Tips Keuangan Li Ka-Shing, Orang Terkaya di Hongkong

Jalan menuju kekayaan dimulai dari pengelolaan uang yang baik. Kebiasaan ini akan membantu kita untuk mewujudkan mimpi yang kita inginkan dalam hidup.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Li Ka-shing, pengusaha dan investor terkaya di Hong Kong.

Li Ka-shing lahir di Guangdong, China pada tahun 1928. Dia lahir dari keluarga miskin yang pindah dari China ke Hong Kong pada tahun 1940 setelah serangan Jepang pada perang dunia kedua. Tidak lama setelah sampai di Hong Kong, ayahnya meninggal karena penyakit TBC. Peristiwa ini membuat Li terpaksa harus putus sekolah sebelum umurnya 16 tahun untuk bekerja di pabrik plastik. Selama hampir empat tahun penjajahan Jepang di Hong Kong, dia mengirimkan 90% gaji hasil bekerja di pabrik plastik untuk ibunya. Li punya etos kerja yang tinggi sejak muda, dia sering bekerja 16 jam sehari selama tujuh hari seminggu. Gaya kerjanya ini ternyata masih dia lakukan hingga Li berumur 89 tahun. Dia memulai karirnya sebagai salesman dan berkat kerja kerasnya dia dipromosikan menjadi kepala pabrik pada umur 18 tahun. Kemudian ketika dia berumur 22 tahun, Li berhasil membuka pabrik miliknya pada tahun 1950. Pabrik yang didirikan bernama Cheung Kong Industries yang memproduksi berbagai jenis plastik, tapi pabriknya paling terkenal karena produksi bunga palsu. Dari awal, Li sudah memprediksi kalau industri plastik akan populer dan dia benar. Bisnisnya berkembang sangat cepat hingga perusahaan miliknya berhasil mengekspor barang ke Amerika Serikat. 

prediksi trend
Sumber foto: marketingland.com

Walaupun Li tidak mengenyam pendidikan tinggi, dia merupakan orang yang rajin membaca dan kesuksesannya banyak berasal dari kemampuan dia untuk belajar secara mandiri. Sebagai contoh, di tahun pertama perusahaannya berdiri, Li melakukan pembukuan secara mandiri tanpa punya pengalaman akuntansi. Semua itu hanya dipelajari dia dari buku. Selain rajin membaca, Li juga punya intuisi yang bagus soal tren bisnis. Ketika bisnisnya makin berkembang, Li melihat adanya tren baru yaitu properti. Kesempatan ini tidak dia sia-siakan, Li langsung membeli banyak properti pada akhir tahun 1970-an hingga akhirnya membuat dia menjadi yang paling unggul dari bisnis properti. Walaupun begitu, Li punya prinsip pengelolaan keuangan yang bagus. Dia tidak mau berhutang untuk membeli properti. Jadi, semua properti yang Li miliki berasal dari modal yang dia punya. Prinsip bisnis lain yang dianut Li adalah reputasi dan loyalitas adalah kunci kesuksesan. Dia punya prinsip ketika dia bilang iya, itu adalah sebuah kontrak. Pada tahun 1956, Li pernah menolak tawaran keuntungan 30% lebih tinggi, hanya karena sebelumnya dia sudah menyetujui perjanjian kerjasama secara verbal dengan pembeli yang lain. Bagi Li, lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan reputasi. Prinsip ini yang selalu dipegang oleh Li dalam berbisnis. 

