Curhat Albert Einstein kalau Jadi Jenius Tidak Mudah

Menjadi jenius bukanlah hal yang mudah. Ketika kamu berbeda dengan orang lain, hanya sedikit orang yang bisa memahami kamu. Walaupun begitu, jangan pernah berhenti untuk melakukan apa yang kamu suka.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Albert Einstein, seorang ilmuwan jenius dan merupakan orang berpengaruh abad ke-19. Nama Einstein saat ini identik dengan orang jenius dan penemuannya yaitu E=mc2 telah dipelajari oleh jutaan murid di seluruh dunia. Albert merupakan salah satu ilmuwan terbaik sepanjang masa dan telah memenangkan penghargaan nobel dalam bidang fisika pada tahun 1921. Walaupun Albert saat ini dikenal sebagai orang yang jenius, hidup yang dia jalani tidak mudah, dia pernah dianggap bodoh dan tidak berguna. Namun, semua hal ini tidak mengecilkan dirinya, kecintaannya yang begitu besar pada matematika dan fisika membuat Albert tetap berkarya hingga akhirnya mampu berkontribusi positif bagi sejarah umat manusia. Saya akan menceritakan kisahnya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Albert Einstein lahir dari keluarga kelas menengah di Jerman pada tahun 1879. Ayahnya merupakan insinyur dan salesman terkenal. Era di mana ayahnya tinggal berbeda dengan era Albert lahir. Di era ayahnya, tidak ada lampu listrik, rumah pada masa itu masih menggunakan lampu gas dan minyak, selain itu, kuda merupakan alat transportasi yang umum. Dari era itu, teknologi berkembang cepat. Albert lahir di tahun yang sama ketika Thomas Alfa Edison menemukan bola lampu listrik. Setahun setelah Albert lahir, ayahnya pindah ke Munich untuk mendirikan perusahaan yang menjual peralatan listrik bersama pamannya. Usahanya pun sukses dan pada tahun 1855, keluarganya hidup dengan kondisi berkecukupan.

ketika kecil
Sumber foto: motherhoodtherealdeal.com

Jaman sekarang, nama Einstein suka diasosiasikan dengan kata jenius. Walaupun begitu, Albert kecil bukanlah anak yang berbakat. Dia baru bisa mulai berbicara ketika umurnya tiga tahun. Bahkan, orang tuanya sampai membawa Albert ke dokter untuk mengecek apakah dia punya masalah dalam tumbuh kembang atau tidak. Belakangan, Albert baru bercerita kalau pada masa itu, dia suka membentuk kalimat dalam pikirannya, tapi tidak pernah mengucapkannya, itulah yang membuat orang tuanya khawatir. Kehidupan Albert saat di sekolah dasar juga biasa saja. Nilai di pelajarannya cukup oke dan nilai yang paling menonjol adalah matematika dan fisika. Keberhasilan Albert dalam belajar bergantung pada kesukaan dia terhadap mata pelajaran yang diajarkan. Ternyata, kesukaan dia terhadap matematika dan fisika berasal dari perusahaan yang didirikan oleh ayahnya. Ketika berumur 4 tahun, ibunya baru tahu kalau Albert memiliki bakat dalam memahami mekanik seperti ayahnya, saat itu dia bermain dengan kompas yang diberikan oleh ayahnya. 

Pada tahun 1988, Albert masuk ke dalam sekolah SMA yang punya standar tinggi, misalnya mereka harus belajar bahasa Yunani dan Latin. Albert punya karakter yang unik, dia suka belajar dengan caranya sendiri daripada mengikuti panduan. Sikap inilah yang membuat Albert sering bermasalah dengan gurunya. Ketika dia berumur 10 tahun, Albert belajar dari pamannya yang bernama Jakob Einstein. Pamannya juga punya kebiasaan unik, dia suka membelikan Albert buku untuk tahun ajaran baru berikutnya. Dengan cara ini, Albert belajar sebelum kelas dimulai dan bisa mendapatkan nilai bagus tanpa aktif di kelas. Sebagai contoh, Albert belajar mandiri soal geometri Euklides pada umur 12 tahun dan kalkulus pada usia 15 tahun. Dengan begitu, dia jadi punya waktu untuk melakukan apa yang dia suka. 

