Cara Bob Sadino jadi Miliarder: Jangan Jadi Orang Pintar

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal nasehat almarhum Bob Sadino tentang mindset sukses berbisnis. Sebelum kita mulai, buat kalian yang mau support channel ini agar terus berkarya, caranya gampang banget, kalian cukup klik subscribe dan nyalakan loncengnya. Dukungan kalian membantu banget supaya kita bisa terus rutin posting dan bersama-sama belajar di channel ini. Bagi yang tidak kenal Bob Sadino, semasa hidupnya, dia memiliki gaya yang nyentrik dengan setelan khas berkemeja dan celana jins pendek. Bukan cuma tampilan, namanya sendiri juga bukan nama asli, nama aslinya adalah Bambang Mustari Sadino. Nama Bob muncul dari sebuah akronim Bukan Orang Biasa. Kemudian, akhirnya nama itu dipakai hingga akhir hayatnya. Walaupun nyentrik, Bob merupakan pengusaha sukses dari usaha agrobisnis dan supermarket yaitu jaringan supermarket kelas atas bernama Kemchick, perusahaan daging olahan bernama Kemfood, dan perusahaan khusus ekspor sayur mayur bernama Kemfarm. 

Bukan hanya soal tampilan, karakternya juga sangat low profile. Bob tidak suka dibilang sukses, bahkan dia sendiri pernah bilang tidak tahu kata sukses itu apa sih sebenarnya. Bagi dia, hidup seperti itu adalah sebuah kebebasan. Walaupun begitu, kisah hidup Bob telah menginspirasi jutaan orang di Indonesia. Bob lahir dari keluarga yang cukup bahkan kalau dibilang berlebih. Sewaktu dia berumur 19 tahun, orang tuanya meninggal. Bob mewarisi seluruh harta warisan keluarganya karena saudara kandungnya yang berjumlah empat orang lainnya dianggap sudah hidup mapan. Kemudian, dia menghabiskan sebagian hartanya untuk keliling dunia. Dalam perjalanannya, Bob juga sempat tinggal di Belanda selama 9 tahun. Di sana dia bertemu istrinya dan kemudian menikah. Pada tahun 1967, Bob dan keluarganya kembali ke Indonesia dan membawa 2 Mercedes miliknya. Salah satu mobilnya dia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang. Suatu hari, dia keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan memutuskan untuk bekerja secara mandiri. Pekerjaan pertamanya yaitu menyewakan mobil Mercedes miliknya dan dia menjadi supir dari mobil tersebut. Sayangnya, suatu hari, mobil itu disewakan dan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan rusak parah. Karena tidak punya uang untuk memperbaiki mobilnya, Bob akhirnya bekerja sebagai tukang batu selama hampir setahun. Itu merupakan momen terendah dari hidup Bob, bahkan dia sempat depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya. 

Hingga suatu hari, temannya menyarankan Bob untuk memelihara ayam. Uniknya, dia baru sadar, ada perbedaan antara telur Indonesia dan telur yang dia lihat di Eropa dan Amerika. Kemudian, dia menulis surat kepada temannya yang tinggal di Belanda untuk minta dikirimkan anak ayam yang bisa bertelur, padahal saat itu Bob juga tidak tahu ayam apa itu. Bukan hanya tidak tahu jenis ayamnya, dia juga meminta pada temannya untuk mengirimkan majalah tentang cara memelihara ayam. Itulah awal mula, Bob menjadi peternak ayam dan kemudian menjual telur keliling ke rumah-rumah. Saat pertama kali berjualan, telurnya sulit laku, karena bentuknya yang berbeda dengan telur ayam Indonesia pada umumnya. Untungnya, di daerah Bob tinggal yaitu di Kemang, ada beberapa orang asing yang tinggal di sana. Karena dia dan istri fasih berbahasa Inggris, telur yang dijualnya pun laku. Lama kelamaan, bisnisnya pun semakin berkembang hingga Bob merambah ke bisnis supermarket premium yaitu Kemchicks dan budidaya sayur mayur sehat.

