Jual Keripik, Omzet Milyaran | Zanana Chips Gazan Azka

Jual Keripik, Omzet Milyaran | Zanana Chips Gazan Azka

Usia bukan merupakan penghalang orang untuk mulai berbisnis. Semangat untuk belajar dan berani mencoba adalah modal awal untuk membangun bisnis yang sukses.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari pengusaha muda Gazan Azka Ghafara yang merupakan CEO dan Founder dari Zanana Chips. Buat yang belum tahu, Zanana Chips adalah keripik pisang asal Bandung yang sekarang omzetnya sudah milyaran dan diekspor ke berbagai negara. Selain itu, produknya juga tersedia di Indomaret, Supermarket, dan toko oleh-oleh. Yuk, kita simak perjalanan Gazan dalam menjadi pengusaha sukses seperti sekarang.

Pada usianya lima tahun, orang tua Gazan Azka Ghafara memutuskan untuk bercerai dan sejak saat itu dia tinggal bersama ibu dan kakak perempuannya. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga kurang begitu baik. Mamanya tidak memiliki pekerjaan formal, kakaknya masih di sekolah dasar, dan Gazan masih di taman kanak kanak. Jadi, untuk hidup sehari-hari cukup berat. Dia tidak pernah punya cita-cita untuk jadi pengusaha. Bahkan, ketika ditanya mau jadi apa setelah besar, dia selalu menjawab mau jadi artis. Ternyata, pada masa itu saat dia duduk di kelas 2 SMA, Gazan hanya tahu dua jenis pekerjaan setelah dewasa, entah itu pegawai kantoran atau artis. Karena dia gak mau jadi pegawai kantoran, makanya dia punya cita-cita untuk jadi artis. Hingga suatu hari, ibu temannya memberikan Gazan sebuah buku yang mengubah pemikirannya yaitu Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki. Setelah baca buku itu, dia baru tahu ternyata di dunia ini ada profesi namanya pengusaha. Dari situ, Gazan langsung jatuh cinta dengan profesi tersebut. Dia langsung bilang ke ibu temannya kalau ketika besar, dia ingin jadi pengusaha. Ibu temannya mendukung cita-citanya, bahkan dia juga berpesan kepada Gazan untuk rajin mengikuti seminar bisnis, seminar motivasi, dan membaca buku-buku soal orang sukses. Dari situ, setelah pulang sekolah, Gazan rajin membaca koran dan mencari seminar gratis. Berbagai seminar sudah dia ikuti, mulai dari seminar motivasi, seminar sukses, bahkan juga seminar MLM. Hingga suatu hari, ketika Gazan mengikuti seminar di Jakarta, di situ ada stand yang menjual buku The Power of Kepepet karya Jaya Setiabudi. Ternyata, buku itu merupakan buku incaran dia ketika mencari rekomendasi buku untuk pengusaha pemula. Setelah membaca bukunya, Gazan langsung bilang ke ibu temannya kalau dia mau jadi pengusaha bulan depan. Sebagai informasi, saat itu usianya baru 16 tahun. 

pengusaha muda
Sumber foto: smallbizdaily.com

Bisnis pertama yang dibuka oleh Gazan bukanlah Zanana Chips, tapi warung ayam tulang lunak yang diberi nama Warung Makan Ayam Razet. Bisnis itu dia dirikan berdua dengan temannya, masing-masing menyumbang modal 1,5 juta rupiah. Modal bisnisnya didapat oleh Gazan dari hasil meminjam uang tantenya. Sayangnya, bisnis warung ayamnya tidak bertahan lama, hanya bertahan satu tahun satu bulan. Bagi Gazan, alasan bisnisnya tidak berhasil, karena dia kurang ilmu dan warung ayamnya terletak di jalan yang sepi. Saat empat bulan pertama, bisnis warung ayamnya ramai karena Gazan mengundang temannya untuk makan di sana, dari teman SD, teman SMP, teman SMP, hingga teman komunitasnya. Setelah bulan kelima, dia bingung harus mengundang siapa lagi untuk makan di warung ayamnya. Saat itu, Gazan belum paham kenapa konsumen yang sudah pernah membeli, tidak kembali untuk makan lagi. Jadi, di bulan kelima hingga bulan ke-13, bisnisnya rugi terus hingga Gazan dan rekannya harus menalangi uang untuk gaji karyawan. Dari bisnis warung ayam yang gagal, Gazan belajar kalau dulu dia cari lokasi usaha, yang penting murah, tidak mencari yang bagus. Inilah yang membuat dia berjualan warung ayam di lokasi yang sepi banget, bahkan jarang dilewati oleh kendaraan. 

