Cara Usaha Sedikit, Hasil Maksimal

Prinsip 80/20 ada hampir di setiap area di mana 20% usaha menghasilkan 80% hasil. Gunakan prinsip ini untuk membuat kamu lebih produktif, lebih efisien, dan lebih bahagia.

Kali ini saya akan membahas buku 80/20 Principle karya Richard Koch. Buku ini membahas bagaimana kita bisa menghasilkan hasil yang lebih dengan usaha yang lebih sedikit. Richard berpendapat, kita bisa menjadi lebih efektif dengan mengidentifikasikan prinsip 80/20 artinya 80% yang kita hasilkan berasal dari 20% usaha yang kita lakukan. Buku ini pertama kali ditulis pada tahun 1997 dan merupakan salah satu buku yang mengubah cara pandang orang soal produktivitas. Hasilnya, banyak perusahaan besar sampai saat ini masih mempraktekkan prinsip 80/20. Bukan hanya soal bisnis, ternyata prinsip 80/20 juga bisa kita praktekkan ke dalam kehidupan kita pribadi sehingga kita mampu mendapatkan hasil yang lebih banyak dengan usaha yang lebih efektif.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Prinsip 80/20
Sumber foto: paretoprincipal.com

Prinsip 80/20

Kita selalu suka dengan keseimbangan, 50:50. Namun, kenyataannya, hidup tidak pernah seimbang. Sebagai contoh, kita hanya menggunakan 700 kata dari 66% yang kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak yang besar biasanya berasal dari sebagian usaha kecil yang kita lakukan, entah itu dalam bisnis atau dalam kehidupan pribadi. Hal ini berarti kita dituntut untuk berpikir lebih strategis, bagaimana menemukan 20% usaha yang menghasilkan 80% hasil. Kita tidak lagi berpikir secara linear kalau usaha yang kita lakukan sebanding dengan hasil. Ingat, hanya sedikit hal yang kita lakukan benar-benar menghasilkan dampak yang besar. Mungkin pertanyaan yang mungkin muncul, apakah dengan mengetahui 80/20 kita tidak perlu bekerja keras? Menurut saya, ini adalah tahapan kedua setelah kerja keras, yang berarti kerja cerdas. Jadi, apabila kamu sudah bekerja keras, maka ini adalah tahapan di mana kamu berhenti sejenak untuk berpikir tentang apa yang harus kamu lakukan ke depannya. Angka 80/20 hanya bisa kamu dapatkan ketika kamu menganalisa kerja keras yang sudah kamu lakukan selama ini. Jadi, kamu bisa menghabiskan fokus kamu untuk mengerjakan hal yang memiliki dampak paling besar.

Prinsip 80/20 awalnya ditemukan oleh ekonom Italia bernama Vilfredo Pareto pada tahun 1896. Saat itu, ketika Pareto sedang panen kacang polong di tamannya, dia menemukan sebuah fakta menarik. Ternyata, 80% kacang polong hanya berasal dari 20% kulit kacang polong yang dia buka. Contohnya seperti ini, jika ada 10 kulit kacang polong dengan total isi 50 kacang polong. Kita mungkin berpikir kalau setiap kulit kacang polong yang dibuka isinya 5 buah. Tapi, Pareto menemukan ternyata 20% dari kulit kacang polong yang dia buka, misalnya 2 dari 10 kulit kacang polong, memiliki isi 80% dari total jumlahnya yaitu 40 dari 50 kacang polong. Bagi seorang ekonom, ini merupakan penemuan yang menarik. Pareto lalu berpikir, jika kacang polong saja ternyata isinya tidak sama, bagaimana dengan pola lain di dunia. Pareto lalu mencari tahu soal makro ekonomi di Italia dan dia menemukan bahwa 80% tanah di Italia, ternyata dimiliki oleh 20% populasi. Bukan cuma itu, Pareto juga melakukan survei kepada beberapa negara lainnya dan menemukan komposisi persentase yang hampir sama. Penemuan ini sangat populer setelah perang dunia kedua hingga sekarang.

