Saran Mentor Terbaik Dunia | Tribe of Mentors

Dalam hidup, kadang yang kita butuhkan bukan jawaban, tapi pertanyaan yang lebih baik. Pertanyaan ini akan menghasilkan jawaban yang lebih jelas dan membantu kamu untuk bertumbuh.

Kali ini saya akan membahas buku Tribe of Mentors karya Tim Ferris. Sebelum kita mulai, buat kalian yang mau support channel ini agar terus berkarya, caranya gampang banget, kalian cukup klik subscribe dan nyalakan loncengnya. Dukungan kalian membantu banget supaya kita bisa rutin posting dan bersama-sama belajar di channel ini. Buku ini membahas kumpulan saran kehidupan dari para orang hebat di dunia. Kadang, pertanyaan yang lebih baik akan membantu kamu mencapai apa yang kamu mau dalam hidup. Itulah yang dilakukan oleh Tim, dia menanyakan 11 pertanyaan yang sama ke lebih dari 100 orang sukses di dunia. Hasilnya, kita akan mendapat banyak saran soal membangun kebiasaan, pelajaran hidup, bangkit dari kegagalan, dan makna kehidupan. 

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Kegagalan akan membantumu bertumbuh
Sumber foto: ssir.org

Kegagalan akan membantumu bertumbuh

Rick Rubin adalah seorang legenda di industri musik. Rick merupakan produser dari banyak artis mulai dari Linkin Park, Shakira, Eminem, dan masih banyak lagi. Selama karirnya, dia belajar kalau dia tidak bisa mengontrol penonton. Lagu yang awalnya dipikir bisa hits, ternyata tidak. Sedangkan lagu yang dipikirnya biasa saja, tapi kemudian bisa booming. Intinya adalah kita gak bisa kontrol bagaimana karya kita diterima oleh orang lain. Yang bisa kita lakukan hanyalah pasang standar yang tinggi pada setiap hal yang kita lakukan. Saya juga merasakan hal yang sama ketika membuat video untuk channel Si Kutu Buku. Saya sudah mengamati topik apa yang disukai oleh mayoritas subscriber Si Kutu Buku, tapi saya tidak akan pernah tahu hasil akhirnya seperti apa, apakah video yang saya buat ternyata sangat disukai atau tidak. Yang paling penting, saya selalu membuat video sesuai standar yang selalu saya jaga kualitasnya dan biarkan penonton yang menilai. 

Ada lagi hal yang unik soal kegagalan. Kegagalan bisa memberikanmu kebebasan dan kesempatan untuk pivot. Ketika album kedua Beastie Boys tidak memberikan hasil yang memuaskan, tentu saja mereka sangat kecewa. Tapi, di sisi lain, ketika kamu berada pada titik terendah, beban ekspektasi untuk harus berhasil menjadi hilang, karena tidak ada harapan untuk mempertahankan hasil masa lampau. Dengan begitu, grup musik itu berhasil menjadi kreatif dan fokus untuk membuat musik yang bagus. Tiga tahun kemudian, mereka berhasil mengeluarkan album ketiga dan sukses di pasaran. 

Kegagalan juga memberikanmu ruang untuk berpikir ulang tentang apa yang kamu lakukan saat ini. Penulis buku Steven Pressfield ditolak penulis selama 15 tahun. Suatu saat, Steve memutuskan untuk meninggalkan mimpinya sementara dan pergi ke Hollywood untuk menjadi penulis skrip. Ternyata, pengalaman ini membantu dia dalam membuat novelnya di masa depan. Hal yang sama juga pernah dirasakan oleh penulis buku Leo Babauta di tahun 2005. Saat itu, Leo dalam keadaan obesitas, terlilit hutang, dan kecanduan junk food. Ketika dia merasa cukup dan memutuskan untuk berubah. Leo menghabiskan semua energinya untuk mengembangkan kebiasaan baik, sebuah proses yang dia sebut sebagai Zen Habits, sebuah blog yang membantu 25 juta orang untuk merubah hidupnya. 

Dalam hidup, kita tidak akan pernah tahu, apakah sebuah kesuksesan atau kegagalan akan membantu hidup kita di masa depan atau tidak. Itulah sebabnya kita jangan fokus pada hasilnya, tapi pada prosesnya. Apakah kamu sudah melakukan yang terbaik? Apa yang bisa kamu pelajari dari kegagalan ini untuk lebih baik di masa depan?

