Belajar Bilang Tidak untuk Hidup Bahagia

Belajar bilang tidak akan membantu kamu dan orang lain untuk menemukan kebahagiaan. Jujur dengan apa yang kamu rasakan akan membuatmu bebas dalam menentukan pilihan.

Kali ini saya akan membahas buku The Power of No karya James Altutcher. Buku ini membahas untuk belajar bilang tidak. Kata tidak kadang merupakan kata yang sulit terucap, tapi penting untuk mengetahui kapan kita harus bilang tidak. Apakah kamu sering bilang iya, padahal sebenarnya kamu merasa tidak? Misalnya, ajakan teman kamu buat nongkrong, kerjaan yang buruk, atau hubungan percintaan yang tidak serius? Ketika kamu belajar untuk bilang tidak, kamu akan menyelamatkan dirimu sendiri. Kamu tidak membuang waktu dan energi untuk hal yang sebenarnya tidak kamu inginkan. Dan pada akhirnya, kamu akan siap untuk mengatakan iya pada hal yang membuat hidupmu jauh lebih baik.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Pilih orang yang tepat
Sumber foto: elitedaily.com

Pilih orang yang tepat

Dalam hidup, kita punya waktu yang sangat terbatas. Setiap harinya kita pasti akan membuat pilihan, entah itu pilihan yang membuat kita bahagia atau malah membuat kita menderita. Tentunya, apabila kamu ingin hidup lebih baik, kamu harus memilih apa yang baik bagi hidupmu. Contohnya seperti ini, memilih untuk menolak ajakan untuk makan tidak sehat. Selain itu, jauhkan dirimu dari orang yang negatif. James memberikan tips yang menarik. Tuliskan daftar orang yang berinteraksi denganmu minimal 5 kali dalam seminggu. Setelah itu, berikan nilai dari satu hingga sepuluh tentang bagaimana interaksi kamu dengan dia. Satu adalah untuk interaksi paling buruk dan sepuluh adalah untuk interaksi yang paling baik. Jika kamu sudah memberikan nilai, mulailah untuk fokus pada orang yang kamu beri nilai delapan ke atas. Habiskan banyak waktumu dengan mereka dan kurangi waktu interaksimu dengan orang yang kamu beri nilai di bawah itu, apalagi di bawah angka lima. Awalnya, memang tidak mudah. Tapi, ini merupakan latihan untuk memilih siapa orang yang perlu ada di lingkaran terdekatmu. 

Ketika kamu dikelilingi oleh orang yang tepat, hidupmu akan jauh lebih bahagia. Penulis lain dari buku ini yaitu Claudia yang merupakan mantan istri James, punya kecenderungan yang unik sebelum dia menikah. Claudia punya kecenderungan untuk mengejar pria yang belum dan tidak siap untuk berkomitmen. Pada contoh kasus yang ekstrim, dia bahkan mengejar seorang pria hingga dua tahun, Claudia meyakinkan dirinya kalau dia jatuh cinta pada pria itu, padahal mereka hanya berjumpa 4 kali selama dua tahun. Akhirnya, dia sadar kalau ada yang salah dengan dirinya. Claudia punya kecanduan pada cinta yang bertepuk sebelah tangan. Dari situ kemudian dia belajar untuk bilang tidak, awalnya pada pria jenis itu dan selanjutnya pada kecanduannya. Untuk bisa pulih dari kecanduannya, Claudia bergabung dalam grup dukungan yang membantu mempersiapkan dirinya untuk hubungan percintaan yang lebih sehat. Hingga akhirnya, Claudia bertemu James dan menikah selama lima tahun.

