Cara Mengatasi Overthinking

Hidup terlalu singkat jika kamu menghabiskan waktu untuk cemas. Biarkan dirimu menikmati kebahagiaan dengan hidup di saat ini, tidak menyesali masa lalu dan tidak mencemaskan masa depan.

Kali ini saya akan membahas buku How to Stop Worrying and Start Living karya Dale Carnegie. Buku ini membahas bagaimana kita bisa berhenti cemas dan memikirkan sesuatu terus menerus. Banyak orang memiliki kebiasaan untuk cemas dan khawatir atas sesuatu yang belum tentu akan terjadi di masa depan. Seperti yang pernah dikatakan oleh filsuf dari Yunani bernama Plato, pikiran dan tubuh berhubungan erat satu sama lain. Bahkan, dokter terkenal Mayo bersaudara berpendapat, hampir setengah pasien di rumah sakit menderita frustasi, cemas, gelisah, dan putus asa. Arthritis misalnya, adalah salah satu penyakit yang bisa disebabkan oleh kekhawatiran. Ada juga kasus medis lain yang menunjukkan bahwa rasa khawatir dapat meningkatkan kemungkinan penyakit kejiwaan dan diabetes. Itulah sebabnya, kita harus hati-hati dengan perasaan khawatir dan cemas. Bukan cuma cemas dan khawatir, kadang kita juga suka kesal dengan hal kecil. Ingat, hidup itu terlalu singkat untuk hal seperti itu. Dale percaya, untuk mengubah lingkungan yang kita hadapi saat ini, harus dimulai dari mengubah diri kita dulu. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Kebingungan akan membuat kamu cemas
Sumber foto: health.harvard.edu

Kebingungan akan membuat kamu cemas

Apa yang kamu rasakan apabila ada orang yang bilang ke kamu pada hari minggu malam, kalau hari senin besok, kamu akan dijebloskan ke penjara untuk disiksa? Apakah kamu cemas? Mungkin saja. Tapi, ada caranya bagaimana kamu bisa mengatasi rasa cemas. Berdasarkan Herbert E. Hawkes yang merupakan dekan dari Columbia College, kebingungan adalah faktor utama dari cemas. Menurut Herbert, kebanyakan orang cenderung tidak menganalisa situasi yang dihadapi ketika mereka cemas, padahal ini merupakan langkah yang penting. 

Ada tiga langkah yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi rasa cemas. Agar lebih mudah dipahami, saya akan mengambil contoh dari apa yang dilakukan oleh Galen Litchfield pada tahun 1942, saat itu dia mendapat kabar kalau jenderal Jepang telah menemukan harta yang dia sembunyikan. Sebagai informasi, saat itu, Galen sedang berada di Shanghai, di mana pada masa perang dunia ke-2 Shanghai berada dalam jajahan Jepang. Situasi terburuk yang mungkin dialami oleh Galen adalah dia akan dipenjara di penjara rahasia untuk disiksa pada keesokan harinya yaitu hari senin. Galen mendengar informasi ini pada hari minggu malam dan berpikir apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Solusi dari masalah yang dihadapi oleh Galen dipecahkan melalui tiga langkah analisa. Pertama, cari fakta apa yang membuat kamu cemas. Galen lalu menuliskan kalau dia cemas karena mungkin dia akan disiksa hingga meninggal keesokan harinya. Kedua, analisa fakta itu. Galen berpikir,”Apa yang bisa saya lakukan?” Kemudian, dia menuliskan berbagai opsi yang bisa dia ambil, seperti kabur, jujur pada si jenderal, atau bertingkah normal seperti tidak terjadi apa-apa. Ketiga, ambil keputusan. Setelah menimbang semua opsi yang mungkin diambil, Galen memutuskan untuk mengambil opsi terakhir yaitu pergi ke tempat kerja dan bertingkah normal seperti tidak terjadi apa-apa. Keesokan harinya, ternyata, jenderal itu sudah tenang dan hanya memarahi Galen. Dengan menganalisa situasi yang buat kita cemas, mungkin hal ini akan menyelamatkan hidup kita. 

Hidup di saat ini, bukan di masa lalu atau masa depan
Sumber foto: zenergycyprus.com

Hidup di saat ini, bukan di masa lalu atau masa depan

Filsuf dari Yunani bernama Heraclitus pernah mengajarkan kepada muridnya kalau orang yang sama tidak akan mandi di sungai yang sama dua kali. Menurut saya, ini adalah ajaran yang cukup dalam. Melihat analogi ini, artinya dalam setiap momen, kita adalah orang yang berbeda, sederhananya setiap waktu sel yang berada dalam tubuh kita selalu mengalami regenerasi, jadi apakah bisa dibilang kalau kita merupakan orang yang sama? Jika kita bisa memaknai hal ini dengan lebih dalam, kita pasti akan mulai lebih menghargai saat ini, di sini kini, daripada sibuk hidup di masa lampau atau hidup di masa depan. 

