Prinsip Hidup Orang Terkaya ke-69 | Ray Dalio

Prinsip hidup akan menjadi kompas seseorang dalam meraih kesuksesan. Menerima kenyataan apa adanya akan membantu kamu mengambil keputusan yang tepat bagi hidupmu.

Kali ini saya akan membahas buku Principles karya Ray Dalio. Buku ini membahas soal prinsip hidup dari Ray Dalio, salah satu pengusaha sekaligus investor terhebat masa kini. Pada tahun 1975, Ray mendirikan perusahaan investasi bernama Bridgewater Associates dari apartemennya di New York. 40 tahun kemudian, perusahaannya telah menghasilkan banyak uang bagi para kliennya dan menjadi perusahaan swasta kelima terpenting di Amerika Serikat. Bahkan, Ray sendiri pernah masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi Majalah TIME. Di bukunya, Ray akan menuliskan prinsip yang telah dia gunakan dan kembangkan selama 40 tahun untuk memberikan hasil yang luar biasa di bisnisnya dan juga kehidupannya.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Menjadi hyper realist
Sumber foto: seesquaredblog.com

Menjadi hyper realist

Di bukunya, Ray memiliki misi penting untuk membagikan prinsip hidup ke generasi berikutnya tentang apa yang sudah dia pelajari soal menjadi sukses. Prinsip yang ada di buku ini membuat hidup Ray berubah dari kelas menengah hingga menjadi sangat sukses. Banyak orang bertanya pada Ray, bagaimana dia bisa sukses seperti sekarang? Apa rahasianya? Ray kemudian meyakinkan, apa yang dia lakukan bukanlah keunikan dia sebagai pribadi, tapi berdasarkan prinsip hidup yang dianutnya dan tentu saja bisa dicontoh oleh orang lain. Semua dimulai dari kemampuan untuk berani menerima kenyataan dan menghadapinya daripada berusaha untuk mengacuhkannya. Ray bercerita tentang perjalanan hidupnya. Dari awal, dia ingin memiliki kehidupan yang luar biasa. Ray lebih takut hidupnya membosankan daripada kegagalan. Itulah yang membuat dia sejak awal, tidak selalu berpikir soal uang. Sejak kecil, Ray selalu mencoba hal apapun yang dia inginkan, gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi. Dengan melakukan semua hal ini terus menerus, Ray jadi belajar untuk menerima kenyataan dan bagaimana menghadapinya. 

Ray mengakui dirinya sebagai hyper realis. Apa maksudnya? Dia adalah seseorang yang memahami, menerima, dan menjalani kenyataan apa adanya, bukan seperti apa yang ada di imajinasi dia. Tentu saja, banyak orang bilang kalau hyper realis berarti tipe orang yang tidak punya mimpi. Itu tidak benar. Tanpa mengejar mimpi, hidup akan sangat membosankan. Hyper realis bagi Ray adalah mempunyai mimpi, ditambah dengan menerima kenyataan apa adanya, dan ditambah lagi kegigihan yang luar biasa. Itu adalah formula yang bisa membuat dirimu menjadi orang yang sukses. Bagi Ray, kita harus menerima kenyataan apa adanya, terutama kenyataan pahit tentang kondisi kita saat ini. Awalnya, menerima kenyataan ini pasti sangat berat dan menyakitkan. Tapi, kita bisa melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Ray bercerita, kalau dia melihat masalah seperti puzzle yang akan memberikan dia hadiah apabila dia berhasil menyelesaikannya. Pola pikir ini membantu Ray dalam menyelesaikan masalah yang muncul dan pengalaman untuk mengatasi masalah yang sama di masa depan. Selain itu, Ray juga memperlakukan rasa sakit sebagai kesempatan untuk belajar, yang akhirnya dia sadar kalau rasa sakit ditambah dengan refleksi diri, maka akan membuat dirinya berkembang.

