Kekuatan Passion dan Kegigihan untuk Meraih Kesuksesan Hidup

Potensi dalam diri penting, tapi jauh lebih penting adalah kerja keras yang kamu lakukan. Grit merupakan resep yang membuat kamu terus berjuang walaupun kondisi tidak mudah.

Kali ini saya akan membahas buku Grit karya Angela Duckworth. Buku ini membahas soal rahasia pencapaian seseorang dalam hidup. Ternyata, pencapaian itu tidak berasal dari bakat, tapi merupakan gabungan dari passion dan kegigihan. Kombinasi keduanya, disebut Angela sebagai Grit atau ketabahan. Grit adalah resep yang membuat seseorang melakukan suatu hal terus menerus, walaupun sudah gagal berkali-kali. Di bukunya, Angela juga menekankan, hanya fokus pada bakat saja tidaklah cukup, karena ada hal lain yang lebih berpengaruh dari hanya sekadar bakat.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Apa itu Grit?
Sumber foto: petewilson.tv

Apa itu Grit?

Untuk bisa masuk ke dalam akademi militer West Point di Amerika Serikat ternyata jauh lebih sulit daripada masuk ke Universitas Harvard. Bukan cuma harus mencapai skor tertinggi, tapi calon taruna juga harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Walaupun begitu, tetap saja beberapa orang memutuskan untuk keluar setelah mereka diterima di akademi. Banyak psikolog berusaha mencari tahu, kenapa ada orang yang bertahan dalam kondisi yang keras di akademi militer dan sebagian tidak. Ternyata, taruna yang berhasil melewati tahun pertama mereka di West Point memiliki karakter yang sama dengan orang yang berhasil bertahan dalam karir yang menantang. Karakter itu adalah grit. Sebagai informasi, West Point memiliki dua bulan orientasi taruna baru, di masa ini banyak taruna yang drop out. Taruna yang bertahan merupakan tipe taruna yang terus bertahan dalam kegagalan. Ini adalah tipikal orang sukses pada umumnya. Mereka memiliki standar yang tinggi dan tujuan yang sulit diraih. Mereka memiliki passion yang tinggi. Mereka bersemangat dan tahu kemana harus melangkah. Sederhananya, mereka menunjukkan karakter Grit yang merupakan kombinasi dari passion dan kegigihan.

Menariknya, seiring bertambahnya usia, Grit level seseorang juga meningkat. Pengalaman hidup mampu merubah seseorang. Kita belajar tentang apa yang kita suka dan tidak suka. Kita juga beradaptasi seiring waktu. Kita berubah jika diperlukan. Yang paling penting, Grit tidak statis, kita bisa mengembangkannya. Jika kamu ingin meningkatkan grit level-mu, mungkin kamu bisa tanya ke dirimu sendiri terlebih dahulu, kenapa grit level kamu rendah? Banyak alasan orang untuk menyerah. Mungkin karena mereka bosan, merasa tidak ada gunanya, atau tidak percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. Untuk mengatasi hal ini, Angela menyarankan ada empat ciri dari Grit yang kamu butuhkan. Pertama, kesukaan. Lakukan hal yang kamu suka. Di fase ini, banyak orang awalnya coba banyak hal. Seiring berjalannya waktu, dia akhirnya tahu apa yang benar-benar dia sukai. Kedua, latihan. Sesuka apapun kamu terhadap suatu hal, kalau kamu tidak latihan, maka kamu tidak akan berkembang. Latihan setiap hari hingga akhirnya kamu bisa menguasai keahlian tersebut. Ketiga, tujuan. Apa alasan kamu melakukan hal tersebut? Tujuan biasanya berbicara soal keinginan diri untuk berkontribusi terhadap hal yang lebih besar dari dirinya sendiri. Biasanya, seseorang menghabiskan bertahun-tahun mengembangkan keahlian dan minat mereka, sebelum akhirnya menemukan tujuan hidupnya. Keempat, harapan. Harapan adalah ekspektasi kalau usaha yang kita lakukan mampu menghasilkan masa depan yang lebih baik. Poin inilah yang memberikan kita kekuatan untuk terus melangkah setiap kali kita menemui kegagalan. 

