengah liburan musim panas sisanya, orang tuanya mengirim Chris untuk menjadi pekerja kasar. Seperti contohnya, di salah satu liburan musim panas, pekerjaan Chris adalah untuk memperbaiki septic tank selama berminggu-minggu. Pengalaman ini ternyata sangat berguna bagi pemikiran anaknya. Orang tua Chris ingin membuat anak-anaknya merasakan dua jenis kehidupan yang berbeda. Pengalaman ini akan mendorong anaknya untuk berpikir hidup mana yang mereka inginkan? Jika mereka ingin hidup yang lebih baik, maka mereka perlu bekerja keras untuk mencapainya. 

Dalam melihat sebuah kesuksesan, ada perspektif yang berbeda. Bagaimana kalau sukses itu bukan soal mencapai tujuan? Sukses itu ternyata lebih ditentukan dari membangun sebuah sistem. Ketika bicara soal sukses, kita terbiasa memandangnya sebagai sebuah tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Tapi, kondisi ini bisa berbahaya. Bagaimana bila tujuan yang kita inginkan tidak tercapai? Apakah harus berhenti? Ini tentu saja sebuah dilema. Ketika sebuah tujuan yang kita inginkan tidak tercapai dan berhenti, mungkin kita tidak melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih besar. Contohnya seperti ini, seorang komikus, Scott Adams, menulis di blog-nya selama bertahun-tahun sebagai hobi sebelum akhirnya dia menjadi penulis terkenal. Sama halnya, ketika kamu punya hobi fotografi dan mau mulai mendalami soal fotografi. Tentu saja, ada kemungkinan hobi yang kamu tekuni tidak memberikan hasil yang bagus. Misalnya, karyamu kurang diapresiasi atau kamu tidak bisa mendapatkan uang tambahan dari sana. Kalau dilihat sekilas, mungkin banyak orang yang melabeli kamu sebagai orang yang gagal. Tapi, kenyataannya, kamu sedang membuat sebuah sistem untuk mendalami keahlian fotografi kamu dan siapa tahu suatu saat apa yang kamu kerjakan merupakan sebuah kesuksesan yang besar. 

Jangan terlalu mendengarkan lingkungan sekitar
Sumber foto: freepik.com

Jangan terlalu mendengarkan lingkungan sekitar

Apakah kamu pernah diejek atau disindir ketika kamu melakukan hal yang baik? Misalnya, ketika kamu bekerja keras, kemudian ada teman kerja yang bilang, ciee anak rajin. Ini adalah jebakan yang tak terlihat dalam perjalanan menuju sukses. Ketika kita ingin berusaha lebih, pasti ada saja yang mengejek atau misalnya menggoda kamu untuk melakukan hal lain. Tapi, ketika kamu ingin sukses, kamu harus belajar untuk tidak terlalu mendengarkan opini dari lingkungan sekitar. Contoh di buku ini yaitu Shaun White yang merupakan juara olimpiade snowboarding. Ketika usianya 15 tahun, orang tuanya membayari dia untuk pergi ke Jepang dan berkompetisi pada acara internasional snowboarding. Malam sebelum pertandingan, para atlet punya kebiasaan untuk pergi berpesta. Inilah yang membuat para atlet ini menjadi tidak fokus pada pertandingan dan mereka bersekongkol untuk membagi hadiah kemenangannya. Shaun tidak mau ikut dengan atlet senior yang lain. Wajar saja, Shaun pergi ke Jepang dengan biaya orang tuanya, sedangkan atlet senior lain yang usianya lebih tua dibiayai oleh sponsor. Hasil pertandingan itu sudah diduga. Shaun akhirnya menang dan membawa pulang uang 50,000 dolar sebagai hadiah dan menjadi salah satu atlet terkenal di Amerika. Disini ada pelajaran menarik, kamu tidak bisa bertumbuh ketika kamu berenang mengikuti arus. Kamu hanya bisa bertumbuh, ketika kamu melawan arus.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.