Kisah Inspiratif Founder MS Glow | Crazy Rich Bali

Dalam membangun usaha bukan hanya soal memperkaya diri sendiri, tapi juga dapat membantu orang yang kita cintai. Niat yang tulus akan memudahkan jalan dalam berbisnis.

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Maharani Kemala, salah satu founder dari bisnis MS Glow, merek perawatan kulit yang cukup terkenal dan banyak dipakai oleh artis. 

Rani awalnya bekerja sebagai marketing di salah satu bank BUMN di Bali. Dari bagian marketing kemudian dia pindah ke bagian frontliner. Ketika bekerja di bank, Rani merasa butuh uang tambahan, gajinya sebagai pegawai bank tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari karena habis untuk membayar cicilan. Kemudian, pada tahun 2014, Rani mulai berbisnis online yang sempat ditinggalkannya karena sibuk bekerja sebagai karyawan di bank. Awal bisnisnya adalah menjual baju bekas yang masih layak dengan konsep garage sale. Kemudian, dari situ, ketika Rani mendapat uang dari THR, dia menggunakan uang itu sebagai modal untuk berbisnis perawatan kulit. Dia menjadi reseller dengan menggunakan merek sendiri dan mengantar produknya ke rumah-rumah konsumen sehabis pulang kerja. Di masa itu, bukan hal yang mudah, walaupun sudah capek seharian bekerja, Rani dan suami masih harus packing dan mengantar pesanan hingga jam 2 pagi dan baru bisa tidur jam 4 pagi setiap harinya. Jalan menuju kesuksesan memang tidak mudah dan butuh proses panjang untuk mencapainya. Untungnya, karena menggunakan merek sendiri, Rani bebas menentukan harga jualnya, sehingga dia mendapatkan margin keuntungan yang lumayan besar. Setelah 6 bulan berbisnis, Rani memutuskan untuk membuka kantor karena perkembangan bisnisnya yang sangat cepat. Omzet di rekeningnya mencapai 700 juta rupiah, padahal modal awalnya hanya 3 juta rupiah.

packing
sumber foto: moving.com

Pertumbuhan bisnis yang sangat cepat membuat Rani dan partner-nya berpikir untuk segera mengurus proses legalitas produknya. Hal ini karena selama ini produknya hanya repackaging dan belum memiliki ijin edar BPOM. Dari situ, mereka memutuskan untuk membuat merek baru yaitu MS Glow setelah setahun menjalani bisnis perawatan kulit. Untuk produksinya, Rani dan partner memutuskan untuk menggunakan jasa maklon di Surabaya artinya pabrik itu yang akan mengurus produksi dan juga ijin edar mereknya, hingga akhirnya secara resmi merek MS Glow berdiri di tahun 2016. Sebagai informasi, merek MS Glow sendiri berasal dari nama founder dan partner-nya yaitu Maharani dan Shandy. 

Selain menjual langsung ke konsumen, sistem penjualan MS Glow juga menggunakan sistem reseller. Target utama dari reseller-nya yaitu ibu-ibu rumah tangga atau anak muda yang ingin mendapatkan keuntungan tambahan dari penjualan paket MS Glow. Saat ini, MS Glow telah memiliki jaringan reseller sebanyak 4,000 orang dan jumlah distributor mencapai 18 distributor yang ada di seluruh Indonesia. Perbedaan antara distributor dan agen hanya berdasarkan dari pengambilan paketnya, distributor memiliki ketentuan untuk minimal pembelian sebanyak 10,000 paket per bulan, sedangkan agen memiliki ketentuan untuk minimal pembeliannya sebanyak 1,000 paket per bulan. Berkat sistem ini, MS Glow mampu menjual jutaan pcs produk per bulan.

distributor
Sumber foto: aplususapharma.com

Menariknya, walaupun Rani tidak memiliki latar belakang sebagai dokter kecantikan, tapi dia mampu membuat merek MS Glow menjadi salah satu merek perawatan kulit yang cukup besar di Indonesia, bahkan dia juga memiliki beberapa klinik kecantikan. Rahasinya ternyata, dia sudah memiliki tim R&D sendiri untuk menghasilkan inovasi produk. Karena kiblat skin care-nya kebanyakan berasal dari Korea, setiap ada produk perawatan kulit yang sedang tren, pasti tim R&D-nya sudah mulai mempersiapkan produk terbaru dan dikemas dalam merek MS Glow. 

Ada satu momen yang mengubah hidup Rani dan membuatnya semakin mantap dalam berbisnis perawatan kulit. Saat awal merintis usahanya, Rani bertekad agar adiknya bisa kuliah kedokteran. Saat itu adiknya masih duduk di kelas 2 SMA dan Rani masih jadi reseller dengan produk lain. Walaupun adiknya juga tidak memaksa harus masuk kedokteran, tapi Rani ingin sekali membantu biaya kuliah adiknya. Dia ingin sekali menyekolahkan adiknya, karena sebenarnya Rani punya cita-cita ingin jadi dokter. Cuma karena kondisi ekonomi keluarganya saat itu tidak memadai, maka Rani tidak bisa melanjutkan untuk kuliah kedokteran. Tapi, Rani bertekad kalau dia akan menyekolahkan adiknya hingga lulus kuliah kedokteran. Adiknya memiliki minat yang tinggi sekali dalam bidang kedokteran, bahkan sejak SMA, adiknya telah lulus sekolah akupuntur. Bukan cuma punya tekad untuk menyekolahkan adiknya, Rani juga punya niat tulus lainnya. Ketika awal mendapatkan untung dari bisnisnya, Rani langsung memakai uangnya untuk membayar hutang orang tuanya. Dia merasa, selama ini bisnisnya cukup mulus karena niat tulusnya untuk membantu orang tuanya dulu, adiknya dulu, baru kemudian dia dan suami menikmati hasilnya. 

membantu keluarga
Sumber foto: buddyloans.com

Rani memberikan beberapa tips apabila kamu ingin mulai berbisnis. Pertama, harus percaya diri. Kamu harus yakin kalau kamu mampu menjual produk yang kamu punya. Kedua, manfaatkan teknologi. Rani bercerita kalau klinik kecantikan MS Glow ketika baru pertama kali dibuka di Bali, waiting list-nya langsung tiga bulan. Tentu saja, hal ini sangat luar biasa. Ada rahasianya, ternyata klinik MS Glow selalu memiliki teknologi tertinggi, bahkan pada saat itu, Rani berani menginvestasikan laser treatment yang didatangkan khusus dari Eropa dan hanya dimiliki oleh MS Glow. Selain itu, penjualan produk perawatan kulit dari MS Glow juga banyak menggunakan media sosial sebagai medium pemasarannya. Ketiga, jangan berhutang melebihi dari harta yang kita miliki. Pelajaran ini didapat Rani dari orang tuanya, karena di masa lalu, orang tuanya pernah mengalami kejadian yang sangat buruk. Oleh karena itu, prinsip Rani adalah jika ingin berhutang, maka harus punya aset dua kali hingga tiga kali lipat dari nilai hutangnya.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.