Jeff Bezos: Lebih Sulit Jadi Orang Baik daripada Orang Pintar

Jeff Bezos

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal sharing Jeff Bezos yang merupakan founder dari Amazon soal kita adalah pilihan yang kita buat setiap harinya.

Pada dasarnya, hidup kita merupakan kumpulan dari pilihan yang kita buat. Jeff bercerita, ketika dia kecil, Jeff menghabiskan waktu liburan musim panas bersama kakek dan neneknya di peternakan mereka di Texas. Kakeknya merupakan anggota dari pemilik mobil caravan yang suka melakukan touring di sekitar Amerika Serikat dan Kanada. Suatu hari, ketika Jeff berusia 10 tahun, dia sedang berada dalam touring bersama kakek dan neneknya. Jeff duduk di belakang dan neneknya duduk di kursi depan. Sepanjang perjalanan, neneknya merokok, dan dia sangat tidak suka dengan bau rokok. Jeff pun berpikir bagaimana cara agar neneknya berhenti merokok sepanjang perjalanan. 

Sedari kecil, Jeff merupakan anak yang pintar, apalagi dalam hal aritmatika. Berdasarkan iklan anti rokok yang dia lihat, Jeff kemudian menghitung berapa banyak umur yang hilang dari setiap tarikan rokok yang dihisap oleh neneknya. Akhirnya, dia sampai ke kesimpulan kalau setiap dua menit merokok, maka neneknya akan kehilangan sembilan tahun dalam hidupnya. Jeff pun menyampaikan hal ini ke neneknya dan berharap dia dipuji atas kehebatan aritmatikanya. Tapi, kenyataannya tidak begitu, setelah mendengar perkataan dari Jeff, neneknya pun menangis sepanjang perjalanan. Dia pun bingung harus apa dan Jeff diam sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya, kakeknya menepi di samping jalan dan mengajak Jeff untuk berbicara di luar caravan. Kakeknya merupakan orang yang pintar dan tidak pernah berkata kasar. Jeff pun menebak-nebak apa yang akan kakeknya katakan. Ketika mereka sudah berada agak jauh dari caravan, kakeknya berkata kepada Jeff, “Suatu saat, kamu akan sadar kalau lebih susah jadi orang baik daripada orang pintar.” Perkataan dari kakeknya masih terngiang hingga Jeff dewasa. Bagi dia, pintar dan baik adalah perbedaan antara anugerah dan pilihan. Kepintaran adalah sebuah anugerah dan kebaikan adalah sebuah pilihan. 

kebaikan
Sumber foto: abc.net.au

Dalam hidup, kita mungkin akan terlena dengan anugerah dan akhirnya malah membuat pilihan yang buruk. Sama halnya dengan passion. Apakah kita memilih bertahan pada pekerjaan kita yang stabil atau memilih untuk mengejar hal yang kita suka? Menemukan passion adalah sebuah anugerah, tapi menjalankan passion adalah sebuah pilihan. Jeff bercerita, dulu dia pernah bekerja di sebuah Perusahaan keuangan di New York yang berisi banyak orang pintar. Disana, Jeff bekerja dengan bos yang hebat. Suatu hari, Jeff bilang ke bos-nya kalau dia mau membuat Perusahaan yang menjual buku di internet. Kemudian, bosnya mengajak Jeff berjalan bareng di taman Central Park untuk menceritakan ide bisnisnya. Setelah mendengar semuanya, bosnya bilang itu ide yang bagus tapi ide itu lebih baik untuk orang yang bukan seperti Jeff, yaitu orang yang punya karir bagus di Perusahaan. Tentu saja, itu kedengarannya masuk akal. Bosnya kemudian minta Jeff untuk berpikir ulang selama 48 jam sebelum membuat keputusan akhir untuk lanjut bekerja sebagai profesional atau mengejar mimpinya untuk membuat perusahaan sendiri. Ini merupakan keputusan yang sulit. Pada akhirnya, Jeff memutuskan untuk keluar dan mendirikan bisnis. Dia berpikir, lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak sama sekali. 

