Cara Investasi Saham yang Aman

Sukses dalam mencapai kebebasan keuangan tidak berdasarkan seberapa besar pendapatan yang kamu miliki. Tapi, dengan mindset yang benar dan disiplin keuangan, kamu bisa meraih kebebasan keuangan dalam hidup.

Kali ini saya akan membahas buku Unshakeable karya Tony Robbins. Buku ini membahas bagaimana langkah-langkah untuk mencapai kebebasan keuangan dengan cara yang relatif lebih aman. Setiap orang pasti punya mimpi untuk mencapai kondisi bebas keuangan, tapi ternyata hanya sedikit orang yang berhasil di tahap itu. Apa rahasia sedikit orang yang berhasil tersebut? Ternyata, mereka berinvestasi dalam jangka panjang dan melakukan diversifikasi dengan cermat. Menariknya, seberapa banyak yang kamu hasilkan, ternyata tidak berbanding lurus dengan kekayaan yang kamu miliki. Semua ini berujung pada kedisiplinan dalam mengalokasikan uang untuk diinvestasikan dan pengetahuan yang tepat. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Jangan pernah kehilangan uang
Sumber foto: fool.com

Jangan pernah kehilangan uang

Banyak orang punya pandangan sendiri ketika mendengar kata investasi saham. Mereka pikir investasi saham itu rumit. Investasi saham itu beresiko seperti judi. Atau ada juga yang berpikir kalau mereka akan mengambil keputusan yang salah dan kehilangan uang. Padahal pandangan ini muncul karena mereka kurang ilmu. Mereka tidak mau menghabiskan waktu untuk belajar dulu soal investasi sebelum menaruh uangnya. Ada sebuah perumpamaan, ketika seseorang dengan pengalaman bertemu dengan orang yang punya uang. Orang yang punya pengalaman akan mendapatkan uang dan orang dengan uang akan mendapatkan pengalaman. Artinya, bila kita malas untuk menginvestasikan waktu untuk belajar, maka kita bisa kehilangan uang yang kita miliki. Itulah yang terjadi oleh banyak orang saat awal berinvestasi ataupun bagi yang sudah berpengalaman. Mereka ingin buru-buru menghasilkan uang, tapi tidak memiliki pondasi yang kuat soal pengetahuan tentang investasi. Ingat fokus utama bukan bagaimana bertaruh untuk mendapatkan kekayaan dalam waktu singkat, tapi bagaimana menciptakan pondasi keuangan yang kokoh dan mampu mendukung keuangan kamu dan keluarga. Inilah konsep yang akhirnya membuat uang bekerja untuk kamu.

Investor Warren Buffet pernah bilang kalau aturan dia dalam berinvestasi adalah ada dua hal. Pertama, jangan pernah kehilangan uang. Kedua, jangan lupakan aturan nomor satu. Tentu saja, tidak ada orang yang ingin kehilangan uang. Tapi, kecenderungannya adalah ketika berinvestasi kebanyakan orang berpikir bagaimana caranya mendapatkan uang, bukan bagaimana caranya agar tidak kehilangan uang. Perbedaan pola pikir ini akan menghasilkan strategi dan cara investasi yang berbeda. Inilah yang membuat Warren sangat hati-hati dalam menentukan investasi saham yang dipilih. Dia harus yakin betul kalau dia tidak akan kehilangan uang yang dia miliki. Ketika kamu berinvestasi, kamu harus menyadari kalau sangat sulit untuk mengembalikan uang yang hilang akibat salah investasi. Sebagai contoh, ketika kamu berinvestasi 10 juta rupiah dan kehilangan 10% uangmu karena penurunan harga saham. Maka, kehilangan ini tidak terlalu sulit untuk dikembalikan. Namun, apabila kamu kehilangan 50% dari uang kamu, artinya kamu perlu berusaha ekstra keras hanya untuk kembali ke titik awal. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di pasar saham di masa depan, bahkan investor paling hebat sekalipun. Oleh karena itu, kamu harus fokus bagaimana agar kamu tidak kehilangan uang dengan memilih pilihan investasi yang lebih aman dan risiko yang terkendali.