Li pernah membagikan tips bagaimana mengelola keuangan bagi anak muda yang baru lulus kuliah dan memulai karir. Tidak peduli seberapa besar pendapatan yang kamu miliki, bagi pendapatan kamu ke dalam lima kategori. Kategori pertama sebesar 30% yang berisi kebutuhan sehari-hari. Li menyarankan agar kita tidak boros dan makan makanan biasa saja setiap hari. Biasanya, ketika baru mendapat gaji, kebanyakan orang tergiur untuk segera membeli sesuatu. Dalam membangun kekayaan, bukan seberapa banyak yang kamu hasilkan, tapi seberapa bagus kamu mengelola keuangan yang kamu miliki. Kebiasaan ini harus dimulai ketika pendapatan kamu masih kecil. Kategori kedua sebesar 20% untuk networking dan pertemanan. Setiap bulan, ajak dua orang untuk pergi makan dan bayari mereka. Orang yang kita bayari adalah orang yang lebih bijaksana dari kita, lebih kaya dari kita, atau orang yang pernah membantu kamu dalam karir. Li menyarankan kita untuk melakukan ini setiap bulan dan selama bertahun-tahun, lingkaran pengaruh kamu akan semakin besar. Kamu harus menganggap ini adalah sebagai investasi kamu kepada mereka dan suatu saat di masa depan, kamu akan menerima manfaatnya. Kategori ketiga sebesar 15% untuk belajar. Setiap bulan, sisihkan uang untuk membeli buku. Atau, jika kamu bingung mau beli buku apa, kamu bisa nonton video yang ada di channel Si Kutu Buku sebagai referensi. Nantinya, kamu bisa menentukan buku apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut. Li juga menyarankan, setelah membaca buku, jangan lupa kamu harus mempraktekkan apa yang ada di buku itu. Selanjutnya, kamu juga harus mengajari orang lain dari pelajaran apa yang kamu dapat di buku itu. Dengan begitu, pemahaman kamu atas buku itu pasti akan meningkat. Bukan cuma buku, kamu juga bisa menggunakan uang di kategori ini untuk ikut training atau workshop. Kategori keempat sebesar 10% untuk jalan-jalan, kalau bisa ke luar negeri. Manjakan dirimu untuk jalan-jalan sekali setahun. Jalan-jalan akan membuka mata kamu soal dunia luar dan menambah pengalaman hidupmu. Setelah beberapa tahun, kamu pasti sudah mengunjungi berbagai negara, bertemu banyak orang, dan merasakan banyak pengalaman. Semua hal ini akan mengubah perspektif kamu soal hidup dan membantumu untuk tumbuh sebagai pribadi. Kategori kelima sebesar 25% untuk berinvestasi. Jangan pernah berhenti untuk menabung uang di tabunganmu. Gunakan uang ini sebagai modal awal untuk membangun bisnis kecil-kecilan atau berinvestasi di produk keuangan. Bisnis kecil relatif lebih aman karena dengan modal yang kecil kamu tidak akan kehilangan uang yang banyak. Tapi, ketika kamu mulai menghasilkan uang, pengalaman ini akan menambah keberanian dan kepercayaan diri kamu. 

mengatur keuangan
Sumber foto: futurity.org

Selain mengatur keuangan, Li punya beberapa pelajaran hidup yang bagus buat anak muda. Poin pertama, jangan berhenti bertumbuh. Ketika kita bekerja, pasti wajar apabila kita mendapat kenaikan gaji setiap tahun. Tapi, kenaikan itu bukan berarti kalau performa kita secara pribadi juga meningkat. Apakah tahun ini kamu mendapat tanggung jawab lebih? Apakah kamu mendapat kenaikan jabatan? Li menyarankan kita untuk jangan terlalu bergantung pada gaji. Kamu harus coba cari pekerjaan sampingan, kalau bisa di bidang penjualan. Kenapa? Karena di bidang sales itu menantang dan merupakan skill penting dalam hidup. Banyak orang sukses di dunia merupakan penjual yang ulung. Mereka punya kemampuan untuk menjual mimpi, menjual ide, dan menjual visi. Apabila kamu belajar caranya menjual, kamu akan memiliki kemampuan dan intuisi untuk tahu apa yang laku dan tidak, apa yang mungkin sukses dan tidak. Kedua, hidup sesuai kemampuan. Jangan menghabiskan uang untuk pakaian, jam tangan, sepatu, atau barang material lainnya. Kamu bisa membeli sebanyak apapun yang kamu mau ketika kamu kaya. Ketiga, jangan hidup di masa lalu. Apapun yang terjadi di masa lalu adalah masa lalu. Jangan terjebak pada kesalahan masa lalu. Tidak ada gunanya menangisi sesuatu yang terjadi di masa lalu. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, yang paling penting kamu belajar dari kesalahan itu. Sama halnya dengan peluang. Ketika kamu melewati sebuah peluang, jangan sedih, itu artinya peluang itu memang bukan untuk kamu. Keempat, kejar mimpimu. Ketika kebutuhan kamu sudah tercukupi, gunakan sisa uang yang kamu miliki untuk mengejar mimpi. Pada dasarnya, hidup bisa dibentuk mau seperti apa, karir bisa direncanakan, kebahagiaan bisa disiapkan. Semua itu dimulai dari sebuah perencanaan. Ketika kamu miskin, jangan banyak habiskan waktu di rumah, habiskan waktu kamu di luar. Ketika kamu kaya, lakukan sebaliknya. Saya memahami apa yang dimaksud oleh Li. Ketika kita miskin, kita harus menghabiskan waktu untuk mencari peluang dan berusaha sebaik mungkin. Sedangkan, ketika kita kaya, dengan waktu yang terbatas, kita harus banyak waktu di rumah, menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. 

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.