Ilmu Menjadi Kaya Raya berkat Pikiran

Pikiran adalah sumber dari segalanya, termasuk jalan menuju kekayaan. Dengan pemikiran yang kreatif dan semangat untuk terus bertumbuh, kekayaan akan selalu mengikuti kemanapun orang itu pergi.

Kali ini saya akan membahas buku The Science of Getting Rich karya Wallace D. Wattles. Buku ini membahas bagaimana kamu menggunakan kemampuan pikiran dan kemauan keras dalam hal menuju kekayaan. Jika kamu fokus pada hal yang paling kamu inginkan dan percaya tanpa syarat kalau kamu bisa mencapainya, maka kamu akan terhubung dengan alam semesta dan bisa membantumu untuk mencapainya. Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya. Keinginan menjadi kaya berarti keinginan untuk menjalani hidup dengan lebih hidup. Kita harus melihat uang sebagai sebuah alat untuk merawat pikiran, tubuh, dan jiwa. Sebagai contoh, agar tubuh bisa tetap sehat, tentu saja kamu butuh uang untuk membeli makanan yang bernutrisi. Sama halnya dengan pikiran dan jiwa, memiliki uang akan memberikanmu akses yang awalnya tidak akan kamu dapatkan apabila kamu tidak memilikinya.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

kekayaan dimulai dari pikiran
Sumber foto: 123rf.com

Kekayaan dimulai dari pikiran

Pikiran merupakan sumber kekuatan yang dapat menghasilkan kekayaan dalam dunia nyata dan dimulai dari hal yang abstrak. Semua yang awalnya tidak ada, melalui pikiranlah semuanya dibentuk dan akhirnya bisa jadi kenyataan. Tentu saja, banyak komponen lain untuk bisa sukses selain pikiran. Namun, ini merupakan langkah awal yang harus diyakini dengan sepenuh hati dan mengarahkan pikiran menuju kekayaan. Peradaban manusia bisa maju seperti sekarang, juga karena sejak zaman dulu, manusia menciptakan sesuatu dari yang awalnya hanya ada di pikiran. Bayangkan apabila semua itu tidak pernah ada di pikirannya? Pasti tidak ada kemajuan teknologi seperti sekarang. Namun, perlu diingat, tidak cukup hanya punya pikiran “saya mau hidup lebih baik” atau “saya ingin punya banyak uang”. Agar terwujud, kamu harus punya gambaran yang jelas apa yang kamu mau. Seperti halnya seorang pelaut yang berlayar dari titik A ke titik B, maka kamu harus tahu apa yang ingin kamu capai? Hidup seperti apa yang kamu inginkan? Dengan begitu kamu akan bisa mulai merumuskan bagaimana cara mencapainya. Kamu perlu sadar kalau membangun kekayaan tidak dilakukan dalam semalam, tapi merupakan kumpulan hal kecil yang kemudian menjadi besar. 

Visualisasi adalah alat yang ampuh untuk membantu menggerakkan kita menuju ke tujuan yang ingin kita capai. Ketika kita membayangkan apa yang kita inginkan dan bagaimana rasanya saat mencapainya, maka kita akan membuat visi itu menjadi kenyataan. Tetapi melihat ke masa depan dengan penuh pengharapan bukan satu-satunya bahan yang dibutuhkan untuk sukses. Kita juga harus bertindak. Tanpa kerja keras, impian kita tidak akan menjadi kenyataan. Tetapi berusaha tidak selalu mudah. Seringkali kita takut bahwa saat ini keadaan tidak tepat untuk pekerjaan yang ingin kita lakukan. Kita berpikir, kita tidak punya cukup waktu, tidak cukup paham, atau tidak punya koneksi. Semua ini adalah alasan yang membuat kamu tidak bisa mencapai kekayaan. Kamu harus memiliki keyakinan yang kuat kalau kamu mampu mencapai apa pun yang kamu inginkan. Kamu hanya perlu menjangkaunya dan meraihnya. Ketika kamu sudah memiliki pemikiran yang benar, maka kamu harus gunakan kemauan kerasmu untuk fokus pada pikiran itu dan bergerak maju menuju kekayaan. Sebagai contoh, Jika kamu menginginkan sebuah rumah besar, cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan membayangkan tinggal di dalamnya sampai rumah itu menjadi milik kamu. Tidak usah pedulikan orang sekitar yang memberitahumu kalau kamu tidak mampu untuk membelinya dan tetap memiliki pikiran dan keyakinan kuat kalau kamu pasti bisa mencapainya. 

