Kisah Inspiratif dan Sukses Ciputra

Kejujuran akan membuat sebuah bisnis bisa bertahan dalam jangka panjang. Jika kita tidak menipu orang lain, niscaya apa yang kita lakukan akan bermanfaat.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari almarhum Ciputra, pengusaha properti yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. 

Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada tahun 1931. Pada usianya 6 tahun, dia dikirim untuk bersekolah di sekolah Belanda yang ada di Gorontalo. Saat itu, Ciputra disekolahkan orang tuanya di sana dan dia tinggal bersama bibi tirinya. Sewaktu kecil, Ciputra merupakan anak yang cukup ekspresif dan pemberontak. Apabila dia tidak suka akan suatu hal, maka Ciputra pasti akan mengatakannya. Sama halnya ketika dia tidak suka dengan pelajaran bahasa Belanda. Saat itu, dia suka tertidur saat gurunya mengajarkan bahasa Belanda. Hal inilah yang membuat Ciputra tidak naik kelas saat dia duduk di kelas 2 SD. Ada pelajaran kejujuran yang membekas dalam benak Ciputra hingga dia dewasa. Suatu hari, Ciputra dihukum karena di kantongnya ada uang 5 sen. Ketika ditanya dapat dari mana uangnya, Ciputra tidak menjawab. Bibi tirinya curiga karena setiap minggu Ciputra hanya dikasih 1 sen, tapi di kantongnya ada uang 5 sen. Ketika selesai dihukum barulah Ciputra jujur kalau uangnya didapatkan dari pamannya yang datang dari Parigi. 

Sumber foto: momspresso.com

Ketika berusia 12 tahun, ayahnya ditangkap oleh pemerintah Jepang karena dianggap sebagai mata-mata pemerintah Belanda. Kemudian setelah 9 bulan dipenjara, semua tahanan Jepang dibebaskan, namun sayangnya, ayahnya meninggal selama dipenjara di Manado. Saat itu, Ciputra sudah kembali ke rumah orang tuanya. Ketika ayahnya ditangkap, tentu saja keluarga mereka sudah tidak punya penghasilan lagi. Hal itulah yang membuat keluarga Ciputra pindah dari tepi pantai desa Bumbulan ke kaki gunung, dan tinggal dekat hutan. Di saat itu, Ciputra mulai berpikir lagi soal hidupnya. Apakah dia mau hidup selamanya seperti ini? Ciputra kemudian memutuskan untuk kembali bersekolah dan ingin jadi arsitek. Mungkin banyak orang yang penasaran, kenapa anak 12 tahun sudah terpikir mau jadi arsitek? Ternyata, sejak kecil, Ciputra ahli dalam matematika. Ada sebuah kejadian yang masih membekas dalam dirinya. Waktu Ciputra berumur 10 tahun, dia bersama ayahnya sedang memeriksa sebuah gudang. Ketika ayahnya meminta gudang itu untuk dibongkar, maka ada beberapa tiang yang harus dicopot. Saat itu, Ciputra memberikan saran ke ayahnya kalau dia mencopot tiang ini sama seperti yang lain, maka gudang ini akan roboh. Ketika dilihat lebih detail, ternyata tiang itu merupakan tiang penyangga dari tiang-tiang yang lain. Itulah momen pertama kalinya, ayahnya mengagumi kepintaran dari Ciputra. Maklum saja, dia saat itu pernah tidak naik kelas pada kelas 2 SD. 

Ketika ayahnya ditangkap, hidup Ciputra berubah drastis. Saat itu, dia tinggal di gubuk dengan dua ekor sapi. Itu adalah harta tersisa yang mereka miliki. Kondisi ini tidak membuat Ciputra patah semangat. Dia mulai mencari akal untuk membantu penghasilan keluarga. Setiap hari minggu, Ciputra pergi berburu di hutan menggunakan tombak, tanpa baju, dan tanpa alas kaki. Saat berburu, dia harus berlari puluhan km untuk mengejar tangkapan. Hasil tangkapannya kemudian, sebagian dia pakai untuk makanan keluarga dan sisanya dia jual. Pengalaman dia berburu, ternyata membuat Ciputra berhasil mengikuti Pekan Olahraga Nasional sebagai pelari. Cuma sayangnya, dia tidak meneruskan sebagai atlet karena dia harus belajar untuk bisa masuk kuliah jurusan arsitek di Institut Teknologi Bandung.

