Rahasia Teknik Presentasi yang Memikat

Menjadi pembicara yang handal merupakan keahlian yang bisa dipelajari. Jadilah dirimu sendiri dan gunakan cerita untuk membuat sebuah presentasi jadi menarik.

Kali ini saya akan membahas buku Talk Like TED karya Carmine Gallo. Sebelum kita mulai, buat kalian yang mau support channel ini agar terus berkarya, caranya gampang banget, kalian cukup klik subscribe dan nyalakan loncengnya. Dukungan kalian membantu banget supaya kita bisa rutin posting dan bersama-sama belajar di channel ini. Buku ini membahas soal kenapa presentasi TED Talk sangat menarik dan mampu menginspirasi jutaan orang di dunia? Bagi yang belum tahu, TED adalah akronim dari Technology, Entertainment, dan Design yang merupakan organisasi non profit yang punya misi untuk menyebarkan ide dalam format presentasi selama 18 menit atau kurang. Gaya presentasi TED telah menjadi referensi terbaik dalam hal public speaking atau seni presentasi. Sebagai contoh, ketika Carmine pergi ke Paris dan bertemu dengan sekelompok pengusaha muda. Mereka bilang kalau mereka bosan dengan pembicara gaya jadul yang menggunakan powerpoint. Jadi, apa yang dianggap sebagai suatu hal yang baru? Bagi mereka, itu adalah gaya TED. Tentu saja, ini bukan hal yang aneh. Kepopuleran TED merupakan sebuah fenomena global. Video TED Talks dapat dilihat secara gratis di internet dan telah dialihbahasakan ke lebih dari 100 bahasa di dunia. Jadi, apa rahasia sebuah TED Talk?

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Gunakan perasaan

Setelah mengamati lebih dari 500 TED Talk, Carmine menemukan benang merah di antara mereka semua. Salah satunya adalah bagaimana para pembicara sangat ahli dalam menggunakan perasaan. Mereka menggunakan kemampuan storytelling yang fokus pada perasaan penonton. Apakah kamu pernah dalam situasi ketika kamu harus presentasi, tapi bukan hal yang kamu sukai? Tentu saja, hasilnya pasti kurang baik. Ketika kamu bercerita dengan penuh passion, maka hal itu akan menjadi fondasi awal dari sebuah presentasi yang luar biasa. Kamu tidak akan bisa menginspirasi orang lain apabila kamu sendiri tidak terinspirasi pada topik yang kamu bawakan. Pada tahun 2012, grup peneliti ingin mengetahui hal apa yang membuat seorang investor memberikan uangnya pada sebuah startup? Dalam studinya, mereka mengobservasi bagaimana investor membuat keputusan berdasarkan presentasi selama 15 menit dari para founder startup yang sedang berusaha untuk mendapatkan pendanaan. Ternyata, salah satu faktor yang paling krusial dalam menentukan keputusan para investor adalah seberapa passion si pembicara saat presentasi. Menariknya, aspek ini ternyata lebih penting daripada tingkat edukasi, pengalaman, atau umur dari pengusaha itu.

Teknik berbicara yang penuh persuasif ternyata bisa dilacak jejaknya ke lebih dari 2,000 tahun yang lalu pada zaman Aristoteles. Pada masa itu, dia memaparkan tiga metode persuasi: ethos, logos, dan pathos. Ethos adalah soal siapa pembicara itu, seberapa kredibel dia dalam menjelaskan topik tersebut. Aristoteles percaya kalau perilaku pembicara tidak sesuai dengan apa yang dia katakan, maka pembicara itu akan kehilangan kredibilitas dan akhirnya berujung pada argumennya menjadi sulit diterima. Sebagai contoh, seorang dokter pasti akan lebih dipercaya jika bicara soal kesehatan daripada seorang akuntan. Kedua adalah Logos atau alasan. Ketika sosok seorang pembicara sudah dipercaya, maka langkah selanjutnya yaitu memberikan alasan. Kenapa orang harus peduli dengan ide yang kamu sampaikan? Apakah hidup mereka akan jadi lebih baik? Apakah mereka akan jadi lebih kaya? Apakah mereka akan jadi lebih bahagia? Kamu harus gunakan data, bukti, statistik, riset, dan sebagainya untuk mendukung argumen yang kamu buat. Ketiga adalah pathos. Orang baru akan tergerak berdasarkan apa yang mereka rasakan. Aristoteles mengatakan kalau cara terbaik untuk menggugah perasaan seseorang adalah melalui sebuah cerita yang pada akhirnya mampu menghubungkan seseorang satu sama lain dan menciptakan hubungan emosional yang kuat. Bagi Carmine, formula rahasia sebuah presentasi TED Talk yang menarik adalah 65% pathos, 25% logos, dan 10% ethos. Jadi, sebuah cerita memiliki peran yang sangat penting.

