Tips Pengaturan Keuangan Bebas Hutang

Jangan biasakan diri untuk berhutang apalagi untuk hidup di luar batas kemampuan. Mencapai keamanan keuangan dimulai dari tidak berhutang, punya dana darurat, hingga akhirnya memiliki pendapatan pasif dari investasi.

Kali ini saya akan membahas buku The Total Money Makeover karya Dave Ramsey. Buku ini membahas soal bagaimana mengatur keuangan pribadi, langsung dari maestro keuangan Dave Ramsey. Lebih dari 25 tahun yang lalu, Dave berusaha keras untuk keluar dari kebangkrutan dan hutang jutaan dolar. Di bukunya, Dave tidak menawarkan cara cepat, tapi cara yang sudah terbukti untuk membantu kamu keluar dari hutang dan mencapai kesehatan keuangan. Kesalahan keuangan yang kita alami biasanya terjadi karena kita membeli barang yang tidak kita butuhkan dengan uang yang tidak kita punya, hanya untuk pamer kepada orang yang tidak kita suka. Dave menuliskan tujuh langkah untuk mencapai keuangan yang kamu impikan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Mitos hutang dan dampaknya
Sumber foto: entrepreneur.com

Mitos hutang dan dampaknya

Di buku ini, ada data yang cukup mengagetkan. 88% mahasiswa yang lulus kuliah sudah punya kartu kredit sebelum mereka bekerja, 60% orang Amerika tidak membayar tagihan kartu kredit mereka, dan 49% keluarga Amerika hanya bisa bertahan kurang dari sebulan jika mereka kehilangan pendapatan mereka. Ini artinya banyak orang tidak bisa mengatur keuangan mereka dengan baik. Ada mitos juga yang bilang kalau hutang adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk menciptakan kekayaan. Padahal, hutang tidak selalu digunakan oleh orang kaya sesering yang kita pikirkan. Banyak orang biasa berhutang karena memang tidak punya uang. Ketika kamu berhutang, maka kamu tidak memiliki kebebasan untuk menggunakan uangmu sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Berdasarkan pada sebuah penelitian, 47% baby boomers memiliki hutang KPR, 41% punya hutang kartu kredit, 13% punya cicilan sekolah, dan 36% punya cicilan mobil. Butuh kemauan, disiplin, dan keberanian yang luar biasa besar untuk bisa keluar dari jeratan hutang. Dave juga memulai karirnya dengan mindset yang salah. Saat awal belajar cara jualan properti, Dave selalu diajarkan kalau berhutang itu perlu untuk membeli atau memiliki sesuatu, perlu untuk memulai bisnis, membeli rumah, membeli mobil, dan sebagainya. Banyak orang lupa, kalau hutang itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi bisa menjadi alat yang sangat berguna, tapi di sisi lain bisa melukai kamu. Itulah sebabnya perlu kita pahami untuk melakukan manajemen resiko ketika berhutang. Saat itu, Dave lupa soal resiko ketika berhutang, hingga akhirnya bisnis propertinya bangkrut dan dia punya hutang yang besar. Kenyataan pahit ini membuat Dave sadar kalau selama ini yang dia pelajari soal hutang adalah hal yang salah dan sangat berbahaya. 

Dave juga membahas antara hubungan manusia dan hutang. Ketika uang dipinjamkan kepada saudara atau teman, maka akan tercipta hubungan master dan slave di mana si pemberi hutang memiliki kuasa yang lebih tinggi daripada si penerima hutang. Tentunya ini di kasus yang umum ya, tapi di kasus lain kita juga sering dengar kalau si penerima hutang justru lebih galak daripada si pemberi hutang. Oke, lanjut lagi ke pembahasan kita. Jika kamu ingin menolong saudara atau teman, berikan uang sebagai hadiah. Hal lain yang penting adalah jangan mau jadi jaminan ketika orang lain berhutang. Secara statistik, ketika seseorang membutuhkan penjamin saat berhutang, kemungkinan besar orang tersebut tidak akan bisa membayar hutangnya. Intinya, kita harus menjaga agar tidak mencampuradukkan hubungan dan hutang. Jangan sampai hutang malah menghancurkan hubungan yang kamu punya dengan orang lain. 

