Ahmad Sahroni | Kisah Inspiratif Crazy Rich Priok

Memiliki impian adalah hak semua orang. Hidup seseorang di masa depan tidak ada yang tahu, ketika impian ditambah kerja keras dan doa, niscaya apa yang kamu impikan akan terwujud.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Ahmad Sahroni, yang dulu sempat terkenal sebagai Crazy Rich Priok.

Roni adalah seorang pengusaha sukses, sekaligus anggota DPR sejak tahun 2014. Walaupun sudah hidup sukses sekarang, ternyata perjuangan hidup Roni tidak mudah. Ahmad Sahroni lahir di Tanjung Priok, tumbuh besar dengan ibu dan neneknya. Ibunya berjualan nasi padang untuk membiayai kebutuhan keluarga sehingga Roni banyak menghabiskan waktu dengan neneknya. Pada tahun 1985, ada kebijakan pemerintah untuk memperbaiki aktivitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok yang menyebabkan warung ibunya nyaris bangkrut. Di masa itu, keluarga Roni hanya makan nasi dengan dua buah cabai sehari-hari. Kemudian saat dia di Sekolah Menengah Pertama, Roni membantu finansial keluarga dengan bekerja serabutan. Dia mulai mencari penghasilan sendiri dengan menjadi tukang semir sepatu dan ojek payung saat musim hujan. Dari kecil, Roni sudah ditempa oleh kehidupan. Hidup yang berat tidak membuat dia patah semangat. Ketika lulus Sekolah Menengah Atas, Roni tidak punya biaya untuk melanjutkan kuliah. Awalnya, dia bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan. Kemudian, Roni memutuskan untuk keluar dan bekerja di kapal pesiar antar benua. Di sana, dia bekerja di bagian dapur untuk membersihkan peralatan masak. Kondisi kerja yang dialami Roni sangat berat, dia bekerja 11 jam per hari. Kemudian, pada bulan ke-6, saat kapal ke Amerika Serikat, Roni nekat kabur ke Atlanta dan bekerja di sebuah restoran di Chinatown. Setelah dua tahun di sana, dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan kembali bekerja sebagai supir di sebuah perusahaan pengisian BBM untuk kapal. Ini merupakan titik di mana hidupnya mulai berubah.

pekerja keras
Sumber foto: occasionalplanet.org

Walaupun pekerjaan Roni merupakan seorang supir, tapi dia memiliki semangat juang yang tinggi untuk belajar dan ingin memperbaiki hidupnya. Roni juga mempelajari proses bisnis bosnya dan mengamati setiap kegiatan yang ada di perusahaan. Dia juga bersedia bekerja apa saja, mulai dari mencari konsumen, membeli bahan bakar, hingga proses pengisian bahan bakar ke kapal. Suatu hari, datang kesempatan dari bosnya. Roni diminta untuk menagih hutang ke perusahaan lain sebesar 1.7 milyar rupiah dan dia berhasil. Dari situ, bosnya mulai mempercayakan Roni untuk menangani hal-hal penting di perusahaan dan jabatannya pun pelan-pelan naik, hingga menjadi direktur dalam waktu tiga tahun. Tak lama kemudian, dia keluar dari perusahaan lamanya dan mendirikan perusahaan baru. Pelan-pelan perusahaannya berkembang pesat hingga sukses seperti sekarang. Bisnis yang dimiliki oleh Roni juga beragam, awalnya bisnis bahan bakar minyak, kemudian berkembang ke properti, hingga jual beli mobil mewah. Saat ini, Roni juga menjabat sebagai anggota DPR Komisi III dari fraksi Partai Nasdem.

Walaupun hidupnya sudah jauh berbeda dan bergelimangan harta, Roni punya prinsip yang selalu dia pegang, jangan jadi kacang yang lupa dengan kulitnya, artinya jangan melupakan darimana kita berasal. Roni tidak meninggalkan kawasan Tanjung Priok dan membangun rumah mewah di gang sempit yang ada di sana. Rumah mewah yang sekarang ditempatinya merupakan hasil renovasi dari rumah lamanya. Roni punya mimpi untuk membangun wilayah tempat tinggalnya. Sejak tahun 2003, Roni dan keluarga juga rutin membagikan sembako dan bantuan anak yatim di lingkungan sekitarnya. Itulah kenapa setelah sukses, Roni selalu berusaha untuk memberikan kebaikan untuk orang yang ada di sekitarnya yaitu di Jakarta Utara hingga akhirnya dia menjadi salah satu orang yang sangat dihormati di sana. 

donasi
Sumber foto: blog.mass.gov

Ada petuah yang masih diingat oleh Roni dari almarhumah neneknya. Walaupun hidup susah, yang penting punya akhlak. Itulah yang selalu diingat oleh Roni untuk selalu menjaga integritasnya. Ketika mengenang masa lalu, Roni sempat dihina oleh keluarga besarnya. Dia dan orang tuanya sering disebut sebagai maling oleh saudara mereka sendiri. Padahal, semua itu tidak benar. 

