Bill Gates | Kebiasaan Orang Super Kaya

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kebiasaan dan rutinitas dari Bill Gates, orang terkaya nomor dua di dunia. Apakah kalian penasaran apa sih yang dilakukan orang terkaya nomor dua di dunia setiap hari? Apakah ada rahasia di balik kebiasaan dan pola pikirnya sehingga dia bisa jadi orang sukses seperti sekarang? Oke, saya akan menuliskan beberapa kebiasaan dari Bill yang bisa kamu praktekkan ke dalam hidup kamu sehari-hari dan juga bagaimana pola pikir serta mindset yang dia miliki.

menjadi pelajar seumur hidup
Sumber foto: irishtimes.com

Menjadi pelajar seumur hidup

Bill tidak pernah berhenti belajar. Walaupun dia dropout saat kuliah di Harvard, Bill tidak pernah berhenti belajar, dia suka mengambil kelas perkuliahan yang dia suka setiap saat. Bahkan, kebiasaan itu dia teruskan hingga sekarang. Selain itu, Bill terkenal sebagai miliarder yang suka membaca buku, dia membaca 50 buku dalam setahun. Itu artinya dia membaca satu buku dalam seminggu. Jenis bukunya juga beragam, buku apapun yang menarik minatnya pasti dia baca. Bill punya prinsip untuk menyelesaikan buku yang dibaca sampai habis. Setiap tahunnya, Bill juga rutin untuk mempublikasikan daftar judul buku favoritnya. Kebiasaan membacanya ternyata dimulai sejak kecil. Ketika Bill berada di kelas lima, dia sangat senang membaca novel fiksi ilmiah dan ensiklopedia. Bahkan, orang tuanya sampai membuat aturan tidak boleh membaca buku saat makan malam. Ketika beranjak dewasa, buku yang dibaca Bill beragam, namun lebih banyak buku non fiksi. 

Bagi Bill, membaca bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tapi juga sebagai refleksi diri. Bukan cuma membaca, dia juga rutin membuat catatan dari apa yang dia baca, dengan begitu Bill akan lebih memahami buku yang dia baca. Bagi dia, setiap buku yang dibacanya selalu mengajarkan dia suatu hal yang baru atau membantu dia untuk melihat suatu hal dengan cara yang berbeda. Bagaimana caranya dia bisa rutin membaca buku? Setiap malam, Bill mengalokasikan satu jam khusus untuk membaca buku, dengan begitu dia bisa fokus dan memahami buku yang dia baca dengan lebih baik. Belajar bukan hanya dari buku, setiap hari ketika Bill berolahraga di atas treadmill, dia juga sambil menonton film dokumenter atau video edukasi. 

Hidup yang lebih seimbang
Sumber foto: lucid.me

Hidup yang lebih seimbang

Kebiasaan ini tidak dimulai ketika dia masih muda, tapi sekarang Bill sangat menganjurkan kita untuk tidur 7 hingga 8 jam sehari. Di awal karirnya saat membangun Microsoft, dia punya pemikiran yang sangat berbeda soal tidur. Bill terbiasa untuk begadang, kadang beberapa hari dengan waktu tidur yang sangat singkat demi menyelesaikan sebuah proyek atau deadline. Dia sadar kalau kebiasaan kurang tidurnya pada saat itu membuat Bill tidak bekerja secara optimal, tapi karena dia sangat gila kerja, Bill merasa kalau tidur lama itu hanya untuk pemalas. Sekarang, walaupun usianya sudah lebih dari 60 tahun, Bill merasa tidur yang cukup membuat kualitas hidupnya jauh lebih baik. Bill merasa lebih kreatif dan lebih bahagia setelah tidur yang cukup. 

