Cara Inovasi Produk Sukses | Zero to One

Perusahaan yang sukses bukan hanya melakukan sedikit inovasi, tapi berani melakukan inovasi yang jauh berbeda dari kompetitornya. Mereka tidak akan berkompetisi dalam pasar yang ada, tapi mereka akan menciptakan pasar yang baru. Itulah pemenang bisnis di masa depan.

Kali ini saya akan membahas buku Zero to One karya Peter Thiel. Sebelum kita mulai, buat kalian yang mau support channel ini agar terus berkarya, caranya gampang banget, kalian cukup klik subscribe dan nyalakan loncengnya. Dukungan kalian membantu banget supaya kita bisa rutin posting dan bersama-sama belajar di channel ini. Buku ini membahas soal filosofi dan strategi bagaimana sebuah startup bisa sukses. Semua ini berasal dari pengalaman Peter dalam mendirikan dan menjual Paypal, kemudian berinvestasi di Facebook, dan akhirnya menjadi miliarder. Peter adalah pribadi yang cukup unik. Dia merupakan pemain catur profesional di bawah umur 21 tahun, meraih gelar doktor dalam bidang hukum saat umurnya 25 tahun, dan menjual perusahaan dengan nilai 1.5 miliar dolar di umur 35 tahun. Buku ini akan mengajarkan kita cara baru melihat inovasi. Jika kita ingin membuat sesuatu yang sangat inovatif, artinya kita mulai dari 0 ke angka 1. Maksudnya adalah Bill Gates masa depan tidak akan membuat operating system. Larry Page atau Sergey Brin masa depan tidak akan membuat mesin pencarian. Pemenang masa depan tidak akan menang dengan cara-cara yang lama. Mereka tidak akan ikut dalam kompetisi karena bisnis yang akan mereka buat unik dan berbeda.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Monopoli tidak selalu buruk
Sumber foto: telecoms.com

Monopoli tidak selalu buruk

Jika sebuah perusahaan mampu monopoli berarti tidak ada perusahaan lain yang mampu berkompetisi dengan dia. Sebagai contoh, Google adalah contoh monopoli di bisnis search engine. Berdasarkan statscounter.com, Google menguasai 92 persen market share di bisnis search engine. Peter punya pemikiran berbeda soal monopoli. Bagi dia, monopoli adalah hal yang bagus bagi masyarakat. Kompetisi yang ketat akan membuat perusahaan berusaha mati-matian untuk bertahan sehingga fokusnya adalah efisiensi. Ini adalah pandangan yang cukup berbeda dari kebanyakan orang. Ada beberapa alasan sebuah perusahaan bisa melakukan monopoli pasar. Pertama, perusahaan melakukan strategi dan taktik yang curang terhadap kompetitornya. Kedua, perusahaan bisa monopoli pasar karena mereka mendapat kontrak atau lisensi dari pemerintah. Ketiga, perusahaan berhasil monopoli pasar karena produk yang mereka jual inovatif dan unik. Ketika Peter bicara soal monopoli, yang dimaksud adalah poin nomor tiga di mana perusahaan lain akan berguguran dalam seleksi alam dan hanya perusahaan terakhir yang mampu bertahan karena produknya yang inovatif dan unik. Dalam dunia yang statis, monopoli adalah pilihan yang buruk, perusahaan akan berusaha menaikkan harga setinggi mungkin karena mereka tahu konsumen pasti akan membeli. Tapi, di dunia yang dinamis, monopoli dapat meningkatkan kreativitas. Contoh nyatanya adalah hak paten. Ini adalah hak eksklusif yang dipegang oleh perusahaan untuk menggunakan teknologi yang mereka miliki sampai batas waktu tertentu. Hak paten akan memberikan perusahaan insentif untuk menciptakan sesuatu yang baru dan sekaligus mendapatkan keuntungan yang besar. Coba bayangkan kalau perusahaan farmasi tidak diberikan hak paten atas obat yang mereka ciptakan, apakah ada perusahaan yang mau menginvestasikan jutaan dolar hanya untuk menemukan obat atau vaksin dari penyakit yang ada di dunia? 