Sumber foto: businessinsider.com

Saat usianya 27 tahun,  Ciputra membuka perusahaan jasa arsitek. Namun saat itu, sangat sulit sekali mencari klien. Hal inilah kemudian membuat Ciputra mengambil keputusan besar untuk menjadi developer dan pindah ke Jakarta demi mencari proyek pembangunan. Saat itu, DKI Jakarta belum ada developer dan Ciputra berniat untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun Jakarta. Setelah tiga bulan, akhirnya Ciputra berhasil bertemu langsung dengan Gubernur DKI Jakarta pada masa itu yaitu, Soemarno Sosroatmodjo. Dari pertemuan tersebut, dia berhasil mendapatkan kesempatan janji temu berikutnya untuk mempresentasikan proposal pembangunan di Senen. Ternyata, ada rahasia di baliknya. Rahasia ini selalu Ciputra gunakan untuk memenangkan sebuah proyek, yaitu rahasia telur Colombus. Sebagai informasi, telur Colombus adalah cerita yang berawal dari tantangan Colombus ketika diremehkan saat jamuan bangsawan Spanyol. Waktu itu, Colombus bertaruh kepada para bangsawan, siapa yang bisa mendirikan telur di atas meja tanpa alat bantu apa pun. Setelah dicoba berkali-kali, tidak ada satupun yang bisa. Hingga akhirnya, Colombus menunjukkan cara sederhana dengan memecahkan sedikit bagian  telur untuk dijadikan tumpuan dalam mendirikan telur. Di kisah ini, kita belajar bahwa kita perlu mempunyai cara berpikir yang inovatif sehingga mampu memberikan solusi yang berbeda dari masalah yang sedang dihadapi. Ketika bertemu Soemarno, Ciputra sudah mempersiapkan kalimat pertama dia sebaik-baiknya agar idenya bisa diterima oleh Soemarno. Ciputra bilang kalau dia ingin meremajakan kota Jakarta. Kalimat ini membuat Soemarno tertarik dan memberikan kesempatan pada Ciputra untuk ikut dalam tender proyek Senen. Ketika developer lain mengajukan konsep pembangunan ruko dan pasar, Ciputra berpikir dengan cara yang berbeda. Dia mengajukan konsep shopping malls dan pasar modern. Konsep ini membuat Soemarno kagum, bahkan mengajak Ciputra untuk mempresentasikan konsepnya langsung ke Presiden Soekarno. Konsep Ciputra lalu diterima oleh Soekarno dan dia dipercayakan untuk membangun proyek Senen. Tidak berhenti sampai di situ, ada juga kisah telur Colombus yang lain. Saat itu, proyek pembangunan Ancol terhenti dan Ciputra ingin melanjutkan proyek itu dengan konsep yang berbeda. Ciputra lalu bertemu dengan Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta pada masa itu. Ketika bertemu Ali, Ciputra bilang kalau dia mau buat Disneyland di sana. Ali pun kaget hingga akhirnya mempercayakan Ciputra untuk melanjutkan pembangunan Ancol. Walaupun pada akhirnya, permintaan Ciputra kepada Disney untuk membangun Disneyland di Jakarta ditolak. Tapi, dia mampu meyakinkan Ali kalau dia bisa menyelesaikan proyek Ancol. Pelan-pelan bisnisnya semakin meningkat hingga akhirnya Ciputra berhasil masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Sumber foto: aia.org

Ciputra punya tiga nilai yang selalu dia pegang dalam menjalankan bisnis. Pertama, integritas. Harus jadi orang yang jujur. Janji adalah hutang dan hutang harus dibayar. Jika kita janji kepada ketua proyek kapan harus selesai, maka harus ditepati sesuai tanggalnya. Jika kita janji soal kualitas, maka harus dipenuhi. Janji tentang harga, maka tidak boleh dinaikkan sepihak. Ada cerita menarik soal integritas Ciputra. Waktu penjualan Citra Garden, ada seorang manajernya tidak memberikan diskon 20% bagi calon pembeli. Ternyata, hal ini karena manajer tersebut tidak ikut rapat sebelumnya ketika pemberian diskon ini diputuskan oleh Ciputra. Mendengar hal ini, Ciputra yang saat itu jadi komisaris punya tiga pilihan, pertama, rumah yang sudah terjual ya sudah tidak diberikan diskon 20%. Kedua, dia berikan tambahan bagi konsumen yang sudah membeli, misalnya kasih kebun atau sebagainya. Ketiga, dia minta anak buahnya untuk bikin kontrak yang baru dengan diskon 20%. Ciputra kemudian memilih pilihan yang ketiga untuk menjaga hubungan baik dan konsumennya tidak merasa ditipu. Itulah yang dinamakan integritas bagi Ciputra. Bagi dia yang terpenting adalah jangan menipu orang lain. Nilai kedua adalah profesional. Ciputra hanya menggeluti bidang usaha yang dia pahami. Perjalanan karirnya dimulai dari arsitek, kemudian menjadi developer. Selama puluhan tahun, Ciputra tidak masuk ke bisnis yang tidak dia pahami. Itulah sebabnya mayoritas bisnis Ciputra bergerak di bidang properti. Nilai ketiga adalah entrepreneurship. Ini bicara soal inovasi, bagaimana kita bisa menawarkan solusi kreatif atas masalah yang sedang dialami oleh konsumen. Semangat daya saing ini yang membuat sebuah bisnis mampu bertahan dari masa ke masa.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.