Kisah Inspiratif Dahlan Iskan Hingga Sukses

Dalam hidup, kita harus berani mengambil resiko. Ketika kita mengambil resiko, secara tidak langsung kita juga sedang menghabiskan jatah gagal, hingga akhirnya pengalaman ini akan membantu kita dalam meraih kesuksesan.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Dahlan Iskan. Dahlan Iskan lahir pada tahun 1951 di desa pedalaman yang berjarak 15 km dari Magetan, Jawa Timur dalam kondisi keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya merupakan buruh tani yang bekerja di ladang pemilik sawah dan ibunya sudah meninggal sejak dia berada di kelas 6 SD. Sejak ibunya meninggal, Dahlan tinggal bersama ayahnya dan dua saudaranya, kakak perempuan dan adik laki-laki. Kondisi perekonomian keluarga mereka sangat sulit. Dahlan bercerita, jarak antara sekolah dan rumahnya adalah 6 km. Jadi, setiap hari dia berjalan kaki sepanjang 12 km, 6 km saat pergi dan 6 km saat pulang. Perjalanan tersebut terasa semakin berat saat musim kemarau, saat itu, karena tidak punya sepatu, Dahlan harus sampai berjalan kaki sambil berjinjit karena cuaca yang sangat panas dan membakar kakinya. Namun, ketika pulang ke rumah, kadang tidak ada beras yang tersedia. Kalau sudah begitu, dalam kondisi lapar, Dahlan kadang mencuri tebu dari kebun milik BUMN. Selain itu, ketika kecil, Dahlan juga bekerja sebagai gembala kambing milik tetangga. Setelah pulang sekolah, dia akan membawa kambing ke sungai agar kambingnya bisa makan rumput di sana. Ketika kambingnya sibuk makan rumput, Dahlan kemudian mencuci baju dan celana satu-satunya yang dia miliki dan berenang mencari ikan. Jika hari itu beruntung, maka Dahlan akan punya ikan untuk dimakan. Bahkan, untuk membakarnya, dia menggunakan bekas kotoran sapi yang kemudian dijadikan api untuk membakar ikan hasil tangkapannya. Bagi Dahlan, hidup bagi orang miskin harus dijalani apa adanya. Cita-citanya waktu kecil sangat sederhana yaitu punya sepeda dan sepatu. Akhirnya, keinginannya untuk punya sepatu terwujud ketika dia duduk di kelas 2 SMA akhir, namun itupun hanya sepatu bekas yang sudah bolong di bagian jempol dan bagian belakangnya sudah robek. Itulah yang membuat Dahlan hanya memakai sepatu setiap hari senin saat menjadi petugas upacara. Karena dia hanya punya sepatu satu-satunya, maka Dahlan sangat menyayangi sepatu robeknya dan merawatnya agar bisa bertahan selama setahun. 

Sumber foto: motherjones.com

Ada cerita sedih di balik tanggal kelahiran Dahlan. Saat itu, kakaknya menuliskan tanggal lahirnya di balik lemari dari bambu, tempat penyimpanan makanan. Namun, ketika ibunya sakit berkepanjangan, ayahnya tidak bekerja karena merawat ibunya. Karena tidak ada penghasilan, satu per satu barang di rumahnya dijual termasuk lemari tersebut yang berisi tanggal lahir dari Dahlan. Itulah yang membuat ayahnya tidak ingat tahun berapa Dahlan Iskan lahir, apalagi bulan dan tanggalnya. Mereka hanya ingat harinya saja dan waktu gunung Kelud meletus, Dahlan sudah bisa merangkak. Setelah dia hitung sendiri, kira-kira dia lahir tahun 1951, namun untuk tanggal dan bulannya Dahlan punya cara yang kreatif. Dia menuliskan hari dan bulan kelahirannya 17 Agustus agar mudah diingat karena bertepatan dengan kemerdekaan Indonesia. 

Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, Dahlan berhasil merubah hidupnya dari anak desa yang miskin menjadi orang sukses seperti sekarang. Pada tahun 1975, dia memulai karir pertamanya sebagai reporter di surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur. Satu tahun kemudian, Dahlan berhasil diterima sebagai reporter di majalah mingguan TEMPO. Kemudian pada tahun 1982, dia mendapat tugas untuk memimpin koran Jawa Pos yang akan bangkrut. Di tangan Dahlan, koran yang hampir bangkrut, mampu berbenah diri, dan berkembang pesat. Dari yang awalnya hanya 6,000 eksemplar, selama lima tahun, Jawa Pos berhasil memproduksi hingga 450,000 eksemplar per hari. Bahkan, dia mampu mendirikan stasiun televisi lokal di Surabaya yaitu JTV. Ketika sukses menjadi bos media, Dahlan pun dipercaya sebagai direktur utama PLN. Dan beberapa tahun kemudian, Dahlan diberikan kepercayaan lebih besar lagi dan menjadi Menteri BUMN. 