Untuk bisa bersaing di masa depan, startup atau perusahaan harus mampu berkembang dengan cara yang berbeda. Peter membaginya menjadi dua tipe. Perkembangan horizontal dan perkembangan vertikal. Perkembangan horizontal adalah ketika sebuah perusahaan membuat perubahan kecil sedikit demi sedikit. Dalam kegiatan ekonomi pada umumnya, perusahaan hanya mengikuti pola ini dan mencontoh sesuatu yang sudah ada dengan sedikit pengembangan. Ini merupakan cara lama. Pendekatan kedua adalah perkembangan vertikal. Ini merupakan cara kerja yang jauh berbeda. Perkembangan ini hanya bisa dicapai apabila kita melakukan sesuatu yang hampir seluruhnya baru, artinya kita bergerak dari 0 ke 1. 

Fondasi sukses perusahaan
Sumber foto: corporatemeetingsnetwork.ca

Fondasi sukses perusahaan

Awal dari semuanya adalah fondasi yang tepat. Jika kamu ingin membangun bisnis, kamu harus pilih co-founder-mu dengan baik, jangan pilih sembarang orang. Maksudnya adalah kamu harus lihat apakah integritasnya baik, saling melengkapi, dan ada visi yang sama antara kalian. Jangan berpikir kalau teman baik adalah co-founder yang potensial. Belum tentu. Banyak kasus, orang berhenti berteman ketika bisnisnya pecah kongsi. Memilih co-founder itu ibaratnya mencari pasangan untuk menikah, butuh komitmen panjang untuk selalu bersama selama bisnis berjalan. Untuk fondasi awal perusahaan, kamu harus membuat tiga keputusan besar soal ownership, possession, dan control. Ownership untuk menentukan siapa yang memiliki saham dari perusahaan. Biasanya, ownership dibagi antara founder dan investor. Tapi, juga bisa dibagi ke karyawan inti. Kedua adalah possession, siapa yang akan menjalankan operasional perusahaan dari hari ke hari. Di sini akan bicara soal pembagian tugas masing-masing orang, tanggung jawabnya apa saja, dan apa yang diharapkan dari masing-masing orang. Ketiga adalah control, siapa yang mengendalikan perusahaan? Biasanya merupakan dewan perusahaan yang terdiri dari founder dan investor.

Hal penting berikutnya adalah dalam hal merekrut karyawan. Ketika membangun perusahaan, kamu juga harus memikirkan budaya kerja apa yang ingin kamu ciptakan. Untuk menarik karyawan yang berkualitas, kamu harus beritahu mereka kalau perusahaanmu unik dan penting. Jangan berusaha untuk menarik mereka hanya berdasarkan gaji atau tunjangan pendukung. Yang kamu butuhkan adalah karyawan yang setia dan memiliki visi yang sama dengan kamu. Hal ini penting di saat awal membangun bisnis. 

Jangan lupakan sales dan marketing
Sumber foto: entrepreneurhandbook.co.uk

Jangan lupakan sales dan marketing

Membuat produk yang unik tentu saja penting. Namun, marketing adalah hal lain yang tidak kalah penting. Walaupun produk kamu unik dan bagus, tapi tidak ada yang tahu. Bagaimana orang bisa mencoba dan kemudian suka dengan apa yang kamu buat? Tidak peduli apakah kamu baru mulai berbisnis atau sudah besar, investasi pada sales dan marketing adalah prioritas utama. Untuk membuat penjualan kamu efektif, kamu juga harus mengetahui cara menjualnya. Ada contoh yang menarik. Sebelumnya, Peter merupakan co-founder dari perusahaan data analisis bernama Palantir. Perusahaannya tidak butuh banyak klien, karena satu kontrak klien yang deal bisa menghasilkan jutaan dolar. Oleh karena itu, CEO dari perusahaan ini yang bertugas langsung untuk melakukan deal-nya. Hal ini karena ketika kontraknya deal, klien pasti akan menghabiskan banyak waktu dengan level eksekutif perusahaan, itulah sebabnya hubungan personal sangat penting. Ada contoh lain, apabila satu deal hanya menghasilkan ratusan ribu dolar, tentu saja tidak efektif apabila CEO yang langsung bertanggung jawab, karena gajinya terlalu besar apabila hanya untuk mengerjakan hal itu. Maka itu, pilihan yang lebih ideal adalah dengan menggunakan tim penjualan untuk mewakili perusahaan. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.