Selain soal tidur, sewaktu muda, Bill juga punya pandangan yang cukup ekstrim soal kerja keras. Saat usianya masih 20-an, Bill tidak merasa perlu adanya waktu weekend dan liburan. Bagi dia saat itu, konsep weekend dan liburan adalah hal yang tidak masuk akal, karena industri teknologi yang sangat kompetitif. Namun, semua itu berubah ketika dia berumur 30-an. Bill mulai menyadari pentingnya work life balance, apalagi pacarnya saat itu yang sekarang jadi istrinya suka liburan. Jadi, itulah yang membuat dia jadi suka pergi liburan. Ditambah lagi ketika dia sudah berkeluarga, tentu saja hidup bukan hanya soal pekerjaan saja, tapi juga menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. Hal inilah yang dulu ketika muda dia lupakan, Bill mengakui ini merupakan salah satu kesalahan manajemen yang dia lakukan saat itu. Hingga akhirnya, kesalahan ini yang membuat Microsoft kalah dengan Google yang mampu menciptakan Android. Banyak karyawan Microsoft yang burn out dan tidak bisa bekerja secara optimal, sedangkan budaya kerja di Google sangat jauh berbeda. Itulah yang membuat Google memenangkan persaingan di smartphone, bukan Microsoft.

Percaya pada dirimu sendiri
Sumber foto: goalcast.com

Percaya pada dirimu sendiri

Bill Gates pernah berkata,”Jangan bandingkan dirimu dengan siapapun di dunia ini. Jika kamu melakukannya, artinya kamu sedang meremehkan dirimu sendiri.” Saya rasa ini merupakan kalimat yang valid. Setiap orang unik dan punya waktunya sendiri untuk sukses. Bukan hanya itu, bagi setiap orang kata sukses juga memiliki makna yang berbeda. Ketika Bill masih muda, banyak orang yang jauh lebih tua tidak percaya dengan kemampuannya, tapi ketika mereka melihat perusahaan yang dibuat Bill semakin bertumbuh, pandangan itu mulai berubah. Itulah sebabnya, penting bagi kamu untuk percaya pada dirimu sendiri. Coba bayangkan apabila Bill mendengarkan banyak kata orang kalau perusahaan yang dibuatnya tidak mungkin berhasil, pasti tidak ada Microsoft seperti sekarang. Ketika tidak ada orang yang percaya kalau di setiap rumah akan ada komputer, Bill tetap percaya kalau hal itu sangat mungkin. Sejarah yang akan membuktikan. Namun, ketika kamu mulai sukses, ingatlah untuk terus menginjak bumi. Kesuksesan adalah guru yang buruk karena dia akan membuat kamu merasa kalau kamu tidak akan gagal. Walaupun kamu sekarang sukses, belum tentu kamu akan selamanya sukses. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti untuk belajar banyak dari kegagalan dan mengakui ketika kamu salah. Pada suatu interview di tahun 2008, Bill mengucapkan terima kasih kepada timnya di Microsoft yang mampu mengidentifikasikan kesalahan yang dibuat olehnya. Itulah cara Bill percaya pada dirinya dan juga tetap rendah hati dalam menerima masukan dari orang lain. Yang paling penting adalah kita harus menemukan keseimbangannya.

Berbagi pada orang yang membutuhkan
Sumber foto: cpacanada.ca

Berbagi pada orang yang membutuhkan

Pada tahun 2008, Bill mengundurkan diri dari Microsoft dan fokus pada proyek amalnya di Bill and Melinda Gates Foundation. Selain itu, sejak tahun 1994, Bill telah mendonasikan lebih dari 50 miliar dolar uangnya dan setiap tahun secara konsisten rutin mendonasikan uangnya. Dia merasa ini merupakan bagian dari tanggung jawab dia untuk berkontribusi pada masyarakat, bukan hanya untuk dunia saat ini, tapi juga untuk generasi yang akan datang. Ketimpangan dunia mengetuk hati Bill untuk bergerak. Saat itu, dia dan istrinya membaca sebuah artikel kalau jutaan anak-anak di negara miskin meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa disembuhkan di negara berkembang. Penyakit seperti cacar, malaria, pneumonia, hepatitis B, dan penyakit kuning. Kenyataan ini yang mengubah Bill dan menjadi alasan mengapa yayasan yang dia dirikan bersama Melinda fokus untuk meningkatkan kesehatan dunia dan pendidikan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

2 tanggapan untuk “Bill Gates | Kebiasaan Orang Super Kaya”

Tinggalkan Balasan ke michaelbliss Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.