genius teen
Sumber foto: shutterstock.com

Perilaku Albert yang suka semaunya sendiri, terbawa hingga ke jenjang kuliah. Saat itu, dia sering bolos di kelas yang tidak dia suka, dan memilih nongkrong di tempat ngopi. Agar bisa lulus ujian, Albert menulis ulang catatan dari teman sekelasnya, Marcel Grossman. Dengan cara ini, Albert berhasil memiliki nilai yang tinggi dan bahkan melampaui nilai Marcel. Dia tidak mengalami kesulitan apapun saat kuliah dan berhasil lulus dengan gelar sarjana pendidikan untuk matematika dan fisika. Saat itu, Albert ingin bekerja sebagai asisten profesor, tapi sayangnya tidak ada profesor yang mau menerima dia, karena karakternya yang suka memberontak. Setelah dua tahun tidak punya pekerjaan, ayah Marcel menawarkan Albert untuk bekerja sebagai asisten penguji di kantor kekayaan intelektual di Switzerland. Di sana, dia bertanggung jawab untuk mengevaluasi permohonan pengajuan hak paten untuk berbagai inovasi. Pekerjaan ini memberikan dia waktu bebas untuk belajar dan melakukan riset ilmiah tentang teori yang ada di kepalanya saat itu. 

Pada tahun 1902, Albert bersama dua temannya, Conrad Habicht dan Maurice Solovine, mendirikan grup “The Olympia Academy”. Mereka rutin bertemu di apartemen Albert untuk berdiskusi soal fisika dan filosofi. Grup ini mempunyai peran signifikan dalam perkembangan intelektual Albert. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1905, ini merupakan tahun ajaib bagi Albert. Di tahun itu, dia telah mempublikasikan empat karya ilmiah. Karya Albert memiliki kontribusi yang luar biasa dalam bidang fisika modern dan mengubah pandangan banyak orang soal waktu, massa, ruang, dan energi. Walaupun disebut sebagai tahun ajaib, semua karya ilmiah ini tidak membuat Albert terkenal. Beruntungnya, pada saat dia mempublikasikan karya ilmiah yang ketiganya soal relativitas, karyanya dilihat oleh Max Planck, yang dikenal sebagai ayah dari kuantum fisika. Max mengakui kecerdasan dari karya ilmiah Albert, bahkan Max pernah bilang kalau dia tidak pernah melihat karya seperti ini sejak jaman Isaac Newton. Kemudian, di akhir tahun, Albert mempublikasikan karya ilmiah yang berisi rumus E=mc2, yang menjadi basis ilmiah dalam energi nuklir. Perlahan-lahan, para akademisi mulai mengakui keberadaan Albert. Kemudian, pada tahun 1907, Albert memberikan konsep yang berbeda soal gravitasi dan usulannya diterima. Dari situ, imej dia sebagai ilmuwan semakin meningkat dan bahkan dia diundang sebagai dosen tamu di University of Bern, salah satu universitas paling populer di dunia pada masa itu. 

e = mc2
Sumber foto: tigaserangkai.com

Pada tahun 1921, Albert mendapatkan penghargaan nobel atas jasanya di bidang teori fisika dan penemuan hukum efek foto listrik. Penemuan ini merupakan karya ilmiah pertama yang dia publikasikan pada tahun 1905. Albert merupakan seorang yang visioner dan hidup di masa depan, oleh karena itu karyanya baru dihargai 15 tahun kemudian. Selama hidupnya, Albert telah mempublikasikan lebih dari 300 makalah ilmiah dan lebih dari 150 karya non ilmiah. Ada pelajaran menarik dari hidup Albert. Di tengah semua penolakan dari banyak orang dan sistem pendidikan pada masa itu, dia tidak pernah menyerah dan terus melakukan apa yang dia suka. Dia tidak membiarkan siapapun untuk mengubur mimpinya. Albert tetap fokus mengembangkan teori, eksperimen, dan riset, hingga akhirnya sejarah yang mencatat. Hidup memang tidak ada yang menyangka seperti apa. Coba bayangkan, Albert adalah anak yang punya kesulitan bicara saat usianya tiga tahun. Dia juga punya karakter pemberontak dan suka bolos masuk kelas. Kemudian, ketika Albert baru lulus kuliah, dia sempat menganggur selama dua tahun. Tapi, orang seperti itu merupakan ilmuwan jenius dan memiliki karya yang bermanfaat bagi umat manusia. 

Albert sadar jika kamu berbeda, orang lain pasti akan menentang kamu. Oleh karena itu, dia tidak pernah takut dengan kesulitan hidup dan terus melakukan apa yang dia cintai tanpa harus mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain. Albert merupakan pribadi yang pekerja keras, punya keinginan kuat, dan tidak gampang menyerah. Dia juga sering dijuluki sebagai ilmuwan gila, pemenang penghargaan Nobel, dan namanya merupakan sinonim dari kata jenius. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.