Hubungan Bakat dan Usaha
Sumber foto: solowork.co

Hubungan Bakat dan Usaha

Ketika seseorang berhasil meraih sesuatu dalam hidupnya, kita memberikan label kepada mereka sebagai orang yang berbakat. Tapi, bakat bukan suatu hal yang luar biasa, kenyataannya, itu adalah hal yang umum. Kita merasa bakat itu adalah sebuah anugerah dan sesuatu yang terjadi secara alamiah, padahal bakat itu baru memberikan hasil yang luar biasa jika dibarengi dengan usaha. Angela memberikan sebuah rumus kenapa faktor usaha sangat penting. Bakat ditambah dengan usaha, maka akan menjadi keahlian. Ketika keahlian ditambah dengan usaha, maka akan menjadi keberhasilan. Dalam rumus ini, usaha dihitung dua kali. Usaha akan membangun keahlian dan usaha juga yang akan membuat keahlian menjadi produktivitas. Formulanya adalah, usaha mampu membuat seseorang melakukan suatu hal terus menerus, tidak peduli seberapa sulit, pengulangan akan membuatnya menjadi mudah. Tapi, tentu saja, dalam perjalanannya banyak yang menyerah. Inilah mengapa kegigihan penting. Kegigihan akan membuat seseorang tetap pada pendiriannya untuk melakukan suatu hal dalam waktu yang lama hingga akhirnya menjadi master di bidangnya.

Walaupun kerja keras itu penting, kenyataannya, dalam hati kecil, kita masih berpikir kalau bakat lebih penting daripada kerja keras. Pada tahun 2011, ada penelitian yang memberikan para ahli musik dua jenis rekaman. Rekaman pertama berasal dari musisi yang berbakat, sedangkan rekaman kedua berasal dari musisi yang bekerja keras selama bertahun-tahun. Walaupun awalnya, para ahli musik ini berkata kalau mereka lebih cenderung pada kerja keras, tapi hasil penelitian menunjukkan hasil yang sebaliknya. Mayoritas para ahli musik ini memilih rekaman pertama yang berasal dari musisi yang berbakat. Uniknya, dua rekaman itu berasal dari musisi yang sama. Itulah kenyataan yang ada di dunia, di mana orang dengan bakat alami dianggap lebih baik daripada orang yang bekerja keras.

Cara mengembangkan Grit level
Sumber foto: amightygirl.com

Cara mengembangkan Grit level

Lingkungan yang kondusif dapat membantu seseorang untuk mengembangkan grit levelnya. Angela membaginya menjadi tiga yaitu, parenting, tempat latihan, dan budaya. Parenting yang dimaksud bukan hanya terbatas pada hubungan darah, tapi merupakan sebuah perilaku untuk mengembangkan orang lain. Hubungan ini juga bisa dilakukan oleh guru, pelatih, atau siapapun yang mampu memberikan panduan bagi orang lain. Orang dengan grit level tinggi biasanya memiliki paling sedikit satu orang yang memotivasi dia untuk bisa mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Kedua adalah soal ekstrakurikuler. Riset membuktikan, anak yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan di luar kelas, memiliki kemampuan yang lebih baik di banyak bidang. Selama jadwal anak tidak terlalu padat, kegiatan ekstrakurikuler akan membantu pertumbuhan mereka. Yang terakhir adalah budaya. Nilai-nilai yang dianut oleh perusahaan atau organisasi juga mampu menumbuhkan grit level seseorang. Sederhananya, jika kamu ingin hidupmu berubah, bergabunglah dengan komunitas yang tepat. Contohnya begini, jika kamu mau rutin bersepeda, coba ikut grup sepeda. Kamu akan dikelilingi oleh orang yang memiliki semangat yang sama. Pada akhirnya, semangat mereka akan menular ke kamu dan tanpa kamu sadari, akhirnya itu akan menjadi sebuah kebiasaan.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.