kemchick
Sumber foto: enciety.co

Bob tidak suka terlalu banyak teori, yang penting kerjakan, berani, dan biarkan hidup mengalir. Ada nasehat yang menarik ketika ditanya, apa sih langkah-langkah untuk bisa sukses berbisnis? Bob memberikan beberapa tips yang mungkin berguna. Pertama, hilangkan rasa takut ketika mulai apapun. Takut tidak ada uang, takut tidak ada modal, takut gagal, takut resiko. Tinggalkan semua. Kedua, jangan berharap. Karena setiap ada harapan, maka di belakangnya pasti ada kekecewaan. Jadi, kalau kamu berharap banyak, maka kamu akan banyak kecewa. Kalau tidak mau kecewa, ya jangan berharap. Ketiga, harus punya kemauan. Bukan hanya sekedar mau, tapi harus dijalankan bersamaan dengan tekad dan harus berani mengambil peluang. Keempat, harus tahan banting dan jangan cengeng. Bob kemudian memberikan contoh, ada orang mau usaha, bilangnya gak tidak ada uang. Ketika dikasih uang, orang tersebut masih bingung mau usaha apa. Ketika dikasih tahu usaha apa, orang tersebut masih ngeluh lagi,”Gimana pemasarannya?” Itu adalah tipe orang yang sulit berhasil untuk berbisnis. Yang terakhir, jangan lupa bersyukur. Jika kamu bilang kalau hidup kamu susah, banyak orang yang lebih susah dari kamu. Jika kamu bilang kalau kamu kaya, banyak orang yang lebih kaya dari kamu. Di atas langit, masih ada langit. Itulah alasan kenapa bersyukur itu sangat penting. 

Selain tips bisnis itu, Bob juga pernah berkata,”Kalau mau kaya, gak usah sekolah.” Tentu saja, pernyataannya jadi kontroversial, apalagi di kalangan akademisi. Hal ini harus dilihat lebih dalam makna di baliknya. Ada kebijaksanaan di balik kata-kata Bob yang kontroversial. Dia membedakan orang yang sekolah tinggi dan tidak, menjadi kampus dan jalanan. Di kampus, seseorang akan dididik dengan banyak teori, tapi ketika terjun langsung ke masyarakat atau bahasa Bob adalah jalanan, orang tersebut kesulitan. Sedangkan, seseorang yang tidak sekolah tinggi sulit mendapat pekerjaan, maka mau tidak mau orang tersebut pasti akan langsung terjun ke jalanan untuk berbisnis. 

belajar
Sumber foto: broadviewuniversity.edu

Nah, jadi bagaimana kalau sudah terlanjur sekolah tinggi, tapi mau pindah jalur ke jalanan alias berbisnis? Saran dari Bob adalah kita harus tahu perbedaan antara orang pintar dan orang goblok. Orang pintar kebanyakan ide dan akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Sedangkan, orang goblok cuma punya satu ide dan itu jadi kenyataan. Orang pintar terlalu banyak mikir, akhirnya tidak pernah melangkah. Sedangkan, orang goblok gak pernah mikir, yang penting melangkah saja. Orang pintar maunya cepat berhasil, cepat kaya, padahal semua orang tahu kalau itu gak mungkin. Orang goblok cuma punya satu harapan, hari ini bisa makan. Itulah beberapa perbedaan orang pintar dan orang goblok.

Untuk pindah jalur, yang paling pertama dilakukan adalah buatlah dirimu jadi orang goblok dulu. Maksudnya adalah kita harus bersedia melepaskan semua kepintaran dan belenggu seperti rasa takut dan harapan, kemudian langsung praktek. Bob memberikan contoh, orang berbisnis cari untung atau cari rugi? Tentu saja, semua orang sepakat kalau bisnis itu cari untung kan. Tapi, Bob punya pendapat lain, kalau dia berbisnis cari rugi. Kemudian, dia menjelaskan, kalau orang bisnis cari untung, apakah selamanya dia untung? Tentu saja tidak. Sama halnya, ketika orang bisnis cari rugi, apakah selamanya dia rugi? Tentu saja tidak. Jadi, menurut Bob, tidak ada bedanya orang berbisnis cari untung atau rugi, karena dua hal itu ya sama saja. Bagi kebanyakan orang pasti merasa aneh pola pikir seperti itu, tapi ada kebijaksanaan di baliknya. Bob berbisnis cari rugi, sehingga jika rugi dia tetap semangat dan jika untung maka rasa syukurnya akan bertambah. Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi bergantung pada orang lain, karena sudah mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.