Cara berpikir Positif dan Menerima Keadaan

Dalam setiap kejadian buruk pasti ada hal baik yang bisa kita tarik hikmahnya. Kita punya pilihan untuk menentukan apa yang kita rasakan dari situasi yang kita hadapi, baik ataupun buruk.

Kali ini saya akan membahas buku Peaks and Valley karya Spencer Johnson. Buku ini membahas soal bagaimana kita bisa melihat hidup dari sisi positifnya seburuk apapun yang terjadi dalam hidup kita. Buku ini ditulis oleh penulis yang sama dengan buku Who Moved My Cheese. Peaks and Valley memiliki pendekatan yang sama, yaitu menggunakan cerita fiksi untuk mengajarkan kita soal pelajaran hidup yang penting bagaimana melihat titik yang tinggi dan titik yang rendah dalam hidup. Mungkin bagi sebagian orang, ini adalah pelajaran hidup yang umum, tapi kadang hal yang awalnya kita pikir adalah hal yang umum, tapi ketika kita mendengarnya berulang-ulang, kita mungkin mendapatkan pencerahan baru atas pelajaran hidup tersebut.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Konsep Puncak dan Lembah
Sumber foto: selfharm.co.uk

Konsep Puncak dan Lembah

Cerita ini dimulai dari seorang pria yang tinggal di suatu lembah. Pria ini tidak puas pada hal apapun yang terjadi dalam hidupnya. Dia merasa hidup yang dijalani membosankan dan monoton. Hidupnya di lembah membuat pria ini sering melihat puncak yang menjulang tinggi. Pemandangan ini memberikan dia semangat dan ketenangan. Pria ini punya impian untuk mendaki salah satu puncak, walaupun begitu impiannya banyak ditentang oleh keluarga dan temannya. Mereka bilang buat apa harus ke puncak kalau hidup sudah nyaman di lembah? Namun, suatu hari, pria ini memutuskan untuk mendaki. Perjalanan yang dia alami tidak mudah dan butuh perjuangan yang luar biasa, hingga akhirnya pria itu berhasil berdiri di puncak gunung. Di sana, dia bertemu dengan seorang kakek yang tinggal di gunung. Pria itu tidak tahu kalau kakek itu merupakan orang kaya yang terkenal dan memiliki sebuah perusahaan yang besar. Kakek itu bertanya kepada pria tersebut, kenapa kamu terlihat tidak bahagia? Apakah kamu mau belajar soal filosofi hidup? Awalnya, pria itu ragu, tapi karena putus asa dengan hidupnya, akhirnya dia mengiyakan. Kakek itu mulai bercerita konsep puncak dan lembah. Puncak adalah momen ketika kamu menghargai apa yang kamu punya dan lembah adalah momen ketika kamu merindukan apa yang hilang. Untuk bisa meraih puncak yang lebih tinggi, orang itu harus mengatur lembahnya dengan baik. 

Maksudnya adalah, dalam hidup dan bekerja, merupakan hal yang alami ketika kita merasakan up and down. Apa yang kamu rasakan tidak hanya bergantung pada situasi yang kamu alami sekarang, tapi bagaimana kamu melihatnya. Kesalahan yang kamu buat hari ini dalam kondisi yang baik akan menjadi hal buruk di esok hari. Sedangkan, hal bijaksana yang kamu lakukan dalam kondisi yang buruk akan menciptakan hal baik di masa depan. Kuncinya adalah bagaimana kamu bisa menghargai dan menikmati setiap waktu yang kamu jalani. Jika kamu bisa mengubah situasi yang kamu hadapi sekarang, tentu saja itu hal yang bagus. Tapi, apabila tidak, kamu bisa memilih apa yang kamu rasakan. Kamu punya kemampuan untuk mengubah keadaan dari titik terendah menjadi titik tertinggi ketika kamu menemukan hal baik dari setiap kejadian buruk yang kamu hadapi. Pengetahuan ini akan membantu kamu mencari solusi untuk membuat situasi yang kamu alami menjadi lebih baik.