Belajar mengakui kesalahan
Sumber foto: hbr.org

Belajar mengakui kesalahan

Dalam hidup pasti ada kejadian buruk yang muncul. Kejadian itu bisa saja menghancurkan kita atau malah bisa mengubah kita secara signifikan. Ray bercerita soal salah satu kejadian buruk yang menimpanya pada tahun 1982. Saat itu, dia bertaruh besar pada kemunculan depresi ekonomi, tapi hal itu tidak menjadi kenyataan. Sebelumnya pada tahun 1979 hingga tahun 1982, kondisi ekonomi global sedang buruk dan Ray percaya kalau ekonomi Amerika Serikat pasti akan mengalami depresi. Kenyataan malah sebaliknya, perlahan-lahan, pasar saham bangkit dan bertahan selama 18 tahun ke depan, bahkan ekonomi Amerika Serikat saat itu mengalami pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah pada masanya. Kejadian ini merupakan pukulan besar bagi Ray, bahkan dia harus memecat semua karyawannya, hingga akhirnya perusahaannya hanya tersisa satu orang karyawan yaitu dirinya sendiri. Melakukan kesalahan yang fatal tentu saja sangat memalukan. Walaupun prediksi dia sering benar, tapi satu kesalahan fatal ini membuat reputasinya hancur. Pengalaman ini tentu saja bisa terjadi pada siapa saja. Bisa saja terjadi pada dirimu juga. Kamu mungkin akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagi hidupmu. Atau kamu menderita penyakit kronis, atau karirmu hancur dalam semalam. Di saat itu, kamu mungkin merasa kalau hidup kamu sudah selesai, tapi semua ini pasti berlalu juga. Pasti akan selalu ada jalan untuk maju dan kamu mungkin belum bisa melihatnya sekarang. Kamu hanya perlu merefleksikan hidupmu untuk menemukannya.

Dalam refleksinya, Ray menemukan dua rintangan yang pasti dialami oleh setiap orang yaitu ego pribadi dan blind spot atau titik buta. Pertama, ego pribadi. Ego disini maksudnya adalah bagian dari otak kita yang menghalangi kita untuk mengakui kelemahan yang kita miliki secara objektif. Hal ini tentu saja berbahaya. Keinginan untuk selalu benar akan berakibat fatal. Pada dasarnya, hampir setiap orang tidak suka melihat kembali kelemahan atau kesalahannya. Respon yang umum terjadi adalah tidak peduli atau marah, walaupun tentu saja pilihan yang lebih logis yaitu mendengarkan masukan dari orang lain. Rintangan ini membuat kita memutuskan pilihan yang salah, belajar lebih sedikit, dan bahkan tidak hidup sesuai potensi yang kita miliki. Kedua, blind spot. Setiap orang pasti punya blind spot. Rintangan ini muncul ketika seseorang merasa dirinya sempurna dan tidak memiliki blind spot. Secara alamiah, setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing. Ada orang yang lebih jago dalam melihat sesuatu dengan perspektif yang lebih luas, ada orang yang lebih teliti dalam hal kecil. Ada orang yang kreatif, tapi selalu melanggar deadline. Ada orang yang tekun, tapi tidak kreatif. Semua ini adalah hal yang wajar.

Belajar open-minded
Sumber foto: steemit.com

Belajar open-minded

Di masa lalu, Ray selalu ingin lakukan apa yang dia pikir merupakan hal yang terbaik. Tapi, sekarang dia sadar kalau itu adalah pendekatan yang salah. Ray membagikan kunci sukses perusahaannya yaitu sistem merit berdasarkan ide atau dikenal dengan idea meritocracy. Jadi, di sistem ini, Ray akan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dari semua timnya. Setiap orang bebas untuk mengutarakan idenya masing-masing, dan kemudian didiskusikan hal apa yang tidak disetujui, hingga akhirnya ide tersebut dipoles menjadi yang terbaik. Tapi, tentu saja, tidak semua pendapat itu memiliki nilai yang sama. Sistem di Bridgewater akan menilai pendapat seseorang berdasarkan bukti yang disampaikan. Buktinya dapat berupa rekam jejak si pembawa ide, hasil tes ide tersebut, atau data pendukung lainnya. Hal ini membuat Ray melihat segala sesuatu dengan lebih jernih, bebas dari ego pribadi dan blind spot. Dia pun sadar kalau segala hal tidak perlu harus bersumber dari dirinya. Menariknya, dengan sistem ini, Ray jadi dikelilingi oleh orang-orang yang hebat. Mereka akan bertanya pada hal yang dalam, daripada sesuatu yang sudah kita tahu jawabannya. Cara ini membantu Ray dalam hal pengambilan keputusan, hingga akhirnya membuat dia menjadi orang paling berpengaruh di dunia. 

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.