Dana darurat wajib kamu miliki
Sumber foto: thebalance.com

Dana darurat wajib kamu miliki

Langkah pertama yang harus kamu ambil untuk mulai keamanan keuangan adalah dana darurat. Ini adalah baby step yang harus dimulai. Ibaratnya gini, jika kamu mau makan seekor gajah, tentu saja kamu tidak akan berpikir untuk makan gajah itu sekaligus. Pasti, kamu berusaha untuk makan dari satu bagian ke bagian lain, sedikit demi sedikit. Sama halnya dengan keuangan pribadi, kita tidak bisa memulai semua area secara bersamaan, tapi kita bisa mulai dengan dana darurat. Kenapa dana darurat merupakan hal yang sangat penting? Sebagai informasi, Money Magazine melakukan estimasi 78% dari masyarakat akan mengalami kejadian buruk yang besar dalam hidup mereka dalam kurun waktu 10 tahun, mungkin saja di-PHK, mobil rusak, kebutuhan berobat, dan sebagainya. Kamu harus bersiap jika kejadian buruk ini menimpa kamu. 

Idealnya, kamu harus memiliki dana darurat tiga hingga enam kali pengeluaran rutinmu. Untuk menentukan apakah kamu harus menyisihkan tiga atau enam bulan, tergantung profil resiko pekerjaan kamu dan juga tanggungan yang kamu miliki. Semakin tinggi profil resiko pekerjaan kamu misalnya, freelancer, pekerjaan berdasarkan komisi, dan sebagainya, maka mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk memiliki dana darurat dengan jumlah yang lebih besar. Walaupun begitu, dana darurat wajib dimiliki oleh semua orang, termasuk karyawan yang mendapat gaji bulanan. Hal ini tentu saja karena tidak ada yang memprediksi masa depan. Sama halnya, pada bulan Januari lalu, tidak ada yang bisa prediksi kalau wabah COVID-19 memiliki dampak yang besar dan berlangsung selama ini. Tapi, jika kita tidak memiliki dana darurat, maka tentu saja hal ini akan membuat kita berhutang di kemudian hari. Ingat ya, dana darurat itu bukan untuk investasi, jadi bentuk dana darurat ini harus likuid dan mudah dicairkan uangnya. 

Investasi untuk masa tua
Sumber foto: freepik.com

Investasi untuk masa tua

Dalam mengelola keuangan, 80% adalah soal psikologi dan bagaimana membentuk sebuah kebiasaan baik. Jadi, kamu harus fokus dulu untuk menyelesaikan langkah-langkahnya satu per satu. Mulai dari membayar lunas semua hutangmu, punya dana darurat, baru kemudian mulai investasi untuk masa pensiun. Banyak orang khawatir tentang kondisi keuangan mereka setelah pensiun. Apakah kita masih bisa hidup nyaman ketika pensiun? Dave menyarankan kita menyisihkan 15% dari gaji kita untuk tabungan pensiun. Ingat, keberhasilan tabungan pensiun itu bukan dari seberapa besar yang kamu sisihkan tapi seberapa awal kamu memulai. 

Bukan cuma untuk masa tua, setelah kamu bebas hutang, kamu bisa mulai membangun kekayaan melalui investasi. Gunakan uang dengan tepat, hidup sesuai kemampuan, dan mulailah berinvestasi. Jika kamu sudah mencapai di tahap ini, berarti kamu sudah berada jauh lebih siap daripada kebanyakan orang pada umumnya. Kamu akan menjadi kaya apabila imbal hasil dari investasi kamu lebih tinggi daripada penghasilan reguler kamu. Artinya, uang yang bekerja untuk kamu, tidak peduli kamu bekerja atau tidak. Dave percaya uang bisa membantu kamu hidup dengan nyaman, tapi juga bisa digunakan untuk membantu orang lain. Uang bukanlah tujuan, tapi merupakan alat untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan.  

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.