Bagaimana Proses Berpikir Kreatif?

Menjadi kreatif artinya kamu siap untuk menghadapi energi negatif yang menghalangimu. Mengalahkan energi negatif ini merupakan tahap penting untuk mewujudkan mimpi yang kamu miliki.

Kali ini saya akan membahas buku The War of Art karya Steven Pressfield. Buku ini membahas bagaimana membangkitkan kreativitas dalam diri seseorang dari musuh abadinya yang disebut sebagai resisten. Steven menginspirasi banyak orang untuk mengalahkan resisten dalam diri mereka. Agar berhasil, kita butuh keberanian dan formula yang tepat agar kita mampu mengubah passion menjadi panggilan hidup. Setiap orang punya dua jenis hidup yang berbeda, hidup yang sekarang kita jalani dan kemungkinan hidup di masa depan. Sebagai contoh, jauh sebelum Hitler menjadi diktator dan memulai perang dunia kedua, dia merupakan seorang seniman. Di buku ini, Steven akan membantu kita dalam mengalahkan resisten agar kita mampu merealisasikan mimpi yang kita inginkan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Resisten sebagai penghalang diri
Sumber foto: medium.com

Resisten sebagai penghalang diri

Apakah kamu merasa ingin melakukan sesuatu yang besar, seperti misalnya menulis novel, berwirausaha, atau membuat film? Apakah kamu punya mimpi yang ingin kamu kejar, tapi tidak kamu lakukan? Apakah kamu punya ide yang keren tapi kamu tidak melakukan apapun untuk mewujudkannya? Jika, jawabannya iya, berarti kamu mengalami sesuatu yang juga dialami oleh semua orang. Hal yang membuat kita kesulitan disebut sebagai resisten. Steven menjelaskan, resisten adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat, disentuh, didengar, atau dicium, tapi bisa dirasakan. Kita merasakannya seperti sebuah energi yang mengganggu kita saat mengerjakan sebuah karya. Ini adalah suatu hal yang negatif. Namun, perasaan ini merupakan kondisi yang normal dan dirasakan oleh semua orang. Menariknya, resisten justru memiliki pengaruh yang lebih kuat pada orang yang berpengalaman. Sebagai contoh, aktor Henry Fonda masih mengalami muntah dulu sebelum pertunjukan teatrikal, bahkan ketika dia berusia 75 tahun. Menjadi aktor yang sukses tidak membuatnya berhenti merasa takut setiap kali naik ke atas panggung. 

Resisten memiliki bentuk yang beragam. Rasa takut gagal, meragukan diri, atau menunda pekerjaan merupakan bentuk lain dari resisten. Semakin kuat passion atau panggilan jiwamu, maka kamu juga akan mengalami resisten yang semakin kuat. Resisten muncul ketika kamu ingin keluar dari kondisi yang lama dan mencari sesuatu yang baru dan lebih baik. Sebagai contoh, kamu ingin memulai bisnis, tapi resisten menghambat kamu dan bilang kalau kamu tidak cukup hebat untuk sukses. Atau ketika kamu ingin mendekati orang yang kamu suka, resisten bilang kalau kamu pasti akan ditolak. Resisten ini juga bisa muncul sebagai suara lain dalam diri kita. Suara ini memberikan asupan negatif untuk pikiran kita. Seperti contoh, suara dalam diri kita yang bilang diet bisa mulai besok aja, malam ini kita makan enak dulu. Resisten akan selalu menghambat kita untuk menjalani hidup yang kita inginkan, hanya bila kita membiarkannya. Setiap harinya, batin kita pasti bertarung untuk menjalani hidup seperti apa, hidup apa yang kita pilih? Pilihan ini harus kita buat setiap hari, apakah kita mau membiarkan resisten menang atau kita yang punya kendali untuk menentukan hidup kita seperti apa setiap harinya.

Cara bebas dari resisten
Sumber foto: entrepreneur.com

Cara bebas dari resisten

Filsuf Socrates pernah mengatakan sebuah paradoks kalau seseorang hanya bebas apabila dia telah menguasai dirinya sendiri. Jika tidak, maka dia membiarkan orang lain untuk mengatur hidupnya. Kamu punya kendali atas hidup yang kamu jalani sekarang. Kesal dengan bos kamu? Kerjaan gak sesuai passion? Kamu punya pilihan untuk mengubahnya. Kamu bisa memilih untuk melakukan sesuatu saat ini, sekarang juga, bukan besok atau lusa. Lakukan apapun yang bisa membuat kamu berada pada arah yang tepat. Kamu adalah tuan dari masa depan kamu sendiri. 

