Kriteria Investasi Saham Lo Kheng Hong

Carilah saham dari perusahaan yang baik tapi sedang salah harga. Ibaratnya, kita membeli mercy dengan harga bajaj. Itulah cara kita mendapatkan keuntungan dari pasar saham.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Lo Kheng Hong, salah satu investor saham terkaya di Indonesia. Bagi yang belum kenal Lo Kheng Hong, dia adalah investor saham yang dijuluki Warren Buffet Indonesia. Dengan gaya investasi fundamental, dia mencari saham dari perusahaan yang bagus untuk diinvestasikan jangka panjang. Bahkan, dia punya anggapan ibaratnya beli mercy dengan harga bajaj.

Lo Kheng Hong atau akrabnya disebut sebagai LKH lahir pada tahun 1959 dari keluarga yang sederhana. Dia merupakan anak tertua dari tiga bersaudara. Ayah dan ibunya berasal dari daerah terpencil di Pontianak dan mereka merantau ke Jakarta untuk mencari hidup yang lebih baik. Saat itu, kondisi ekonomi keluarganya cukup sulit. Bahkan, di beberapa kesempatan, LKH sering bilang kalau dulu dia pernah tinggal di rumah petak saat kecil. Setelah lulus SMA, karena kondisi ekonomi yang kurang mendukung, LKH tidak bisa langsung melanjutkan kuliah. Dia lalu memutuskan untuk mencari pekerjaan agar dapat mengumpulkan uang untuk kuliah. Saat itu, dia bekerja sebagai staf tata usaha dari Overseas Express Bank (OEB) di hari kerja dan kuliah jurusan Sastra Inggris di Universitas Nasional pada malam hari. Selama 11 tahun, LKH bekerja di bank OEB. Namun sayangnya, jabatannya tidak naik-naik karena bank itu tidak agresif dalam melakukan ekspansi usaha. 

Sumber foto: hrmagazine.co.uk

LKH pertama kali mengenal dunia saham dan investasi pada tahun 1989 ketika dia berusia 30 tahun. Uang untuk investasi saham dia kumpulkan dari gaji bulanannya. Walaupun gajinya kecil di bank OEB, LKH masih bisa menyisihkan uang untuk investasi. Dia merupakan pribadi yang hemat dan tidak suka membeli barang-barang konsumtif. Jika orang lain ketika mendapat uang lebih, kemudian dibelikan mobil atau ditaruh di deposito. LKH malah menggunakan uang itu untuk membeli saham. Saat itu, dia membeli saham dari PT Gajah Surya Multi Finance. Namun, bukannya mendapatkan keuntungan, saham yang dipilihnya malah turun drastis tak lama setelah IPO sehingga dirinya mengalami kerugian. Pengalaman ini tidak membuat LKH kapok dan menyerah. Dia belajar lagi soal saham dan rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk investasi, bahkan ketika gajinya naik. LKH belajar soal investasi saham secara otodidak dari buku tentang investasi Warren Buffet. Di rumahnya, dia punya 40 buku soal Warren Buffet dari berbagai penulis yang berbeda, bahkan ada beberapa buku yang dibaca 3 hingga 4 kali agar dia lebih memahami isinya. 

Pada tahun 1990, LKH memutuskan untuk pindah kerja ke Bank Ekonomi. Di sana, dia diterima di bagian pemasaran dan setahun kemudian dia dipromosikan menjadi kepala cabang. Enam tahun setelahnya, akhirnya LKH memutuskan untuk berhenti bekerja di bank dan menjadi full time investor. Keputusan ini dia ambil karena dia telah mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan dari investasi saham dan telah berpengalaman selama tujuh tahun. Hingga akhirnya, sekarang LKH dikenal sebagai salah satu investor saham terkaya di Indonesia. 