Perjalanan bisnis Gazan berikutnya pun dimulai. Tiga bulan setelah bisnis warung ayamnya bangkrut, dia berjualan risoles. Modal bisnisnya berasal dari guru BK yang suka memotong rambutnya yang gondrong. Waktu itu, Gazan diberikan modal dua juta rupiah. Awalnya, dia belum tahu mau bisnis apa, tapi hal itu tidak menghentikan Gazan. Ketika sedang mikir mau bisnis apa, dia teringat punya teman yang jago bikin risoles. Dari situ, Gazan langsung memutuskan untuk berjualan risoles, membeli gerobak bekas, beli kompor dan menggunakan peralatan bekas jualan ayam sebelumnya. Usaha keduanya hanya bertahan 1,5 bulan. Bagi Gazan, alasan kenapa waktu itu bisnisnya gagal adalah karena dia terlalu cepat membuat cabang baru. Waktu itu, Gazan sudah punya tiga cabang. Padahal, ketika kamu membuka cabang, toko awal kamu harus bener dulu, dari segi operasionalnya, kualitas produknya, dan pelayanannya, baru kemudian kamu boleh memutuskan untuk menambah cabang baru. Tapi, waktu itu, Gazan gegabah menambah cabang setiap kali melihat lokasi yang bagus. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Gazan sadar kalau lokasi sangat menentukan, makanya dia cepat sekali memutuskan untuk membuka toko baru. Cuma sayangnya, saat itu dia masih kurang ilmu, jadi tidak memperhatikan operasional toko yang harus diperbaiki dulu sebelum punya cabang yang baru. 

proses bisnis
Sumber foto: demeny.co.uk

Berbekal dua bisnisnya yang gagal, Gazan tidak berkecil hati. Hingga akhirnya, dia membuka bisnis baru yaitu Zanana Chips pada tahun 2012. Kali ini, dia melakukan pendekatan yang berbeda. Jika dulu Gazan langsung jualan tanpa tahu produknya dijual ke siapa, sekarang dia riset dulu siapa pembelinya, baru membuat produknya. Waktu awal membangun Zanana, Gazan melihat ada celah pasar, kalau ada orang yang mencari keripik pisang. Semua ini didapat dari survey yang dilakukan oleh Gazan ke 15 orang teman termasuk dirinya yang kesulitan mencari keripik pisang Lampung di Bandung. Dari situ, Gazan melihat ada peluang untuk berjualan keripik pisang. Selama membangun Zanana Chips, dia belajar kalau yang membuat sebuah produk menjadi viral, bukan karena artis atau selebgram yang mempromosikan produknya, tapi produk itu sendiri. Gazan mencontohkan, misalnya Zanana dipromosikan oleh selebgram yang punya 1 juta followers. Ketika selebgram itu mempromosikan Zanana, misalnya dari 1 juta followers, ada 5 ribu orang yang beli Zanana. Kemudian, ketika produknya sampai dan mereka suka produknya. Maka, 5 ribu orang tadi yang kemudian akan memviralkan produknya. Komentar positif ini akan membentuk efek getok tular pada produk Zanana. Intinya adalah, produk yang kita jual harus ada peminatnya. Apabila sudah, langkah berikutnya adalah buat produk sebaik mungkin agar tidak mengecewakan konsumen. Nah yang terakhir baru mulai mempercantik kemasan, promosi lewat influencer, dan sebagainya. 

Dalam perjalanan membangun Zanana Chips, Gazan mempraktekkan konsep lima tangga bisnis yang diajarkan oleh Jaya Setiabudi, mulai dari starting, profiting, systemizing, multiplying, dan investing. Saat di tahap starting, Gazan hanya fokus ke produknya, bagaimana caranya membuat orang suka dengan rasa dari Zanana. Di tahap itu, Zanana masih belum ada packaging yang cantik, belum endorse artis, dan belum fokus membangun brand Zanana. Gazan hanya fokus jualan dan membuat sebanyak-banyaknya orang mencoba Zanana. Jadi, saat itu, Zanana hanya dijual di kemasan plastik bening seharga 10 ribuan dan dijual ke teman-teman terdekat. Ketika bisnisnya berkembang dan orderan semakin banyak, bisnisnya baru naik ke tahap kedua yaitu profiting. Di tahap ini, Gazan sudah punya satu orang karyawan yang membantu bisnisnya dan sebagian besar pekerjaannya sudah didelegasikan ke orang itu. Itulah yang membuat Gazan punya waktu untuk memikirkan strategi ke depannya, mulai dari membuat packaging yang bagus, bikin media sosial, bikin promo produk, dan sebagainya. Apabila sudah, maka bisnis kita akan naik ke tahap ketiga yaitu systemizing. Di tahap ini, kamu harus merumuskan visi misi perusahaan, bagaimana membuat standar operasional dan membuat struktur organisasi. Barulah setelah itu, masuk ke tahap berikutnya yaitu multiplying. Di tahap ini, kamu sudah bisa membuka cabang baru atau lebih besarnya lagi membuka pabrik berdasarkan sistem yang sudah teruji di tahap sebelumnya. Kemudian di tahap terakhir adalah profiting. Di tahap ini, kamu mulai memikirkan bagaimana ekspansi bisnis. Inilah fase dimana uang menghasilkan uang. Misalnya, Gazan membantu karyawannya untuk membangun perkebunan pisang dan hasilnya kemudian dikirim ke Zanana untuk dibuat dalam bentuk produk jadi. Lima tahap inilah yang dipraktekkan oleh Gazan untuk membangun Zanana hingga bisa beromzet miliaran seperti sekarang.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.