Cara terbaik untuk mengalahkan resisten adalah dengan menjadi pro atau menjadi profesional. Konteks profesional disini bukan sebatas pada profesi tapi merupakan ahli di bidangnya. Menjadi pro berarti kamu memperlakukan pekerjaan impian kamu sebagai pekerjaan kamu satu-satunya. Cintailah apa yang kamu suka hingga kamu rela mendedikasikan hidup kamu untuk menghasilkan sebuah karya. Sebagai contoh, ada seseorang yang pernah bertanya kepada penulis terkenal, Somerset Maugham, apakah dia punya jadwal rutin menulis setiap hari? Somerset menjawab,”Saya hanya menulis ketika ada inspirasi yang muncul. Untungnya, inspirasinya selalu muncul jam 9 setiap pagi.” Dari sini, kita belajar kalau seorang yang pro memiliki konsistensi yang dijalankan setiap hari. Tidak ada hal yang lebih penting daripada kita meluangkan waktu setiap hari untuk terus berlatih, hingga akhirnya suatu hari ada keajaiban yang muncul. Mungkin banyak orang yang penasaran, kenapa mereka bekerja sekeras itu? Alasannya sederhana, karena mereka mencintainya, mereka membutuhkannya, dan juga mereka menginginkannya. seseorang yang pro selalu melakukan hal yang dia cintai setiap harinya, tanpa alasan. Dia tidak akan mudah tergoda dari suara resisten dan bersedia untuk berkomitmen dalam jangka waktu yang panjang.

Kesabaran adalah kunci
sumber foto: ajourneythatonlylastsalifetime.com

Kesabaran adalah kunci

Untuk menjadi profesional butuh kesabaran dan kemampuan untuk fokus pada hal yang menghasilkan. Misalnya kamu punya mimpi untuk menjadi menulis buku. Kamu butuh disiplin untuk meluangkan waktu dan menulis setiap hari. Walaupun begitu, resisten tidak hilang begitu saja. Yang terjadi malah sebaliknya, semakin sering kamu menulis, maka tekanan resisten semakin kencang dan kamu akan mulai mempertanyakan dirimu sendiri, apakah ini adalah jalan yang tepat untuk kamu? Kamu bisa melemahkan suara ini dengan menjadi persisten. Pada dasarnya, menulis tidak sulit tapi memulai untuk menulis itu yang berat. Kamu hanya perlu paksakan diri kamu untuk terus menulis hingga akhirnya kamu sampai ke titik di mana momentum kamu bekerja dan tanpa sadar kamu sudah menyelesaikannya. Jangan fokus pada hasil akhirnya dan belajar untuk menikmati prosesnya. Ketika kamu terlalu cepat ingin selesai, maka apa yang kamu hasilkan menjadi tidak maksimal. Tidak masalah apabila prosesnya berjalan lebih lambat, itu adalah hal yang normal. Kesempurnaan butuh waktu dan kesabaran.

Ketika kamu fokus pada proses, kamu juga harus belajar menerima cobaan hidup. Kamu punya dua pilihan, berhenti atau lanjut. Jika kamu memutuskan untuk lanjut, maka kamu akan belajar bagaimana melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda sehingga kamu punya perspektif baru untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Oprah Winfrey adalah salah satu contoh yang baik bagaimana seorang profesional yang berhasil mengalahkan cobaan hidup. Saat awal karirnya, hanya sedikit orang yang percaya kalau talk show yang dipandu oleh wanita berkulit hitam akan laris di pasaran, hal ini disebabkan pada masa itu, talk show banyak dipandu oleh laki-laki kulit putih. Selain itu, Oprah juga mengambil pendekatan yang berbeda. Dia fokus pada kehidupan pribadi dan perasaan tamunya, hal ini berbeda dengan kebanyakan talk show pada masa itu. Walaupun begitu, Oprah tetap fokus pada visinya. Beberapa bulan kemudian, talk show Oprah merupakan acara pagi yang paling banyak ditonton di Amerika Serikat. Dia juga berhasil mengangkat topik sensitif yang jarang dibicarakan seperti obesitas dan bullying. Di tengah hujatan banyak orang, Oprah tidak berhenti dan menggunakan semua itu sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras, seperti layaknya seorang profesional.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.