Berhenti lakukan apa yang tidak kamu suka
Sumber foto: 10years9jobs.com

Berhenti lakukan apa yang tidak kamu suka

Bagi kebanyakan orang, kata tidak adalah kata yang tabu. Karena tidak enak hati dan berusaha untuk menjaga hubungan, kita cenderung bilang iya, padahal dalam hati sebenarnya tidak. Hal ini dapat berbahaya dan bukan hanya merugikan dirimu sendiri, tapi juga merugikan orang lain. Jika kamu berkata iya, padahal sebenarnya tidak, pasti dalam hati kamu pelan-pelan terbentuk kekecewaan dan kemarahan kepada orang yang minta tolong. Orang itu sebenarnya gak salah apa-apa. Contohnya gini, kamu minta ditemenin pergi nonton bioskop sama temen kamu karena dia habis putus dan butuh refreshing, tapi sebenarnya kamu ada pekerjaan yang urgent dan harus selesai. Cuma karena dia teman baik kamu dan kamu gak enak hati, akhirnya kamu mengiyakan ajakan itu. Tapi, sepanjang nonton, kamu bukannya senang, kamu malah jadi kesal. Kesal ke temen kamu yang ajak nonton di waktu yang tidak tepat dan kesal pada diri kamu kenapa mengiyakan ajakan itu. Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan sedari kecil, kita sudah diajarkan kalau bilang tidak itu artinya tidak baik, gak perhatian, gak penolong, melukai perasaan orang lain, dan sebagainya. Padahal, orang lain punya hak untuk meminta tapi kamu juga punya hak untuk menolak. Ketika kamu bilang tidak, kamu tidak menolak orangnya, tapi yang kamu tolak adalah permintaannya. Kamu tidak masalah dengan orangnya, tapi dengan permintaannya. Ketika kamu tidak berani menolak permintaan seseorang, di sisi lain, artinya kamu tidak percaya kalau dia bisa menerima penolakan kamu. Ketika kamu dan lingkaran terdekatmu bisa secara positif bilang tidak, maka hubungan kalian akan jauh lebih bahagia karena ada kejujuran dari masing-masing pihak.

Penting diingat, kamu tidak perlu untuk hidup sesuai ekspektasi orang lain. Kamu adalah pribadi yang unik dan kamu berhak untuk menulis jalan ceritamu sendiri tanpa harus melakukan hal yang tidak kamu suka. Jika kamu nyaman jadi karyawan, silahkan. Tidak perlu mengiyakan ajakan orang lain untuk jadi pengusaha. Sebaliknya, kalau kamu memilih jadi pengusaha dan berhenti dari tempat kerjamu sekarang, silahkan. Tidak perlu mengiyakan kata orang lain yang menakutimu soal masa depan menjadi pengusaha. James menceritakan pengalamannya. Suatu hari dia memutuskan untuk bilang tidak pada orang yang tidak bagus untuk dirinya dan juga pada hal yang tidak ingin dia lakukan. James mulai bilang tidak pada meeting yang tidak penting, orang yang tidak baik untuk dirinya, makanan yang tidak sehat, dan sebagainya. Setelah 6 bulan, hidupnya berubah. Dia bertemu Claudia yang akhirnya menjadi istrinya. James fokus pada ide yang dia suka dan menghasilkan uang. Dan menariknya, dia hanya butuh barang yang lebih sedikit dan barang tersebut memberikan dia kebahagiaan. Bagi James, hidup seperti itu adalah sebuah kebebasan, ketika dia bebas untuk menentukan pilihan dalam bilang iya atau tidak.

Katakan tidak pada hal yang berlebihan
Sumber foto: possibilitychange.com

Katakan tidak pada hal yang berlebihan

Punya rumah lebih besar, punya mobil lebih mahal, punya jam tangan baru. Sepertinya, hidup kita saat ini tidak ada habisnya. Sepanjang sejarah manusia, kita selalu hidup dalam kekurangan, maka itu nenek moyang kita hidup nomaden. Tapi, ketika zaman semakin maju, manusia cenderung mengejar sesuatu yang berlebihan. Bagaimana kalau kita mulai berkata tidak pada hal yang berlebihan? Apa yang terjadi dalam hidup kita? Ternyata, ketika kita berkata tidak, maka kita akan menyadari bahwa hidup yang kita miliki sekarang sudah berlebihan. Satu hal yang bisa kamu lakukan adalah menghitung berkah yang kamu miliki sekarang atau kata lainnya adalah bersyukur. Rasa syukur di sini artinya adalah rasa syukur atas hidup yang biasa-biasa saja, seperti misalnya kamu masih bisa bangun pagi, menghirup udara segar, masih punya tempat tinggal, dan sebagainya. Hal ini berarti kita melihat dunia bukan seperti gelas yang diisi setengah airnya. Tapi, kita bersyukur masih ada air dan masih ada gelas, sehingga kita tidak kehausan. Selain bersyukur, tips lain adalah mengganti keributan duniawi dengan keheningan. Cobalah untuk menyadari semua keributan duniawi, mulai dari berita online, gosip artis, atau hal lain yang buat pikiranmu campur aduk. Dalam keheningan, kamu akan bisa hadir 100% dan tidak terjerat dalam lingkaran cemas dan gelisah.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.