Zaman Dulu, Orang Tanpa Gejala Dikarantina Seumur Hidup

Typhoid Mary

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas informasi yang cukup menarik yaitu soal sejarah demam tifoid atau kita kenal dengan penyakit tipes. Penyakit ini dikaitkan dengan seorang koki asal Irlandia di Amerika Serikat bernama Mary Mallon. Saya rasa sejarah ini berkaitan dengan pandemi COVID-19 yang sedang kita alami sekarang, apakah mungkin seseorang yang sehat bisa menularkan penyakit kepada orang lain? Jawabannya tentu saja bisa, apabila kamu ternyata carrier dari penyakit tersebut. Di kisah Mary, kita akan melihat berbagai skandal dan banyak kematian yang disebabkan oleh sikap bodo amat dari Mary.

Semua dimulai dari kota kecil bernama Oyster Bay di pantai utara Long Island, yang berada dekat dengan Kota New York. Pada awal tahun 1900-an, Oyster Bay adalah tempat liburan populer bagi orang kaya New York. Tempat ini terkenal terkenal berkat Presiden Theodore Roosevelt, yang memiliki rumah di daerah itu. Setiap musim panas, para keluarga kaya datang berkumpul ke Oyster Bay untuk menikmati liburan di pantainya yang indah. Kemudian, salah satu keluarga kaya bernama Charles Elliott Warren menghabiskan liburan musim panas di sana bersama istri dan keempat anaknya. Tentunya, seperti kebanyakan orang kaya, mereka senang mengadakan pesta dan membutuhkan koki yang hebat. 

Agen penyalur di New York kemudian memanggil Mary untuk bekerja di sana. Tapi, tidak lama setelah dia bekerja di sana, sesuatu yang aneh pun terjadi. Putri keluarga Warren yang berusia 9 tahun jatuh sakit. Putrinya yang bernama Margaret mengalami demam yang sangat tinggi dan diare. Kemudian, timbul bintik-bintik di perutnya. Akhirnya, mereka menyadari putrinya mengalami demam tifoid. Sebagai informasi, demam tifoid adalah infeksi bakteri yang gejalanya seperti flu ringan hingga sakit perut, ruam kulit, dan bahkan pendarahan internal. Meskipun demam tifoid cukup umum pada awal tahun 1900-an, hanya sedikit orang yang tahu apa penyebabnya dan belum ditemukan obatnya. Oleh karena itu, hampir 10% orang yang terinfeksi demam tifoid kemudian meninggal dunia. 

demam tipes
Suber foto: medicalnewstoday.com

Bukan hanya Margaret, enam dari 11 orang di rumah tersebut jatuh sakit, kecuali Mary. Tak lama kemudian, Mary pergi ke New York untuk mulai bekerja di keluarga yang berbeda. Untungnya, tidak ada satupun dari keluarga Warren dan pembantunya yang meninggal. Namun, menjadi masalah baru bagi si pemilik rumah yang disewa oleh keluarga Warren, yaitu keluarga Thompson. Mereka khawatir tidak ada orang yang mau menyewa rumah mereka lagi jika sudah terinfeksi. Apabila keluarga Thompson tidak tahu apa penyebabnya, kemungkinan besar, rumah itu harus dibakar. Pada masa itu, demam tifoid biasanya menyebar melalui air yang terkontaminasi. Penyakit tipes umumnya dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang tidak bersih. Jadi, tentu saja, ini cukup mengganggu apalagi penyakit ini ada di lingkungan orang kaya seperti Oyster Bay.

Keluarga Thompson kemudian menyewa seorang pria bernama George Soper untuk membantu mereka mencari tahu dari mana sebenarnya penyakit tipes itu berasal. George bukan dokter medis dan dia merupakan teknisi sanitasi. Tapi, dia punya mimpi besar untuk menjadi pejuang untuk melawan epidemi. George kemudian mengecek rumah keluarga Thompson, namun tidak menemukan bukti apapun. Jadi, rumah itu bukan penyebabnya, tetapi setelah ditelusuri, dia mengetahui bahwa ada koki baru yang sempat bekerja di sana. Dan George bertanya, apa yang Mary buat? Salah satu makanan yang dia buat dan dinikmati semua orang, termasuk para pelayan, adalah es krim buatan sendiri dengan buah persik yang segar. Dia lalu menyadari bahwa bakteri penyebab tipes bisa saja masuk ke dalam makanan Mary. 

tidak bersih masaknya
Sumber foto: shutterstock.com

Investigasi pun dimulai, George mengunjungi rumah lain tempat Mary bekerja dan mewawancarai orang-orang. Tidak ada informasi yang berguna, tapi akhirnya George tahu bahwa ada 22 korban dengan penyakit tipes. Dia pun berkeyakinan kalau Mary adalah carrier penyakit tipes yang sehat dan tanpa gejala. Pada masa itu, Orang Tanpa Gejala dan juga carrier penyakit merupakan hal yang baru di Amerika Serikat dan George ingin membuktikannya. Dia berhipotesa, Mary mungkin tidak cukup bersih dalam mencuci tangannya dan tanpa disadari, menyebarkan kuman ini.

Akhirnya, George melacak Mary ke tempat kerja terbarunya, sebuah keluarga di Park Avenue yang anak perempuan satu-satunya sedang dalam kondisi sekarat karena tipes. Lalu, dia berusaha menjelaskan kepada Mary kalau dia adalah penyebar penyakit tipes. Tentu saja, Mary langsung marah, karena tempat kerjanya bersih dan dia tidak sakit. Ketika George berusaha meminta sampel dari darah, urin, dan feses Mary, dia lalu mengancam akan menusuk George dengan garpu. Lucunya, George lalu kabur ketika diancam.

mary di karantina
Sumber foto: economictimes.indiatimes.com

Hal ini tidak mengecilkan semangat George. Tidak kehabisan akal, sekarang dia meminta bantuan dari departemen kesehatan kota New York dan berhasil. Setelah mengalami berbagai kesulitan, akhirnya Mary berhasil ditangkap dan diambil sampel dari tubuhnya. Dan, tentu saja, di tubuhnya ternyata memang ada bakteri tipes. Kemudian, Mary dikirim ke Rumah Sakit Riverside di North Brother Island untuk menjalani karantina. Dokter mulai mengubah pemeriksaan rutin menjadi eksperimen pada dirinya, mencoba berbagai terapi obat baru dan berharap menemukan obat dari penyakit tipes. Tiga tahun kemudian, akhirnya Mary dibebaskan tapi dengan syarat tidak boleh lagi menjadi koki untuk mencegah penularan tipes. Mary pun harus rutin melapor ke dinas kesehatan New York setiap bulan. Hingga suatu hari, Mary menghilang.

Kemudian, pada tahun 1914, di Rumah Sakit Wanita Sloane, epidemi tipes kembali merebak. Ada 25 kasus dan dua orang meninggal dunia. George merasa ini pasti ulah Mary, tapi ketika ditelusuri bukan Mary Mallon tapi seorang juru masak bernama Mary Brown. Ternyata, ini adalah nama samaran dari Mary Mallon. Ini merupakan pelanggaran serius, Mary telah melanggar perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Akhirnya, Mary ditangkap dan dikirim lagi ke Rumah Sakit Riverside. Disana Mary hidup dalam pengasingan selama 26 tahun dan meninggal karena pneumonia pada tahun 1938 pada usia 69 tahun. Begitulah kisah tragis dari pasien Orang Tanpa Gejala pertama yang merupakan carrier penyakit tipes di Amerika Serikat.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.