Strategi Sukses Investasi Saham ala Warren Buffett

Investor nilai berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Mereka membeli perusahaan yang memiliki fundamental yang baik dan manajemen yang kompeten di harga yang murah.

Kali ini saya akan membahas buku How Buffett Does It karya James Pardoe. Buku ini membahas soal strategi investasi dari Warren Buffett yang terkenal sebagai investor saham kaya raya berkat analisa fundamentalnya. Jutaan orang ingin tahu apa rahasia dari Warren? Bagaimana Warren bisa kaya seperti sekarang? James merangkum ratusan kutipan dan pepatah yang Warren sampaikan hingga akhirnya dia menuliskan 24 aturan investasi Warren yang secara disiplin terus dipegang sejak awal karirnya. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Pilih perusahaan yang kamu pahami
Sumber foto: cmusr.wordpress.com

Pilih perusahaan yang kamu pahami

Banyak orang menganggap Warren sebagai investor yang paling sukses di dunia. Warren tidak menerima warisan apapun, namun kekayaannya mencapai lebih dari 80 miliar dolar. Walaupun banyak orang yang penasaran rahasia dari Warren, sebenarnya rahasia kesuksesannya tidak ada yang 100% unik, malah sangat to the point. Bagi Warren, ketika berinvestasi, kita harus membuatnya sesederhana mungkin. Sama halnya ketika kamu memilih perusahaan yang ingin kamu investasikan. Pilih perusahaan yang kamu pahami bisnisnya dan bagaimana mereka menghasilkan uang. Jangan investasi ke perusahaan yang tidak kamu pahami. Ingat, ketika kamu membeli saham, kamu tidak membeli sesuatu yang abstrak, tapi kamu ibaratnya memiliki bagian dari perusahaan yang kamu beli. Itulah kenapa, penting bagi kamu untuk mengetahui bisnis dari perusahaan tersebut. Sebagai contoh, di tahun 1973, Warren membeli 10 juta dolar saham Washington Post. Namun, tidak lama kemudian, harga sahamnya langsung ambles 50%. Hal ini tidak membuat pendirian Warren berubah. Bahkan, Warren memegang saham Washington Post selama 40 tahun dan menjualnya dengan nilai 1,1 miliar dolar pada tahun 2014. 

Hal lain yang cukup penting adalah buat keputusan investasimu sendiri. Banyak orang punya pandangan kalau investasi saham itu rumit dan butuh bantuan profesional agar kamu bisa berinvestasi. Ini adalah pandangan yang keliru. Warren percaya rata-rata orang bisa belajar tentang investasi nilai dan mengetahui perusahaan mana yang memiliki fundamental bisnis yang baik. Jangan membeli saham karena ikut-ikutan atau berdasarkan rekomendasi orang lain. Kamu harus paham betul perusahaan yang kamu beli sebelum kamu menaruh uang kamu di sana. Sebagai contoh, Warren tidak berinvestasi pada perusahaan teknologi, tapi dia berinvestasi pada perusahaan yang dia pahami yaitu permen, celana dalam, minuman, karpet, dan sebagainya. Warren membeli saham Coca Cola sejak tahun 1988 dan masih memegangnya hingga sekarang. Bagi Warren, bisnis Coca Cola memiliki masa depan yang cerah dan model bisnisnya mudah dipahami yaitu sebagai perusahaan yang menjual minuman. Warren juga paham bagaimana Coca Cola menghasilkan uang dan bahkan alasan dia berinvestasi pada Coca Cola karena perusahaan ini bisa menaikkan harga tanpa kehilangan konsumen. Hal ini telah terbukti selama 100 tahun Coca Cola berdiri pada masa itu sebelum Warren memutuskan untuk berinvestasi pada Coca Cola. 