investasi
Sumber foto: money.cnn.com

Walaupun kaya raya, LKH punya keseharian seperti orang biasa pada umumnya. Setiap hari, dia melakukan tiga hal yang dia sebut sebagai RTI, reading, thinking dan investing. Ini adalah contoh rutinitas LKH setiap harinya. Dia bangun jam 6 pagi, duduk di taman, minum kopi, baca empat koran, lalu telpon perusahaan sekuritas langganan dan pesan saham yang ingin dibeli. Terkadang, dia juga menerima undangan untuk menjadi pembicara di beberapa forum. Menariknya, LKH boleh dibilang one man show. Walaupun kekayaannya semakin berlimpah, dia tetap punya prinsip untuk menjadi orang yang bebas. LKH tidak punya kantor, tidak punya pelanggan, tidak punya karyawan, tidak punya bos, dan tidak punya hutang. Semua properti yang dia punya, dibeli secara tunai tanpa cicilan. Bahkan, dia juga tidak punya sekretaris. Jadi, LKH meng-kliping dan mem-filing sendiri semua artikel tentang pasar modal dari koran setiap hari. Bukan hanya artikel, dia juga mencetak semua laporan keuangan perusahaan yang terkait. Semuanya, dia simpan berdasarkan nama perusahaannya sesuai urutan alfabet dari A sampai Z. Saya sangat salut atas konsistensi dan disiplin yang dia lakukan selama lebih dari 30 tahun. 

LKH suka menjuluki dirinya sebagai the sleeping investor artinya dia tidak terpengaruh pada fluktuasi harga saham jangka pendek karena dia membeli perusahaan yang fundamentalnya bagus dan mencari keuntungan jangka panjang. Sederhananya, sehabis beli sahamnya, ditinggal tidur, ketika bangun sudah untung. Namun, perlu diingat, kenyataannya tidak semudah itu. LKH juga sangat sibuk pada waktu tertentu, misalnya ketika perusahaan merilis laporan keuangan kuartal atau tahunan, dia memamerkan tumpukan koran dan sejumlah kertas HVS yang berisi laporan keuangan sejumlah perusahaan. LKH pernah bilang kalau pekerjaan dia setiap hari adalah mencari perusahaan yang “salah harga” di bursa. Dia membeli saham dari perusahaan bagus dan murah, kemudian disimpan dan menunggu dengan sabar. Hingga suatu hari, pasar saham sadar harga saham itu terlalu murah dan bergerak menuju harga wajarnya. Itulah cara LKH meraup keuntungan dari pasar saham. 

investasi jangka panjang
Sumber foto: seanest.com

Ada beberapa tips yang diberikan oleh LKH bila kita mau berinvestasi di pasar modal. Pertama, cari perusahaan yang punya manajemen yang baik. Perusahaan itu harus dikelola oleh orang yang jujur, profesional, dan punya integritas tinggi. Manajemen itu ibarat seperti kapten dalam sebuah kapal. Jadi, kalau kaptennya salah ambil jalan, maka bisa saja kapalnya jadi karam dan tenggelam. Kedua, beli saham dari perusahaan yang labanya besar. Jika kita berhasil membeli saham dari perusahaan yang labanya besar, itu ibarat kita memiliki mesin pencetak uang. Hal ini disebabkan ketika laba perusahaan besar, maka harga sahamnya dalam jangka panjang pasti akan mengikuti. Ketiga, pilih perusahaan dari industri yang baik. Hal ini penting dalam melakukan screening awal untuk membeli saham. Apabila sudah memilih industri yang baik, langkah selanjutnya adalah pilih perusahaan yang merupakan pemimpin pasar di industrinya. Biasanya, pemimpin pasar di industri yang baik, laba dan pendapatannya selalu bertumbuh setiap tahun. LKH sendiri suka dengan industri perbankan, consumer goods, dan batubara. Ingat, disclaimer on ya. Keempat, beli perusahaan yang salah harga. LKH punya perumpamaan yang menarik, yaitu ibarat beli mercy harga bajaj. Artinya, membeli saham dari perusahaan yang bagus, tapi dengan harga di bawah dari nilai sesungguhnya atau sering disebut sebagai saham undervalue. Kelima, jangan gampang panik. Investor saham harus tahu perusahaan yang dibeli sahamnya. Kebanyakan investor di pasar saham kebanyakan ikut-ikutan dan tidak mengerti saham apa yang dibeli. Nah, karena mereka tidak tahu, ketika harganya turun terus, mereka jadi panik dan kemudian buru-buru menjual. Semakin cepat seorang investor panik, artinya semakin menunjukkan kalau dia tidak tahu apa-apa mengenai saham yang dibelinya. 

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.