Apakah kamu pernah membuat keputusan dalam hidup, kemudian kamu sering bertanya-tanya kalau saja saya mengambil pilihan lain bagaimana? Kecenderungan ini sering dialami oleh banyak orang. Kita sering bertanya-tanya, apakah yang kita lakukan adalah hal yang tepat? Apakah ada opsi yang lebih baik? Walaupun hal ini sering terjadi, bukan berarti tidak berbahaya. Hal ini sangat berbahaya ketika kamu ingin terbebas dari rasa cemas. Kamu harus sadar, apapun yang kamu pikirkan, masa lalu tidak akan bisa diubah. Sama halnya, ketika kamu mencemaskan masa depan. Penulis Stephen Leacock menceritakan seorang kisah anak yang suka bilang kalau saya sudah besar. Kemudian, ketika dia sudah besar, dia bilang lagi kalau saya sudah dewasa. Ketika dia dewasa, dia bilang kalau saya sudah menikah. Dan, ketika sudah menikah, dia bilang lagi, kalau saya sudah pensiun. Kemudian, ketika dia sudah pensiun, dia merasa hidupnya berjalan begitu cepat dan dia kehilangan momen penting dalam hidupnya karena sibuk memikirkan masa depan. 

Tips berhenti cemas
Sumber foto: experiencelife.com

Tips berhenti cemas

Ketika mengalami hal buruk, banyak orang terjebak dalam suasana hati yang sedih dan stress. Padahal, mereka punya pilihan yang lain yaitu, move on. Tapi, hal ini sangat sulit untuk mereka pahami. Mereka membiarkan diri mereka sendiri terjebak dalam penderitaan yang akhirnya membuat mereka tidak bahagia. Ternyata rahasia untuk keluar dari penderitaan ini yaitu dengan menggunakan stop loss. Ini adalah strategi dalam investasi saham yaitu ketika kita membeli saham dalam nilai tertentu, kemudian ternyata nilainya turun ke titik yang sudah kita tentukan. Maka, secara otomatis, saham itu akan dijual untuk menghindari jumlah kerugian yang lebih besar. Strategi ini bisa diterapkan juga dalam aspek lain dalam kehidupan. Sebagai contoh, Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln pernah berkata dia tidak pernah mendapatkan manfaat dari perselisihan, dan dia langsung memaafkan orang yang menyerang dia ketika mereka berhenti. Sama halnya, ketika kamu menjalani hubungan percintaan yang buruk. Kenapa kamu tidak memberikan batas untuk stop dan move on? Kenapa kamu masih terus bertahan dalam penderitaan? Kenapa kamu tidak memberikan dirimu kesempatan untuk bahagia? Pertanyaan seperti ini penting kamu tanyakan ke dirimu sendiri dan mulai mengambil keputusan untuk memasang stop loss pada hal yang membuatmu cemas.

Dale juga punya beberapa tips agar kita bisa melihat hidup dengan lebih optimis. Pertama, hindari balas dendam. Kenapa kita tidak boleh balas dendam? Hal ini disebabkan, kebencian kamu akan memberikan mereka kekuatan. Melainkan, lupakan saja hal itu. Memang tidak mudah, tapi percayalah hidupmu akan jauh lebih bahagia ketika kamu melepasnya. Kedua, jangan berharap orang lain akan berterima kasih. Ini adalah nasehat yang menurut saya bagus sekali. Ketika kita memberi, jangan berharap apapun, bahkan kata terima kasih. Hal ini karena manusia seringkali tidak ingat untuk menunjukkan rasa syukur. Jadi, ketika kamu memberi, daripada berharap orang lain berterima kasih, berikan dirimu perasaan bahagia saat memberi. Ketiga, jangan pernah hitung masalah. Melainkan, hitung berkat yang ada di hidupmu. Perspektif ini akan membuat kamu melihat dunia dari sudut yang berbeda. Kamu akan sadar kalau 90% dari hidupmu baik-baik saja, jadi kenapa harus fokus ke 10% yang tidak baik? Keempat, jadilah dirimu sendiri. Hindari untuk jadi orang lain. Setiap orang adalah pribadi yang unik. Jadi, apapun situasinya, jadilah dirimu sendiri. Kelima, berdoa. Apapun agama yang kamu anut, berdoa niscaya akan memberimu ketenangan batin. 

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.