Sabar dan jangan cari jalan pintas
Sumber foto: freedomsreach.com

Sabar dan jangan cari jalan pintas

Garyvee memberikan saran makro kesabaran dan mikro kecepatan. Artinya adalah kamu tidak perlu terlalu fokus pada apa yang terjadi 8 tahun ke depan, tapi kamu harus lebih fokus pada apa yang kamu lakukan 8 hari ke depan. Di level makro, banyak orang sangat tidak sabar, ingin buru-buru sukses. Sebaliknya, Gary sabar menunggu bertahun-tahun dan sangat aktif dalam hitungan menit di hitungan hari ke hari. Semua ditentukan dari apa yang kita lakukan setiap harinya. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Jerzy Gregorek, juara empat kali atlet angkat beban. Pilihan yang sulit akan membuat hidupmu mudah. Sedangkan, pilihan yang mudah akan membuat hidupmu sulit. Jerzy beranggapan, semua butuh proses dan tidak bisa instan. Jika kamu mempelajari kisah di balik kesuksesan seseorang, kamu pasti sadar berapa banyak waktu yang sudah mereka habiskan untuk sampai ke titik itu. Untuk mencapai titik tersebut bukan hanya soal ambisi, tapi disana juga ada passion dan kecintaan atas apa yang kamu lakukan. Semua ini tentu saja berasal dari pengambilan keputusan yang tidak mudah. Misalnya, bangun pagi setiap hari, pergi berolahraga rutin, memilih makanan yang lebih sehat, dan belajar hal baru setiap hari. Tentu saja, semua ini bukan pilihan yang mudah. Banyak pilihan yang lebih mudah tapi tidak akan membuat hidupmu mudah di masa depan. Pilihan sulit akan memaksa otak kita untuk terus berpikir, mencari solusi, dan tidak terjebak pada pola masa lampau. Pilihan yang sulit juga akan membuat kamu lebih bijaksana, lebih cerdas, lebih kuat, dan lebih kaya. 

Belajar untuk berkata tidak
Sumber foto: youtalk-insurance.com

Belajar untuk berkata tidak

Pemenang kompetisi poker dunia bernama Daniel Negreanu membagikan pengalamannya. Dulu, ketika ada orang yang menawarkan dia sesuatu. Daniel terbiasa untuk bilang,”Sepertinya oke. Coba saya cek jadwal saya dan kita akan coba diskusikan lagi nanti.” Tentu saja, Daniel tidak selalu 100% bermaksud hal itu, dia hanya ingin terlihat sopan saja. Tapi, hal ini justru berbahaya. Dengan berkata seperti itu, Daniel jadi dikejar-kejar untuk jadwal pertemuan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Dia belajar kalau cara dia seperti itu malah menghabiskan waktu orang lain dan membuat orang lain tambah kecewa. Jadi, Daniel melakukan pendekatan yang berbeda. Ketika ada orang yang menawarkan sesuatu kepada dia, dan dia gak suka. Daniel langsung tegas dan sopan bilang,”Terima kasih, saya sangat menghargainya. Tapi sayangnya, ini bukan sesuatu yang saya tekuni, tapi saya berharap proyek kamu berhasil.” Orang tersebut mungkin kecewa di awal, tapi dengan cara itu, Daniel jujur kepada orang tersebut dan tidak menghabiskan waktu satu sama lain. 

Kapan kita harus bilang tidak? Penulis buku Neil Strauss mengatakan, ketika kita berkata iya agar tidak merasa bersalah ketika bilang tidak, itulah tanda kalau kita harus bilang tidak. Ada tips lain dari Editor Majalah Wired Kevin Kelly. Jika ajakan itu untuk besok pagi, apakah kamu masih bilang iya? Kalau tidak, ya berarti itu tandanya kamu bilang tidak. Namun, terkadang, kita masih tidak tahu kapan harus bilang iya atau tidak. Jika begitu, itu adalah saatnya kamu mulai berpikir tentang tujuan apa yang ingin kamu capai dalam hidup. Apakah ajakan atau tawaran orang tersebut akan membantu kamu meraih tujuan yang kamu inginkan atau tidak? 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.