Sumber foto: genk.vn

Dalam memandang kehidupan, Dahlan bilang ada tiga jenis aliran hidup. Ada orang yang memikirkan hidup itu adalah masa lalu. Mereka membanggakan kejayaan masa lalu, kejayaan kakek neneknya, kejayaan orang tuanya, hingga prestasinya di masa lalu. Ada juga tipe orang yang berkebalikan, bagi mereka, hidup lebih berarti jika yang dipikirkan adalah masa depan. Mereka punya prinsip untuk melupakan masa lalu, yang penting adalah masa depan. Orang tipe ini biasanya tidak mau cerita soal kejayaan masa lalu dan berorientasi pada masa depan. Selain dua tipe orang tersebut, tipe orang ketiga adalah aliran orang hidup di masa kini, saat ini. Bagi orang ini, hidup yang penting adalah saat ini, jangan membanggakan masa lalu, jangan juga terlalu memikirkan masa depan. Yang terpenting adalah saat ini, apa yang harus diperbuat. Orang tipe ini bekerja sebaik-baiknya saat ini, soal hasilnya sukses atau tidak, dia tidak terlalu peduli. Bagi Dahlan, terlalu membanggakan masa lalu adalah kegiatan yang sia-sia, terlalu memikirkan masa depan juga buat kita tidak bahagia, dan melakukan yang terbaik saat ini adalah pilihan yang paling realistis. 

Dahlan juga membagikan beberapa tips sukses dalam hidup. Pertama, habiskan jatah gagalmu selagi kamu muda. Dahlan menyadari kalau membangun bisnis itu tidak mudah. Dia selalu bilang, jangan lihat saya sukses seperti sekarang, tapi lihat saya waktu 5 atau 10 tahun pertama berbisnis. Dahlan juga paham walaupun orang sudah sekolah bisnis atau ikut seminar bisnis paling hebat sekalipun, orang tersebut tidak akan langsung menjadi pengusaha sukses. Ada tahapan yang harus dialami, kegagalan yang mungkin dirasakan, hingga misalnya kemungkinan ditipu saat berbisnis. Dahlan bilang, lebih baik ditipu waktu kecil daripada ketika sudah besar. Kalau masih kecil ditipu lima ratus ribu, tapi kalau sudah besar, ditipunya bisa milyaran. Pengalaman ini sebaiknya dialami ketika masih muda, karena bisnis itu seperti naik sepeda, pasti akan mengalami jatuh bangunnya dulu baru kemudian bisa naik sepeda. Jatuh ketika muda, bangkitnya lebih mudah. Selain itu, jatuhnya belum terlalu tinggi. Namun, apabila kamu jatuh ketika tua, sakitnya itu luar biasa. Kedua, konsisten. Bagi pemula, kita harus fokus menekuni satu bidang dulu. Ketika kamu belum punya pengalaman yang cukup, maka lebih baik kamu fokus di satu bidang saja. Bila bisnisnya sudah mencapai skala tertentu, maka kamu bisa mencoba bidang bisnis yang lain. Ketiga, jangan takut ambil resiko. Dahlan bisa keluar dari kemiskinan karena keluar dari kampung dan merantau. Ini adalah cara dia keluar dari zona nyamannya. Ketika merantau, dia belajar untuk melihat hidup dari sisi yang berbeda, menimba ilmu, membaca peluang, dan memupuk keberanian. Dengan menjemput tantangan, Dahlan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan. Keempat, buat koneksi yang luas. Bagi Dahlan, koneksi adalah modal yang cukup penting dalam berbisnis. Bahkan, dia menyekolahkan anaknya ke luar negeri bukan hanya untuk menjadi pintar, tapi juga soal koneksi. Dahlan percaya, ketika anaknya sekolah di luar negeri, maka koneksinya akan semakin luas dan akan membantu anaknya ketika di kemudian hari meneruskan bisnis ayahnya di Jawa Pos Group. 

Versi animasinya bisa ditonton di:

3 tanggapan untuk “Kisah Inspiratif Dahlan Iskan Hingga Sukses”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.