Cara Agar Hidup Selalu Beruntung

Keberuntungan bukanlah hal yang misterius, apalagi mistis. Kamu bisa menjadi orang yang beruntung dengan mengubah perspektif kamu soal hidup.

Kali ini saya akan membahas buku The Luck Factor karya Richard Wiseman. Buku ini membahas kalau keberuntungan ternyata punya peran yang besar dalam hidup seseorang. Apakah kamu merasa kalau kamu adalah orang yang beruntung? Apakah kamu bisa menarik keberuntungan dalam hidup kamu? Kebanyakan orang percaya kalau keberuntungan adalah sebuah fenomena yang misterius. Padahal, menurut Richard, keberuntungan bisa dirubah dan bisa dikontrol. Keberuntungan adalah keahlian yang bisa dipelajari dan bisa dipraktekkan ke dalam hidup seseorang. Informasi di buku ini berasal dari riset yang telah dilakukan oleh Richard terhadap 400 orang selama 10 tahun untuk mengetahui apa perbedaan antara orang beruntung dan tidak.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Beda orang beruntung dan tidak 
Sumber foto: independent.ie

Beda orang beruntung dan tidak 

Ada informasi menarik yang disampaikan oleh Richard. Riset membuktikan orang yang beruntung tidak bisa memprediksi permainan keberuntungan seperti misalnya undian lebih baik daripada orang yang tidak beruntung. Orang yang beruntung juga tidak memiliki nilai IQ yang lebih tinggi daripada orang yang tidak beruntung. Ternyata, keberuntungan itu adalah persoalan kepercayaan seseorang kalau dia beruntung, bukan berasal dari sesuatu yang mistis atau misterius. Pada sebuah eksperimen, responden ditanyain seberapa yakin mereka dalam memenangkan undian? Menariknya, jika dibandingkan orang yang memandang dirinya tidak beruntung, orang yang beruntung memiliki keyakinan menang dua kali lebih besar. Walaupun keyakinan ini tidak ada hubungannya dalam membantu kamu memenangkan undian, eksperimen ini memberikan kita gambaran apa yang membuat seseorang beruntung. Pada dasarnya, setiap orang tidak terlahir beruntung atau tidak. Tapi, mereka sendiri yang menciptakan keberuntungan atau kesialan berdasarkan pikiran, perasaan, dan perbuatan mereka.

Apakah kamu merasa hidupmu beruntung atau tidak? Jika kamu diminta untuk mengukur seberapa beruntung hidup kamu sekarang dari angka 0 hingga 7, 0 berarti tidak beruntung dan 7 berarti hidupmu sangat beruntung, angka berapa yang akan kamu pilih? Nah, kalau sudah, kita lanjut ke pertanyaan berikutnya. Tadi kan kita bicara soal keberuntungan dalam hidup kamu secara umum, nah sekarang coba kamu ukur keberuntungan dalam hidup kamu berdasarkan peristiwa penting dalam hidup kamu, misalnya, bertemu dengan pacar atau pasangan hidup, momen ketika kamu naik jabatan, atau kejadian penting lain dalam hidupmu. Jika sudah, coba ukur lagi seberapa beruntung hidup kamu? Kebanyakan orang akan menuliskan angka yang lebih besar saat diminta untuk mengukur keberuntungan berdasarkan peristiwa penting. Hal ini tentu saja masuk akal. Setiap orang memaknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup mereka berdasarkan persepsi mereka masing-masing. Ketika ada suatu kejadian yang tak terduga mengubah hidup mereka, hal inilah yang membuat seseorang merasa dirinya beruntung. Jadi, orang yang beruntung biasanya memiliki banyak kejadian tak terduga yang positif daripada orang yang tidak beruntung. Tapi, apakah memang orang yang beruntung memiliki banyak kejadian positif dalam hidup mereka? Atau, apakah ini cuma berkat perspektif orang beruntung yang selalu melihatnya dari sudut pandang yang positif? Ini pertanyaan yang perlu kita resapi bersama.

