Tips untuk TIDAK Menunda Pekerjaan

Kamu bukan tidak punya waktu. Kamu hanya tidak bisa membagi prioritas secara benar. Lakukan hal paling penting di awal, maka harimu akan jauh lebih mudah.

Kali ini saya akan membahas buku Eat that Frog karya Brian Tracy. Buku ini membahas bagaimana kamu bisa jadi produktif dengan membuat skala prioritas. Dalam sehari, kamu pasti dituntut untuk mengerjakan banyak hal. Pekerjaan mana yang harus dikerjakan duluan? Apakah pekerjaan paling mudah dulu? Atau pekerjaan paling sulit dulu? Brian beranggapan, kita harus memulainya dari pekerjaan yang paling sulit dulu. Karena pekerjaan ini biasanya merupakan kegiatan yang paling sering kita tunda. Apalagi di zaman sekarang di mana kita pasti akan menerima banyak gangguan, entah dari luar diri atau dari dalam diri. Menentukan skala prioritas akan membuat kita berhenti menggunakan alasan tidak punya waktu dan mampu menyelesaikan pekerjaan paling penting yang sangat mendesak. Hasilnya, pekerjaan kita lebih efektif dan kita bisa punya waktu bersama orang yang dicintai dan melakukan kegiatan yang membawa kebahagiaan dalam hidup kita.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

Metode Eat that Frog
Sumber foto: artsy.net

Metode Eat that Frog

Mark Twain pernah berkata, jika hal pertama kali yang kamu lakukan setiap pagi adalah makan kodok hidup, maka kamu pasti akan menjalani hari dengan bahagia karena kamu sudah melewati sesuatu yang mungkin merupakan hal terburuk sepanjang hari. Di buku ini, Brian menggunakan istilah kodok itu menjadi suatu tugas yang penting dan besar, tapi pekerjaan itu merupakan kegiatan yang paling malas kamu lakukan. Tentu saja, dalam sehari, kita pasti melakukan banyak hal yang harus selesai di hari itu. Kuncinya adalah menjadikan hal yang paling penting dan paling susah dulu sebagai prioritas utama. Setelah itu, kamu baru melakukan hal lain yang kurang penting. Kebiasaan ini ternyata diadopsi oleh para pemimpin hebat di dunia. Sebagai contoh, Jeff Bezos selalu menaruh meeting paling penting di pagi hari, karena itu adalah momen ketika dia akan membuat keputusan besar dalam bisnisnya. Ada alasan lain kenapa metode eat that frog cukup efektif. Metode ini memberikan kita energi untuk menyelesaikan hal yang paling kompleks. Di zaman sekarang, pekerjaan penting pasti merupakan tipe pekerjaan yang menguras banyak energi dan pikiran seperti membuat strategi, menulis, kemampuan problem solving dan sebagainya. Itulah mengapa kita memfokuskan energi terbesar kita untuk menyelesaikan pekerjaan terpenting, agar kita tidak terganggu oleh gangguan dari luar seperti email, meeting, dan chatting atau juga gangguan dari dalam seperti rasa malas dan sikap menunda pekerjaan.

Masalah terbesar perusahaan atau organisasi zaman sekarang adalah kegagalan saat eksekusi. Banyak orang tidak bisa membedakan antara aktivitas umum dan pencapaian. Mereka sibuk melakukan meeting dan membuat rencana yang bagus, tapi mereka lupa, ada hal yang paling penting, mengerjakannya dengan sungguh-sungguh hingga berhasil. Sebagai contoh, jika kamu ingin jadi penulis terkenal, punya bisnis online, atau ingin punya hobi baru. Semua ide itu bisa saja muncul di pikiranmu, tapi tidak ada gunanya, kalau kamu tidak segera bekerja dan mengerjakannya hingga menghasilkan sesuatu. Ini merupakan kedisiplinan yang harus dibangun setiap hari agar jadi kebiasaan sukses di masa depan.