Lupa diri ketika berada di atas
Sumber foto: goalcast.com

Lupa diri ketika berada di atas

Oke, kembali ke cerita lagi ya. Pria tersebut merasa tercerahkan dari kata bijak yang disampaikan oleh si kakek. Ketika kembali ke lembah, dia mengingat semua yang diajarkan oleh si kakek dan bertekad untuk membuat kondisi hidupnya lebih baik. Lingkungan sekitarnya mulai menyadari ada yang berbeda dari pria itu ketika dia kembali dari puncak. Pria itu menjadi lebih efektif dan mampu mengatur dirinya dengan lebih baik. Hingga suatu hari, ada masalah datang di pekerjaannya, sistem pengiriman perusahaannya mengalami error dan dampaknya mereka kehilangan satu paket penting yang harus dikirim ke konsumen terbesar mereka. Bukan hanya itu, mereka juga kehilangan paket yang lain. Pria ini lalu teringat apa yang diajarkan oleh si kakek dan berusaha untuk mencari hal baik yang tersembunyi dalam kejadian buruk untuk membuatnya menjadi lebih baik. Keesokan harinya, pria ini memberi saran kepada bosnya kalau krisis ini adalah kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dalam sistem mereka dan akan meningkatkan performanya di masa depan. Bosnya senang atas usulan dia dan pria itu mendapatkan promosi jabatan. Ketika hidupnya semakin baik, pria itu menjadi sombong. Pelan-pelan, rekan kerjanya mulai menjauhi dia dan bosnya mulai mengkritik hasil kerjanya. Tidak lama kemudian, situasi menjadi semakin buruk, kondisi perusahaan juga tidak baik. Pria itu coba berpikir bagaimana untuk memperbaiki situasi ini, tapi dia tetap tidak menemukan solusinya. Hingga akhirnya, pria ini memutuskan untuk kembali mendaki gunung untuk bertemu kakek yang bijaksana.

Kadang, ketika orang semakin sukses, mereka lupa apa yang membuat mereka sukses. Kita bisa memiliki kejadian buruk yang lebih sedikit, apabila kita menghargai dan menjaga hal baik dengan bijaksana. Ego pribadi akan membuat kita menjadi arogan ketika kita berada di puncak dan menjadi takut ketika kita di bawah. Ego ini menghalangi kita untuk melihat kenyataan yang sebenarnya. Alasan utama kamu keluar dari titik puncak yang sudah kamu capai adalah arogansi yang ditutupi sebagai kepercayaan diri. Sebaliknya, alasan utama kamu menghabiskan waktu lama ketika kamu di bawah adalah rasa takut yang ditutupi sebagai rasa nyaman. Kamu harus belajar melihat kenyataan apa adanya. Jangan mempercayai hal di luar dari kenyataan, jangan merasa sesuatu lebih baik dari kelihatannya ketika kamu berada di puncak, dan jangan juga merasa sesuatu sangat buruk ketika kamu berada di bawah. Biasanya, apa yang kamu pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Tujuan membuat kamu bertahan dalam kondisi yang sulit
Sumber foto: coloradowildernessridesandguides.com

Tujuan membuat kamu bertahan dalam kondisi yang sulit

Cerita ini berlanjut, ketika pria itu bertemu dengan si kakek di puncak. Setelah menceritakan situasi yang dihadapinya, pria itu protes kalau konsep puncak dan lembah tidak berguna. Si kakek mendengarkan dengan penuh perhatian dan bilang kalau pria itu tidak menghargai hal yang dia miliki ketika dia di puncak dan ego dia yang mengakibatkan kondisinya sekarang berada di bawah. Pria itu lalu menyadari kesalahannya dan bertekad untuk memperbaikinya. Setelah itu, pria itu melihat puncak gunung yang lebih tinggi lagi dari puncak tempat dia berdiri bersama si kakek. Dia bilang kalau dia mau mendaki gunung itu. Si kakek memberikan nasehat, kalau perjalanan itu tidak mudah dan mengingatkan dia untuk mengikuti visi apa yang diinginkan untuk mencapai tujuannya. Si kakek minta pria itu untuk membayangkan kalau dia sudah berada di masa depan yang lebih baik di mana perjalanan untuk mencapai masa depan itu merupakan hal yang menyenangkan, bukan hal yang sulit. Semua nasehat ini disimpan baik-baik dalam hati pria tersebut. Hingga tiba saatnya, dia melakukan perjalanan menuju puncak yang lebih tinggi. Perjalanan mendaki gunung ini jauh lebih berat dari yang pernah dia alami sebelumnya. Hampir saja dia ingin menyerah, kemudian pria ini teringat nasehat si kakek soal visi apa yang ingin dicapai. Pria ini membayangkan kalau dia sudah berada di puncak dan melihat pemandangan dari atas yang luar biasa. Visi ini memberikan dia semangat dan kekuatan untuk terus bertahan hingga akhirnya dia sampai ke puncak gunung itu. Di sini dia belajar untuk melawan rasa takutnya untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Ketika dia kembali ke lembah, pria ini menjadi pribadi yang lebih baik. Hingga ketika ada krisis lagi di perusahaannya, pria ini berhasil mengatasi situasi dengan tenang dan perusahaan itu pun semakin sukses. Hingga suatu hari, pria itu mendengar kabar kalau si kakek sudah meninggal. Pria itu sangat sedih, namun berusaha untuk membuat situasi dengan lebih baik dengan menghargai jasa si kakek yang telah membantu memberikan arah bagi pria itu. Bertahun-tahun kemudian, pria ini kemudian menjadi tua dan menyebarkan filosofi puncak dan lembah agar orang lain juga bisa mendapatkan manfaat yang sama seperti apa yang pernah dia alami sebelumnya.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.