Kenapa Game Among Us Bisa Viral?

Konsisten dan disiplin akan membuahkan hasil di masa depan. Ketika usaha kita telah bergulung menjadi bola salju, maka keajaiban akan terjadi.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari game Among Us yang baru populer setelah dua tahun kemudian berkat konsistensi tim developer kecil bernama Innersloth.

Among Us adalah game multiplayer yang cara mainnya mirip seperti game mafia atau kalau di Indonesia kita kenal dengan nama werewolf. Di permainan ini, kita bisa bermain dengan jumlah pemain dari berempat hingga 10 orang. Dari total pemain, kemudian akan dipilih secara random siapa yang jadi impostornya dan sisanya menjadi kru kapal angkasa. Kru kapal akan diberikan tugas dalam bentuk mini games untuk memperbaiki kapal yang rusak. Namun, ada impostor yang bertugas untuk melakukan sabotase dan membunuh para kru kapal. Kru kapal akan menang apabila berhasil menyelesaikan semua tugas untuk memperbaiki kapal atau menemukan semua impostornya. Sebaliknya, impostor akan menang apabila mereka berhasil menyabotase kapal atau membunuh kru kapal hingga jumlahnya sama dengan jumlah impostor dalam permainan itu. Permainan tebak-tebakan siapa impostor akan dimulai apabila ada salah satu pemain yang menemukan pemain yang dibunuh. Jika itu terjadi, maka permainan akan berhenti sementara dan akan dimulai pertemuan darurat. Di meeting itu, seluruh pemain akan berdiskusi siapa impostornya berdasarkan bukti yang tersedia, misalnya CCTV di peta Skeld, daftar orang yang masuk keluar dari pintu yang ada di peta Mira, dan indikator vital di peta Polus. Jika dalam meeting darurat itu telah terjadi voting secara mayoritas siapa impostornya, maka pemain itu akan dikeluarkan dari peta dan meninggal. Itulah kurang lebih sedikit informasi tentang permainan Among Us.

Fakta menariknya, ternyata Among Us sudah dibuat sejak tahun 2018. Namun, baru di tahun ini yaitu di tahun 2020, game ini berhasil menjadi fenomena global dan dimainkan oleh jutaan orang di dunia. Jadi, di tahun 2018, Innersloth yang merupakan developer dari Among Us telah meluncurkan game ini pada bulan Juni 2018 di Android dan sebulan berikutnya di iOS. Di Android dan iOS, game ini bisa dimainkan secara gratis, jadi Innersloth hanya mendapatkan keuntungan dari penjualan game dalam versi dekstop dan in-app games. Sejak awal diluncurkan, game ini tidak mengalami pertambahan jumlah pemain yang signifikan. Baru di bulan Agustus 2020, game ini tiba-tiba meledak di Android. Apa yang terjadi? Kenapa game ini bisa tiba-tiba viral setelah dua tahun?

red sus
Sumber foto: news18.com

Innersloth merupakan game developer kecil di Amerika Serikat. Awalnya, Innersloth hanya berdua, satu orang programmer bernama Forest dan satu orang animator bernama Marcus. Baru kemudian, tim-nya bertambah satu orang lagi bernama Amy yang merupakan artist dan juga si palu gada artinya dia mengerjakan apa saja mulai dari rencana penjualan merchandise hingga rencana game yang akan dibuat oleh Innersloth ke depannya. Forest dan Marcus bertemu karena mereka merupakan teman kuliah. Awalnya, mereka berdua tidak punya rencana untuk membuat game saat kuliah. Tapi, di dalam diri mereka, membuat game sebenarnya merupakan passion. Hingga akhirnya, mereka mendirikan Innersloth ketika mereka lulus. Bagi Forest dan Marcus, mereka berdua saling melengkapi. Marcus tidak paham soal programming, begitu juga dengan Forest yang tidak paham soal desain dan animasi. Jadi, mereka pikir hal itulah yang membuat mereka berdua cocok dan menjadi awal mula Innersloth didirikan. 