Cara kerja Eat that Frog
Sumber foto: buzz-thepanel.com

Cara kerja Eat that Frog

Sepanjang karirnya, Brian menemukan satu kenyataan sederhana. Kemampuan untuk fokus pada satu pekerjaan yang paling penting adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Setiap pencapaian besar dalam sejarah umat manusia berasal dari pekerjaan panjang yang penuh konsentrasi hingga akhirnya menjadi kenyataan. Gunakan kemauan kerasmu untuk fokus menyelesaikan pekerjaan paling penting, makan kodokmu dan jangan berhenti sampai selesai semuanya. Jika kamu sudah menyelesaikan pekerjaan paling sulit, terus apa yang harus kamu lakukan? Brian menuliskan metode ABCDE. Ini merupakan daftar pekerjaan yang harus kamu lakukan dalam sehari. Jadi, kamu membagi daftar pekerjaanmu ke dalam 5 alfabet. A untuk pekerjaan yang harus kamu lakukan. Ini merupakan pekerjaan yang kamu identifikasikan sebagai kodok dalam harimu. B adalah pekerjaan yang seharusnya kamu kerjakan. Kamu tidak boleh mengerjakan pekerjaan yang ada di daftar B, jika kamu belum menyelesaikan pekerjaan yang ada di daftar A. C adalah daftar pekerjaan yang bagus jika kamu selesaikan, tapi tidak ada konsekuensinya bila kamu kerjain atau tidak. D adalah daftar pekerjaan yang bisa kamu delegasikan ke orang lain. Sedangkan, E adalah daftar pekerjaan yang bisa kamu singkirkan, karena tidak memberikan dampak apapun. Ini merupakan teknik untuk menentukan skala prioritas kamu dalam sehari. 

Mungkin setelah kamu membagi semua pekerjaan dalam sehari, kamu masih menemui kesulitan. Kenapa kodoknya terasa begitu sulit dan tidak tahu harus mulai kerjakan dari mana. Brian memberikan tips ada dua teknik yang bisa kamu lakukan. Pertama adalah Salami Slice. Salami adalah sosis daging yang biasanya dijual dalam bentuk irisan dan digunakan untuk isian sandwich, topping pizza, atau hidangan lainnya. Intinya, kita harus membagi pekerjaan yang paling penting ini menjadi ukuran paling kecil, sehingga akan memudahkan kita untuk menyelesaikannya. Menariknya, ketika kita mulai membagi pekerjaan ini menjadi potongan yang lebih kecil, tanpa sadar, kita sudah menyelesaikan semuanya. Teknik kedua adalah swiss cheese. Kita memperlakukan pekerjaan seperti swiss cheese yaitu dengan membolonginya. Contoh nyatanya adalah dengan menyetel berapa lama kita harus mengerjakan suatu pekerjaan yang spesifik. Misalnya, dalam waktu 15 menit, kita harus bisa menyelesaikan 3 slide konsep bisnis dalam presentasi. Teknik ini bertujuan agar kamu memiliki momentum dan rasa pencapaian ketika kamu berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan penting yang kecil dalam waktu yang ditentukan. Perasaan ini akan membuat kamu terus bekerja hingga akhirnya pekerjaan itu selesai.

Buat waktumu produktif
Sumber foto: medium.com

Buat waktumu produktif

Ada penelitian menuliskan kalau rata-rata pemilik mobil menghabiskan waktu 500 hingga 1,000 jam per tahun ketika berkendara dari satu tempat ke tempat lain. Walaupun kamu tidak mengendarai mobil, apabila kamu tinggal di kota besar seperti Jakarta, kamu pasti menghabiskan banyak waktu di jalan. Ini merupakan waktu yang sangat panjang dan bisa digunakan untuk mengembangkan diri. Itulah sebabnya, Brian menyarankan kita untuk memanfaatkan waktu ini sebaik-baiknya. Kamu bisa menggunakan waktu ini untuk mendengar podcast, audiobook, atau bisa juga dengerin podcast si kutu buku. Jika kamu bisa memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya, ini merupakan momen yang bisa meng-upgrade diri kamu untuk mencapai kesuksesan. Jadikan belajar menjadi aktivitas seumur hidup. Tips lain yang bisa membuat kamu produktif adalah buat janji dengan dirimu sendiri. Charlie Munger, rekan bisnis dari Warren Buffet, punya kebiasaan unik ketika dia masih muda. Saat dia masih jadi pengacara, Charlie berpikir, siapa klien yang paling penting. Tentu saja, klien paling penting adalah dirinya sendiri. Itulah yang membuat dia menjadwalkan satu jam setiap hari untuk dirinya sendiri. Dalam satu jam tanpa gangguan, Charlie akan melakukan pekerjaan yang paling penting dan itulah yang membuat dia menjadi miliarder seperti sekarang.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.