Buat keputusan dengan rasional
Sumber foto: socialworkdegreecenter.com

Buat keputusan dengan rasional

Keputusan investasi haruslah rasional, jangan dibuat karena emosi sesaat dan sentimen pasar jangka pendek. Guru dari Warren pernah bilang kalau musuh terbesar investor adalah dirinya sendiri. Warren meresapi nasehat Graham dengan sepenuh hati. Bahkan, Warren bilang, kalau emosi kamu terganggu ketika investasi kamu hilang 50% dari nilai awalnya, berarti kamu belum punya mentalitas untuk berada di pasar saham. Artinya, jika kamu berinvestasi yang memiliki fundamental yang baik, tapi kemudian mengalami penurunan di luar dari kuasanya, maka penilaian kamu terhadap keputusan awal kamu jangan berubah. Pada tahun 1999 saat banyak orang sedang tergila-gila pada saham perusahaan internet, harga saham Berkshire Hathaway malah sangat buruk. Pada Maret tahun 2000, harga sahamnya turun 50% menjadi 40,000 dolar per lembar. Banyak investor perusahaan Warren panik dan kemudian menjual sahamnya. Bahkan, pada masa itu, banyak orang juga berpendapat kalau investasi nilai ketinggalan jaman dan sudah tidak berguna lagi. Sayangnya, mereka lupa, ketika harga sahamnya 50%, beberapa orang melihat itu sebagai sebuah peluang kalau harga saham Berkshire Hathaway sedang diskon. Pada tahun 2004, saham Berkshire Hathaway naik ke angka 97,000 dolar per lembar. 

Warren memandang dirinya bukan trader harian, tapi trader dekade. Mengolah kesabaran adalah salah satu kunci sukses dalam investasi nilai. Salah satu nasehat Warren yang sangat inspiratif adalah jadilah takut ketika orang lain serakah dan jadilah serakah ketika orang takut. Serakah dan takut adalah dua emosi yang biasanya muncul saat kamu berinvestasi saham. Ketika banyak orang serakah, harga saham dari sebuah perusahaan pasti akan naik. Di saat itu, kamu harus hati-hati karena kamu mungkin saja membeli saham itu dengan harga yang terlalu mahal. Hal yang sebaliknya terjadi ketika banyak orang takut. Saat itu, harga saham pasti akan turun dan hal itu mungkin merupakan kesempatan kamu untuk membeli saham tersebut karena dalam kondisi diskon. Warren tidak terlalu peduli dengan sentimen pasar jangka pendek. Bagi Warren, hal yang lebih penting adalah apa yang terjadi 10 tahun ke depan karena itu yang menentukan kinerja perusahaan dan nilainya yang sejati.

Perusahaan dengan bisnis yang kuat
Sumber foto: smallbiztrends.com

Perusahaan dengan bisnis yang kuat

Warren adalah orang yang mempopulerkan konsep economic moat atau parit ekonomi. Konsep ini menjelaskan pada kemampuan sebuah perusahaan yang mampu mempertahankan keunggulannya sehingga mereka bisa terus menjadi pemimpin pasar dan memiliki pertumbuhan keuntungan jangka panjang. Seperti halnya kastil jaman dulu, parit di sekeliling kastil berfungsi untuk melindungi benteng dan penduduk di dalamnya dari serangan orang luar. Ini merupakan salah satu kriteria dari pemilihan perusahaan Warren Buffett. Dia akan berusaha untuk mencari perusahaan yang bagus dan merupakan pemimpin pasar di industrinya. Bukan cuma sebagai pemimpin pasar, perusahaan tersebut harus memiliki parit ekonomi yang kuat sehingga mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang. Apabila setiap tahun sebuah perusahaan konsisten menghasilkan keuntungan, pasti dalam jangka panjang, harga sahamnya akan mengikuti. Jika sudah menemukan perusahaan dengan parit ekonomi yang kuat, Warren kemudian mencari tahu apa alasannya? Apakah parit ekonomi itu mampu membuat perusahaan bisa bertahan 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan 20 tahun ke depan? Kembali ke contoh Coca Cola, Warren memilih Coca Cola karena perusahaan itu merupakan pemimpin pasar dan mempunyai merek yang kuat. Ingat, Coca Cola sudah berdiri selama lebih dari 100 tahun sebelum Warren membeli sahamnya. Hal ini berarti perusahaan ini telah teruji dan memiliki kemampuan manajemen yang baik. Bukan hanya itu, Coca Cola juga mempunyai merek yang kuat dan memiliki jaringan hampir di seluruh dunia. Itulah alasan Warren berinvestasi di Coca Cola. Tapi, menemukan perusahaan dengan parit ekonomi yang kuat tidak cukup, hal lain yang tidak kalah penting adalah waktu untuk membelinya. Kebanyakan perusahaan dengan parit ekonomi yang kuat biasanya merupakan perusahaan yang terkenal dan sudah berada pada harga yang relatif lebih mahal. Oleh karena itu, ketika krisis tahun 1987, setahun berikutnya Warren langsung membeli 6.2% saham Coca Cola dan terus memegangnya hingga sekarang.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.