Menggandakan uang melalui compound interest
Sumber foto: thebackyardgnome.com

Menggandakan uang melalui compound interest

Kenapa investasi bisa menghasilkan uang? Rahasia ajaibnya ternyata karena compound interest atau dikenal dengan bunga majemuk. Mungkin saya menjabarkan sedikit konsep compound interest. Misalnya, kita menginvestasikan uang kita sebesar 10 juta rupiah dan mendapatkan keuntungan 10% dalam setahun. Nah, di tahun berikutnya, uang kita bertumbuh menjadi 11 juta rupiah. Kemudian, di tahun berikutnya, kita mendapatkan keuntungan 10% lagi lagi. Jadi, uang kita yang awalnya 10 juta berkembang menjadi 11 juta rupiah. Sekarang, dari 11 juta bertumbuh 10% lagi menjadi 12,1 juta rupiah. Inilah yang membuat compound effect memiliki kekuatan yang luar biasa. Keuntungan awal yang kita hasilkan tidak berhenti sampai disitu, tapi keuntungan ini akan menghasilkan keuntungan lagi. Dalam jangka waktu yang cukup panjang, kita akan melihat kurva pertumbuhan yang tidak naik lurus konsisten, tapi berkembang secara eksponensial. 

Dengan memulai investasi sedari awal, maka kita akan menghasilkan keuntungan yang menggulung dari hasil investasi yang kita tanam. Rute sejati dalam menuju kekayaan adalah dengan menyisihkan sebagian porsi dari pendapatan kita dan menginvestasikannya. Jadi, selama bertahun-tahun, efek compound interest-nya akan semakin bergulung. Ini adalah cara kamu membuat uang bekerja untuk kamu, bukan sebaliknya. Sebagai gambaran, dalam jangka waktu yang panjang, IHSG selalu bergerak naik, apapun kondisinya. Tentu saja, di sepanjang waktu ada koreksi harga. Tony menjelaskan jika harga saham turun 10% dari titik tertingginya, itu disebut sebagai koreksi harga. Sedangkan, apabila harga saham turun 20% dari titik tertingginya, itu disebut sebagai bear market. Yang paling penting, apapun keputusan yang kamu ambil, jangan berdasarkan ketakutan. Oleh karena itu, penting untuk dipahami kalau investasi adalah proyek jangka panjang. Jika terjadi resesi seperti yang mungkin terjadi sekarang di Indonesia, kamu mungkin akan kehilangan uang kamu dalam bentuk kerugian yang belum direalisasikan. Tapi, jika kamu tetap tenang, harga saham akan perlahan naik dan kekayaanmu akan bertambah. 

Investasi untung, pasti resikonya tinggi?
Sumber foto: economictimes.indiatimes.com

Investasi untung, pasti resikonya tinggi?

Ketika bicara soal investasi dan keuangan, menjadi orang yang cuek dan tidak mau tahu adalah sebuah musibah. Ketidaktahuan kita soal investasi bisa berpotensi membuat kekayaan yang sudah kita bangun bertahun-tahun bisa hilang dan bisa membuat keluarga juga ikut menderita. Tapi, kalau kamu mau belajar soal investasi dan keuangan, semua ini bisa dikelola resikonya. Kamu bisa memilih produk investasi mana yang bisa menghasilkan untung dan relatif lebih aman. Kalau di buku ini, Tony menyarankan kita untuk berinvestasi di index fund. Misalnya kalau di Amerika Serikat ada S&P 500. Jadi, S&P 500 adalah indeks pasar saham yang mengukur harga saham 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Mungkin contohnya kalau di Indonesia ada LQ45 atau IDX30. Namun, sayangnya kita tidak bisa membeli index fund di Indonesia. Namun, kita bisa melakukan hal yang serupa yaitu misalnya dengan membeli 10 saham dengan kapitalisasi terbesar di bursa dan membagi proporsi besarannya berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Cuma kekurangan dari cara ini adalah membutuhkan biaya yang besar. Namun, walaupun begitu, esensi pesannya adalah kita harus cari investasi yang potensi keuntungannya jauh lebih tinggi daripada resikonya. 

Pesan lain yang tidak kalah penting adalah diversifikasi investasi. Ini merupakan aturan wajib yang harus kamu pahami. Seperti kata pepatah, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Begitu juga dengan investasi, kamu jangan menaruh semuanya dalam satu jenis produk investasi. Misalnya, kamu taruh semua ke dalam emas atau saham atau properti. Idealnya kamu harus bisa menyebar investasi kamu ke jenis investasi yang berbeda untuk menghindari potensi kerugian yang muncul di masa depan. 

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.