Pada dasarnya, semua orang punya passion dan kita tidak bisa memilih passionnya apa, tapi passion yang memilih kita. Kita hanya perlu mendengar panggilan dari passionmu dan passion akan menemukanmu, itu adalah anugerah yang luar biasa. Bagi Jeff, passion akan memberikan arah dan tujuan dalam hidup seseorang. Dalam hidup, kamu bisa punya pekerjaan, kamu bisa punya karir, atau kamu bisa punya panggilan jiwa. Tapi panggilan jiwa inilah yang luar biasa. Passion akan membuat kamu merasa semua pekerjaan yang kamu lakukan setiap hari tidak akan terasa seperti pekerjaan. Banyak orang menemukan passion mereka saat anak-anak, tapi juga banyak orang yang menemukan passion mereka setelah dewasa. Jeff menceritakan passion-nya soal luar angkasa. Sejak umur 5 tahun, Jeff sangat bersemangat soal luar angkasa, roket, dan penerbangan luar angkasa. Sebagai informasi, di tahun itu merupakan saat Neil Armstrong menginjakkan kakinya pertama kali di bulan. Sebelum Neil mendarat di bulan, ide pergi ke bulan adalah suatu hal yang mustahil. Namun, ketika kamu yakin atas suatu hal, maka hal itu bisa jadi kenyataan. Setelah menjadi orang terkaya di dunia berkat Amazon, Jeff tidak berpuas diri. Dia masih ingat passion-nya soal luar angkasa ketika dia berumur 5 tahun, itulah yang membuat Jeff melahirkan perusahaan jasa penerbangan luar angkasa yang bernama Blue Origin. 

mimpi masa kecil
Sumber foto: aclion.com

Ketika kamu tahu apa passionmu, terus apa yang harus dilakukan? Jeff menekankan kita harus berani. Tugas dia sebagai seorang leader di Amazon adalah mendorong timnya untuk berani mencoba. Tentu saja, hal ini tidak mudah. Banyak orang memilih untuk bermain aman dan tidak berani mencoba hal yang besar. Ketika kamu mencoba hal baru yang besar, kamu pasti akan melakukan banyak eksperimen. Secara alamiah, sifat dari eksperimen pasti sering gagal, tidak langsung berhasil. Tapi, satu kesuksesan besar akan mampu mengkompensasi puluhan eksperimen yang tidak berhasil. Jeff bercerita ketika dia bertaruh besar pada AWS Kindle dan Amazon Prime. Dua hal ini adalah contoh eksperimen yang sukses dan berasal dari eksperimen gagal senilai miliaran dolar. Kegagalan adalah komponen yang penting dalam inovasi dan penemuan. Perusahaan yang tidak berani bereksperimen, tidak berani menerima kegagalan, tidak akan bisa maju. Hingga akhirnya, perusahaan tersebut tertinggal jauh ke belakang dan hilang ditelan masa. 

Kamu harus ingat, kalau kamu adalah penulis dari cerita hidupmu sendiri. Apa yang akan kamu lakukan dengan anugerah yang kamu miliki? Pilihan apa yang kamu ambil? Apakah kamu akan mengikuti orang lain atau menjadi original? Apakah kamu memilih bermain aman, atau berani mencoba hal baru yang belum tentu berhasil? Ketika semua terasa berat, apakah kamu memilih untuk menyerah atau terus berjuang? Dan, yang paling penting, apakah kamu memilih untuk terlihat pintar dengan mengorbankan orang lain, atau kamu memilih untuk jadi baik? Semua pertanyaan ini akan menentukan pilihan yang akan kamu buat. Ketika kamu berumur 80 tahun dan melihat ke belakang, cerita apa yang akan kamu tulis untuk dirimu? Karena pada akhirnya, kita adalah pilihan yang kita buat setiap harinya. Oleh karena itu, buatlah cerita yang hebat.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.