COVID-19 Makin Naik, Harus Gimana Nih?

Sumber foto: tempo.co

Gubernur Anies Baswedan mengumumkan untuk menarik rem darurat dan kembali memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat mulai Senin depan (14/09). Tentu saja, hal ini menjadi peringatan untuk tidak menggampangkan wabah COVID-19 atau corona. Jadi, kita harus apa? Apakah ikutan panik?

Ada satu hal yang menurut saya sangat butuh perhatian. Walaupun proporsi kematian akibat COVID-19 rendah, tapi jumlah absolutnya terus meningkat. Tingkat kematian atau case fatality rate Jakarta masih di bawah angka nasional (4.1%) dan global (3.3%). Namun secara absolut jumlahnya terus bertambah dengan cepat. Hal ini selaras dengan pemakaman harian dengan protap COVID-19 yang juga meningkat. Indikasinya adalah semakin banyak kasus probable meninggal yang harus dimakamkan dengan protap COVID-19 sebelum hasil tesnya keluar. Walaupun begitu, gejala kuat sudah menunjukkan kalau orang yang bersangkutan menunjukkan gejala COVID-19.

Sumber: Data dari Pemprov DKI Jakarta

Apa yang terjadi bila tidak diinjak rem darurat dan kembali ke PSBB total? Berdasarkan proyeksi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jika tidak ada rem darurat, maka pada tanggal 17 September 2020, tempat tidur isolasi di Jakarta akan penuh dan setelah tanggal tersebut, pasien COVID-19 tidak akan tertampung lagi. Ketika saya membaca informasi ini, hal ini sungguh cukup mengerikan. Bukan cuma soal ketersediaan tempat tidur isolasi, ketersediaan Ruang ICU atau Intensive Care Unit juga hanya terisi penuh hingga tanggal 15 September 2020, dua hari lebih cepat daripada ketersediaan tempat tidur isolasi.

Pada hari Senin (07/09), Jokowi juga sempat mengingatkan bahaya jika mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatan. Kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Hal ini akan membawa kita pada kondisi ekonomi yang baik juga. Jokowi juga menyoroti tiga klaster penularan COVID-19 yang berkembang secara signifikan yaitu klaster perkantoran, klaster keluarga, dan klaster pilkada. Hal yang sama juga terjadi di DKI Jakarta, klaster perkantoran menjadi salah satu klaster yang bertambah terus menerus.

Implikasi dari rem darurat ini adalah pemberlakuan PSBB kembali artinya kita bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Seluruh tempat kegiatan usaha non esensial harus tutup dan melaksanakan mekanisme Work from Home (WFH) secara penuh, hanya ada 11 bidang usaha esensial yang boleh tetap berjalan. Seluruh tempat ibadah ditutup dengan penyesuaian terbatas. Seluruh tempat hiburan ditutup. Seluruh usaha makanan hanya menerima pesanan untuk diantar atau dibawa pulang. Tidak boleh ada kerumunan sama sekali di lingkungan publik. Transportasi publik juga dibatasi dengan ketat, termasuk jam operasionalnya.

Jika pemerintah sudah mengambil peran dengan kebijakan, saatnya kita juga ikut berperan. Hal yang paling penting adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Bukan cuma itu, kamu juga harus mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bernutrisi untuk menjaga daya tahan tubuh. Semua ini bisa kamu pesan lewat Halodoc. Saya sendiri pernah menggunakan aplikasi Halodoc saat awal PSBB diterapkan. Saat itu, saya butuh untuk konsultasi dengan dokter kulit atas alergi yang pernah saya alami. Dengan teknologi yang ada saat ini, saya tidak perlu datang dan mengantri untuk bertemu dokter. Cukup konsultasi via chat dan saya bisa mengirimkan beberapa foto dari kulit saya yang bermasalah. Obatnya pun bisa diantar. Sangat nyaman dan memudahkan sekali.

Buat yang belum tahu, Halodoc adalah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani di bidang telekomunikasi kesehatan. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2016 dan menawarkan solusi kesehatan mulai dari chat dokter, pemeriksaan di rumah sakit, beli obat, cek laboratorium, dan informasi seputar kesehatan. Menariknya, Halodoc merupakan mitra resmi dari Kementerian Kesehatan.

Jadi, kembali lagi, kasus COVID-19 yang naik butuh perhatian bukan hanya dari pemerintah tapi sebagai bagian dari masyarakat kita juga punya peran aktif untuk menjaga agar kasus ini bisa diatasi dan kita bisa kembali beraktivitas dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan. Ingat selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan rutin, dan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, serta ditambah vitamin apabila membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.