Praktek 80/20 dalam kehidupan
Sumber foto: illumine8.com

Praktek 80/20 dalam kehidupan

Mungkin dalam prakteknya, angkanya tidak persis 80/20, mungkin bisa juga 90/10 atau 70/30. Tapi, ide kuncinya adalah ada hubungan yang tidak sama antara apa yang kita lakukan dengan apa yang kita hasilkan. Ini adalah fakta hidup yang harus kita terima, kalau di dunia nyata itu tidak adil. Tapi, jangan jadikan fakta ini untuk berkecil hati. Gunakan informasi ini sebagai peluang dalam bisnis dan juga dalam hidup yang kamu jalani. Jika kamu bisa menggunakan teori 80/20 dengan baik, hasilnya justru positif. Bisnis akan menjadi lebih produktif, hidup kita akan menjadi lebih bahagia dan juga lebih sukses. Sebagai contoh, sebelum Steve Jobs kembali lagi ke Apple setelah dipecat, saat itu Apple punya lini produk yang sangat banyak hingga mencapai 300 produk. Ketika Steve masuk, dia melakukan gebrakan yang besar yaitu memangkas 300 produk menjadi hanya 10 produk yang paling unggul. Selanjutnya, sejarah yang membuktikan kalau itu adalah keputusan terbaik yang diambil Steve pada masa itu. Tapi, apakah ini artinya kita tidak mengerjakan 80% sisanya? Tentu saja tidak. Esensinya adalah bukan menghilangkan 80% yang tidak menghasilkan, tapi lebih memberikan fokus pada 20% pada hal yang memberikan dampak paling besar. 

Kamu harus sadar kalau kita tidak dihargai dari seberapa besar usaha yang kita lakukan, tapi kita dihargai dari hasil yang kita ciptakan. Contoh sederhananya seperti ini, koki pertama kasih kamu makanan gosong, tapi dia bilang kalau dia masak ini selama 5 jam. Koki kedua kasih kamu makanan yang enak dan cuma dikerjakan selama 15 menit. Mana yang akan kamu makan? Tentu saja makanan dari koki kedua kan. Ini adalah hal yang alamiah. Hal yang sama juga terjadi di manapun, entah dalam kehidupan di masyarakat atau dalam dunia bisnis, fokus utamanya bukan di proses, tapi di hasil. 

80/20 untuk hidup lebih bahagia
Sumber foto: lifeoptimizer.org

80/20 untuk hidup lebih bahagia

Kita pasti sudah pernah dengar kalimat manajemen waktu. Konsep ini biasanya dipakai untuk membantu kamu untuk meningkatkan produktivitas. Biasanya yang dilakukan dalam manajemen waktu adalah memasukkan semua kegiatan agar bisa mengerjakan banyak hal dalam satu periode waktu. Apabila sudah dibuat daftarnya, kemudian disusun berdasarkan prioritas. Kebanyakan orang kesulitan ketika diminta menentukan prioritas, bahkan menurut mereka 60-70% daftar kegiatan yang ditulis di awal adalah hal yang penting. Hasilnya, bukannya efektif, jadwal kita malah terlalu penuh dengan daftar pekerjaan yang harus dilakukan, waktu kerja yang lebih panjang, hingga akhirnya kita kelelahan. Ada alternatif cara yang lebih baik. Kita menggunakan teknik revolusi waktu atau prinsip 80/20. Kita membagi pekerjaan berdasarkan performa outputnya, 20% pekerjaan apa yang menghasilkan 80% hasil. Jika sudah, kita tinggal fokus pada pekerjaan itu. Richard telah mempraktekkannya saat dia bekerja sebagai konsultan. Tentu saja, konsultan melakukan berbagai macam pekerjaan untuk melayani klien. Tapi, Richard tidak ingin terjebak pada hal tersebut. Richard fokus pada 20% masalah utama kliennya dan menggunakan waktunya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pendekatan ini yang membantu perusahaannya bertumbuh dan mampu mengalahkan konsultan lainnya.

Jika kita sudah paham soal konsep revolusi waktu, bagaimana bila kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Tentu saja tujuan utamanya agar kita bisa punya hidup yang lebih bahagia. Kamu bisa mulai dengan mengidentifikasikan hal apa yang membuat kamu bahagia dan tidak bahagia, serta apa penyebabnya. Coba tanyakan ke dirimu sendiri, apa 20% dari hidupmu yang bisa memberikanmu 80% kebahagiaan dan juga sebaliknya? Kalau sudah, langkah selanjutnya kamu bisa mulai mengurangi waktu yang kamu habiskan untuk mengerjakan hal yang membuat kamu tidak bahagia. Contohnya seperti ini, jika pekerjaan kamu sekarang tidak membuat kamu bahagia, coba cari cara untuk mengubahnya. Kamu bisa mulai mencari pekerjaan lain, mencoba bisnis sampingan, fokus mengembangkan hobi agar bisa menghasilkan pendapatan, dan sebagainya. Intinya, apapun yang kamu lakukan, tujuannya adalah agar kamu tidak menghabiskan seluruh hidup kamu untuk mengerjakan hal yang membuat kamu tidak bahagia.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Satu komentar pada “Cara Usaha Sedikit, Hasil Maksimal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.