Perjalanan Among Us tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2018, setelah Among Us diluncurkan, rata-rata pemainnya hanya 30 hingga 50 orang dalam waktu yang bersamaan. Maklum saja, mereka hanya berdua dan tidak punya keahlian dalam menjual game-nya. Forest yang merupakan programmer bilang kalau Among Us pada saat peluncurannya tidak berjalan bagus. Hal yang sama juga diutarakan oleh Marcus yang merupakan animatornya, dia bilang kalau Innersloth tidak ahli dalam marketing. Innersloth sempat beberapa kali ingin menghentikan Among Us, tapi mereka terus melakukan perbaikan setiap minggu berkat dukungan dari jumlah pemainnya yang kecil namun aktif. Perlahan-lahan, efek bola salju-nya pun semakin menggulung dan jumlah pemainnya semakin meningkat. Forest bilang, sebenarnya kalau hanya dilihat dari sudut pandang bisnis saja, mereka pasti sudah lama berhenti berinvestasi pada game Among Us. 

game developent
Sumber foto: app.otta.com

Pada bulan Desember 2018, ada sebuah keajaiban yang muncul. Youtuber dari Korea Selatan bernama Kevin Choi menemukan game Among Us dalam sebuah iklan yang dipasang oleh Innersloth di Itch.io. Kemudian, Kevin memposting video dia memainkan Among Us di Youtube-nya dan membuat game Among Us menjadi populer di Korea Selatan. Kemudian, pada awal tahun 2019, ada seorang Youtuber dari Brazil dengan nama akun Godenot memposting video di Youtube-nya tentang permainan game Among Us. Godenot adalah seorang Youtuber terkenal dengan jutaan subscribers. Innersloth yang awalnya mau menghentikan game Among Us dari segi bisnis, akhirnya tidak jadi, karena mereka mendapat basis pengguna yang baru yaitu antusiasme yang tinggi dari Brazil. Hingga pada akhir tahun 2019, Among Us mendapatkan respon sangat positif di Brazil, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Semua hal ini membuat Among Us sudah mulai menghasilkan uang dan secara sistem, Among Us siap untuk jumlah pengguna yang lebih banyak lagi. Hingga pada pertengahan Juli 2020, banyak streamer yang mulai memainkan game Among Us di Twitch yang merupakan platform streaming video. Hal yang membuat game Among Us berbeda adalah game ini bukan hanya menarik untuk dimainkan, tapi juga menarik untuk ditonton karena pada dasarnya game ini punya banyak bumbu drama. Game ini membuat kita harus curiga satu sama lain, karena mungkin saja orang yang kita tidak sangka merupakan seorang impostor. Inilah yang membuat game ini sangat menarik. Ditambah lagi, game ini populer di kalangan streamer karena mereka bisa mengajak streamer lain untuk kolaborasi sambil bermain game bareng sekaligus mempromosikan akun mereka satu sama lain. Kepopuleran Among Us terus berlanjut sampai sekarang. Bahkan di bulan September 2020, game ini telah di-download lebih dari 100 juta kali. 

among us collab
Sumber foto: https://www.youtube.com/watch?v=wzRx3bt7VEw

Innersloth memberikan saran bagi kamu yang ingin menjadi game developer. Hal paling penting adalah lakukan saja. Kamu harus coba membuatnya untuk menunjukkan kalau kamu sebenarnya punya kemampuan untuk membuatnya. Marcus bilang, banyak temannya ingin membuat game seperti yang dilakukan oleh Innersloth, tapi mereka biasanya terjebak dalam fase ide atau perencanaan. Hingga akhirnya, mereka tidak buat apa-apa. Kalau sudah begitu, biasanya Marcus hanya bilang ke mereka, ayo coba dong buat saja. Tidak perlu bagus di awal. Kamu akan mendapatkan pengalaman setiap kali kamu membuat sesuatu. Menurut saya, ini saran yang bagus sekali. Kebanyakan orang berhenti di tahap ide atau mimpi saja, tapi hanya sedikit yang berani memulai dan mencoba untuk mewujudkan ide dan mimpi yang mereka inginkan. 

Hal lain yang menurut saya paling inspiratif dari kisah Among Us adalah the power of consistency. Ini adalah kekuatan disiplin dan konsisten hingga akhirnya mampu mewujudkan apa yang awalnya hanya mimpi hingga menjadi kenyataan. Coba bayangkan, apa yang terjadi jika Innersloth memutuskan untuk berhenti memperbaiki Among Us karena ketika diluncurkan hanya 30-50 orang yang rutin memainkannya? Tentu saja, Among Us tidak akan jadi fenomena global seperti sekarang. Ini adalah kekuatan konsistensi. Hal ini memang tidak mudah. Bagaimana kita bisa terus percaya kalau apa yang kita lakukan ternyata suatu saat bisa memberikan hasil yang luar biasa? Maka itu, kamu perlu kecintaan terhadap apa yang kamu lakukan. Kecintaan ini akan mendorong kamu untuk terus berkarya hingga akhirnya suatu hari, tanpa kamu sadari ada keajaiban yang terjadi. 

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.