Sesuatu yang baru

Otak manusia suka pada suatu hal yang baru. Kita adalah makhluk yang penasaran. Itulah alasan kenapa kita suka membaca berita, untuk mengetahui apa yang sedang tren, atau hal apa yang terjadi sekarang. Elemen yang tidak terduga, tidak biasa, atau unik merupakan bumbu yang sangat menarik dalam sebuah presentasi. Jadi, kamu perlu untuk memasukkan sebuah informasi baru ke dalam presentasi kamu, sesuatu yang audiens kamu belum pernah dengar, dan kamu menyampaikannya dengan kalimat yang singkat, jelas, dan padat. Parameternya seperti ini. Jika kamu melihat wajah aha moment di audiens kamu, maka artinya kamu berhasil. Sebagai contoh, seorang penjelajah laut dalam bernama Robert Ballard memberikan argumen kenapa kita harus mengalokasikan uang lebih banyak untuk eksplorasi laut dalam. Ada dua fakta menarik yang dia bagikan. Pertama, anggaran tahunan NASA setara dengan anggaran National Oceanic and Atmospheric Administration selama 1,600 tahun. Kedua, gunung tertinggi di bumi tidak berada di daratan, tapi berada jauh di laut dalam. Informasi seperti ini yang mampu membuat orang memperhatikan apa yang kamu sampaikan. Selain itu, informasi ini juga mudah diingat, karena menggunakan perbandingan antara satu dan lainnya. Ketika kita belajar hal yang baru, otak kita akan melepaskan hormon dopamin yang fungsinya seperti tombol save. Jadi, semakin baru dan menarik informasi yang kita sampaikan, maka hormon dopamine-nya juga akan semakin banyak dilepaskan dan otak kita akan mengingatnya dengan mudah.

Ketika kita bicara soal hal baru, bukan cuma soal penyampaian informasi yang baru, tapi juga bisa melakukan suatu hal yang tak terduga. Pada TED Conference tahun 2019, Bill Gates melepaskan nyamuk saat membawakan presentasinya sambil berkata kalau setiap orang punya hak yang sama untuk merasakan penyakit malaria, bukan hanya bagi orang miskin saja. Hal ini Bill lakukan untuk mengingatkan semua orang di ruangan itu kalau penyakit malaria masih menjadi salah satu penyakit mematikan di beberapa negara tertentu. Dengan cara ini, Bill berhasil mengambil hati para audiens dan pesan yang disampaikan oleh Bill jadi mudah diingat oleh mereka.

Buat hal yang tidak terlupakan

Presentasi TED tidak lebih dari 18 menit dan ternyata ada alasan di baliknya. Hal ini disebabkan peneliti menemukan soal cognitive backlog, jadi ini adalah kondisi di mana terlalu banyak informasi sehingga orang kesulitan untuk menerima informasi baru. Kurator TED Chris Anderson pernah bilang kalau 18 menit merupakan waktu yang cukup panjang untuk menyampaikan sesuatu yang serius dan waktu yang cukup pendek untuk menjaga perhatian penonton. Selain durasi, poin penting lainnya adalah soal media presentasinya. Banyak presentasi TED tidak menggunakan slide presentasi, tapi ketika mereka menggunakan slide presentasi, maka kita tidak akan melihat bullet points. Slide presentasi yang ditampilkan biasanya berupa gambar, animasi, atau tulisan singkat. Hal ini disebabkan slide tersebut hanya merupakan alat bantu visualisasi sehingga ide yang disampaikan menjadi lebih hidup. Jika kamu tidak suka pakai slide presentasi, kamu bisa menggunakan kalimat deskripsi. Coba bayangkan kamu sedang berada di pantai yang indah. Kamu sedang berjalan di atas pasir tanpa alas kaki. Cuacanya sedang hangat dan kamu merasakan sinar matahari menyentuh kulitmu. Kamu juga mencium aroma laut yang khas lengkap dengan suara burung di pagi hari dan riuh ombak yang menenangkan jiwamu. Itulah cara kamu untuk menarik audiens ke dalam cerita yang ingin kamu sampaikan. Terakhir, yang paling penting adalah jadi dirimu sendiri. Menjadi original adalah hal yang paling penting. Audiens kamu akan sadar ketika kamu menjadi orang lain di atas panggung.

Versi animasinya bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.