Ada cerita yang unik dari Roni. Dari kecil, dia suka bermimpi. Ketika naik angkot, Roni suka duduk di belakang, agar dia bisa melihat mobil di jalanan. Waktu jadi supir, setelah parkir mobil, Roni juga suka keliling tempat parkir sambil melihat-lihat mobil yang bagus. Dalam hati, Roni juga mimpi agar suatu saat punya mobil bagus itu. Bagi Roni, mimpi adalah salah satu kunci untuk meraih kesuksesan. Apabila kamu punya mimpi, harus dipelihara dan dijalankan, niscaya suatu saat akan terkabulkan. Mimpi sangat dibutuhkan karena dijadikan sebagai acuan. Acuan tersebut yang menjadi doa yang terus menerus diucapkan sambil berusaha sebaik-baiknya. Walaupun orang bilang mimpi kamu gila, kamu tidak harus memperdulikannya, itu hak kamu untuk bermimpi. Apabila nanti terwujud atau tidak adalah urusan belakangan, yang terpenting adalah kamu mengucapkan apa yang kamu impikan dari dalam dirimu sendiri, bukan atas paksaan orang lain. Roni mencontohkan, dulu ketika hidupnya masih miskin, dia punya mimpi untuk punya Ferrari. Saat itu, tentu saja, banyak orang menganggap dia gila, tapi Roni tidak peduli, dia tetap pada pendiriannya dan bekerja keras. Hingga kini, Roni telah memiliki 8 mobil Ferrari di garasi rumahnya. 

garasi ahmad sahroni
Sumber foto: oto.detik.com

Kunci sukses lain bagi Roni, selain mimpi dan kerja keras adalah lingkungan pergaulanmu. Ada petuah yang bilang, kalau kamu mau kaya, bergaul lah dengan orang kaya. Petuah inilah yang dipegang oleh Roni. Dulu ketika belum punya mobil, Roni nekad bergabung dengan Ferrari Escudo Club. Waktu itu, Roni pergi ke Parkir Timur Senayan, tempat berkumpulnya klub mobil Ferrari. Dari Priok, dia naik bus Mayasari. Di sana, dia bergaul dengan para anak konglomerat pemilik mobil Ferrari. Bahkan, Roni juga diberikan kesempatan oleh mereka untuk mencoba mobil Ferrari. Ketika pulang, Roni naik ojek dari Kemayoran atau naik bus Mayasari kembali lagi ke Ancol. Menurut Roni, faktor dia bisa diterima di klub Ferrari, karena mereka melihat Roni sebagai pribadi apa adanya dan tidak berpura-pura kalau punya Ferrari. Dia juga bisa membawa diri dengan baik dan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Bagi Roni, hidup itu tidak ada yang tidak mungkin. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana hidup kita di masa depan seperti apa.

Dari kisah sukes Roni, banyak orang juga kagum pada koleksi mobil dan barang mewah yang dimilikinya. Namun, Roni menekankan, jangan dilihat koleksi barang mewahnya sebagai barang mewah, tapi juga sebagai investasi. Roni memiliki banyak mobil mewah, khususnya Ferrari dan Tesla, bahkan salah satu mobil Ferrarinya memiliki warna yang hanya satu-satunya ada di Indonesia. Bagi Roni, dalam waktu 5-10 tahun, harga Ferrari bisa mencapai 2x lipat dari harga awalnya. Sama halnya dengan jam tangan Richard Mille yang dia koleksi. Waktu awal dia beli harganya 800 juta, tapi sekarang harganya sudah mencapai 3 miliar rupiah.

ahmad sahroni
Sumber foto: lifepal.co.id

Bagi Roni, pelajaran paling luar biasa dalam hidupnya adalah pelajaran perasaan, bagaimana menahan diri untuk tidak emosi, tidak marah terhadap orang lain. Bahkan sampai saat ini, ketika hidupnya berkelimpahan, dia juga masih sering menghadapi cobaan. Semakin tinggi pohon, maka semakin tinggi juga anginnya. Nantinya tinggal tergantung seberapa kuat akarnya. Itulah mengapa fondasi diri menjadi sangat penting.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.