Menjadi orang yang beruntung
Sumber foto: ajbubb.com

Menjadi orang yang beruntung

Ada sebuah eksperimen dari dua orang, Martin dan Brenda. Dua orang ini merupakan sukarelawan dari sebuah riset, tapi mereka tidak tahu detail risetnya tentang apa. Ketika tahap penilaian awal, Brenda mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai orang yang tidak beruntung. Sedangkan, Martin baru saja memenangkan sebuah undian dan merasa dirinya sangat beruntung. Dua orang ini diminta untuk datang ke sebuah coffee shop untuk menunggu peneliti dari riset ini. Tanpa mereka sadari, ketika mereka masuk satu demi satu ke dalam coffee shop, riset ini sudah dimulai dan perilaku mereka sudah diobservasi. Tim riset menaruh uang 5 euro di lantai di depan coffee shop itu. Martin ternyata melihat uang tersebut di lantai, mengambilnya, dan duduk mengobrol dengan orang asing yang ternyata adalah peneliti juga yang berpura-pura sebagai pebisnis sukses. Sedangkan Brenda tidak sadar ada uang di lantai dan duduk diam sendirian di samping pebisnis itu. Kemudian, ketika peneliti datang dan mewawancarai mereka dan bertanya apakah hari ini ada kejadian beruntung atau tidak dalam hidup mereka? Martin dengan semangat bilang kalau dia nemu uang di lantai dan ngobrol seru bersama seorang pebisnis sukses. Sedangkan, Brenda bilang kalau pagi ini buruk. Dari eksperimen ini kita belajar kalau dua orang memiliki kesempatan yang sama, tapi hanya satu orang yang merasa beruntung. 

Orang yang beruntung merasa dirinya beruntung karena dia lebih sadar soal kesempatan yang ada dalam hidupnya. Mereka menciptakan kesempatan, menyadari kesempatan, dan bertindak ketika ada kesempatan dalam hidup mereka. Karakter yang umumnya dimiliki oleh orang yang beruntung adalah mereka cenderung lebih rileks, terbuka pada hal baru, dan menjaga hubungan dengan jaringan pertemanan yang luas. Bagi mereka, bertemu orang baru akan membuka kesempatan. Selain itu, pikiran mereka yang open minded membuat mereka berani mencoba hal baru dan akhirnya memiliki pengalaman yang kaya. Semua hal itu mempengaruhi mereka dalam memandang hidup. 

Mengasah keberuntungan
Sumber foto: medium.com

Mengasah keberuntungan

Pada dasarnya, setiap orang pasti punya ambisi, mimpi, dan ekspektasi soal masa depan. Tapi, apakah ekspektasi kamu bisa terwujud atau tidak, hal itu tidak berdasarkan pada sebuah keberuntungan. Semua itu tergantung pada perilaku kamu dan bagaimana kamu melihat diri kamu dan hidup yang kamu jalani. Orang yang beruntung sederhananya karena mereka berharap kalau mereka beruntung. Dengan memiliki harapan soal hasil yang positif, maka mereka akan mendapatkan hasil yang positif juga. Contohnya seperti ini, jika orang yang beruntung mencoba sesuatu dan gagal, mereka pada umumnya akan bangkit dan mencoba lagi, bahkan ketika tingkat kesuksesannya rendah. Mereka tidak pantang menyerah karena mereka berharap pada hasil yang bagus. Hal yang berbeda terjadi dengan orang yang tidak beruntung. Ketika mereka gagal pertama kali, seakan akan ini adalah sebuah tanda kalau mereka tidak usah mencoba lagi untuk yang kedua kalinya, karena hasilnya tidak akan berbeda. Perbedaan perilaku ini jika diakumulasikan dalam jumlah yang banyak bisa membuat seseorang memiliki pandangan tersendiri soal hidupnya, apakah mereka mengkategorikan diri mereka sebagai orang yang beruntung atau tidak. Jadi, kamu harus tahu bagaimana bersikap ke depannya.

Ada informasi lain yang cukup menarik. Walaupun orang yang beruntung mengalami kegagalan dan kesulitan hidup yang jumlahnya hampir sama dengan orang yang tidak beruntung, orang yang beruntung melihat segala kesulitan ini adalah keadaan yang sementara. Ketika ada kejadian buruk di hidup mereka, orang yang beruntung akan melihatnya sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Mereka percaya kejadian akan membaik di masa depan. Mereka menggunakan semua kejadian ini sebagai sebuah pembelajaran dan mencegah untuk kejadian yang sama terulang lagi di masa depan. Inilah yang membuat seseorang merasa dirinya merupakan orang yang beruntung.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.