Fokus mencipta, jangan bersaing
Sumber foto: salesforce.com

Fokus mencipta, jangan bersaing

Poin penting dari buku ini adalah gagasan untuk menciptakan sesuatu, bukannya bersaing. Apa artinya? Berarti, kamu melakukan sesuatu yang baru atau berbeda dari apa yang telah dilakukan sebelumnya. Ketika pikiran kamu fokus untuk menciptakan sesuatu, maka sesuatu yang unik pun terjadi. Pikiran bawah sadarmu akan mulai bekerja. Kemudian, tiba-tiba saja, kamu bisa mendapatkan ide cemerlang, mungkin ketika kamu sedang mandi di bawah pancuran air atau sedang berolahraga. Itu diibaratkan sebagai Eureka moment, tapi kejadian ini bukan kebetulan. Semua ini terjadi, ketika kamu memusatkan pikiranmu dalam menciptakan sesuatu. Sebaliknya, kalau kamu fokus untuk memenangkan kompetisi, pikiran kamu tidak fokus untuk mencipta, tapi bereaksi terhadap kompetitor. Ketika dalam kondisi ini, pikiranmu akan sulit untuk berinovasi dan menjadi original, karena kamu hanya fokus bereaksi dari apa yang telah dilakukan oleh orang lain. Fokuskan pikiranmu hanya pada apa yang ingin kamu ciptakan, bukan bagaimana mengalahkan orang lain. Jadilah versi dirimu yang terbaik, dengan begitu, kamu akan mampu membantu orang lain. Ketika kamu keluar dari pikiran yang kompetitif, kamu akan melihat dunia dengan cara yang berbeda. Mindset kamu akan melihat dunia dengan lebih luas tidak hanya sebatas kompetisi yang ada sekarang. Di saat itulah, pikiran kamu siap untuk menciptakan sesuatu.

Wallace menjelaskan, orang dengan frekuensi yang sama akan menarik orang yang sama. Artinya, orang yang punya mindset untuk mencipta akan menarik orang yang punya pemikiran yang sama. Semua pemimpin besar tahu hal ini, agar bisa sukses, kamu perlu dikelilingi oleh orang-orang yang hebat dan cara untuk menemukan mereka adalah dengan menggunakan frekuensi yang sama. Wallace juga menjelaskan kalau uang bergerak ke arah yang sama dengan pemberian nilai tambah kepada orang lain. Sederhananya seperti ini, jika kamu punya uang untuk membeli sesuatu. Sebelum beli, kamu pasti akan cek dulu mana produk terbaik? Pemikiran yang sama juga bisa diterapkan kalau kamu ingin menghasilkan uang. Kamu akan mendapatkan uang lebih banyak ketika kamu berhenti memikirkan dirimu sendiri dan mulai memikirkan apa yang bermanfaat bagi orang lain. Kamu harus memikirkan tentang orang yang kamu layani. Bagaimana kamu bisa memberikan manfaat yang lebih baik kepada mereka, yang pada akhirnya mereka akan rela membayar harga yang lebih tinggi. 

Menjadi orang yang selalu bertumbuh
Sumber foto: massimo-group.com

Menjadi orang yang selalu bertumbuh

Ini merupakan pola pikir yang cukup menarik. Wallace menekankan pentingnya untuk menjadi orang yang selalu bertumbuh, bukan hanya untuk pengusaha tapi juga bisa kamu lakukan apabila kamu sebagai karyawan. Jangan merasa bahwa kamu tidak memiliki peluang untuk menjadi kaya hanya karena kamu merasa karir kamu mandeg, dimana gaji kamu segitu-gitu saja tapi biaya hidup semakin tinggi. Kamu harus punya keyakinan yang kuat atas potensi yang kamu miliki. Lakukan semua pekerjaan yang dapat kamu lakukan setiap hari dengan sangat baik. Jangan berpikir kamu melakukan semua ini, cuma agar dilihat baik oleh atasan dan berharap mereka akan mempromosikan kamu. Tidak semudah itu kenyataannya. Jika kamu bekerja dengan baik, ya memang kamu dibayar untuk itu. Tapi, agar bisa dipromosikan, kamu harus memiliki sesuatu yang lebih dari itu. Karyawan yang dipromosikan biasanya merupakan karyawan yang memiliki pengalaman dan kemampuan lebih besar dari jabatan yang sekarang dipegangnya. Karyawan itu tahu dengan jelas siapa dia, kekuatan dan kelemahannya, serta tujuan karirnya di masa depan. 

Jangan berpikir untuk bekerja baik, hanya ingin dilihat atasan. Itu tidak akan berhasil. Bekerjalah dengan mindset untuk mengembangkan dirimu sendiri. Bangun keyakinan ini dan bekerjalah demi dirimu sendiri. Jika kamu melakukannya dengan benar, orang di sekelilingmu akan merasakan aura yang berbeda darimu. Mereka akan tertarik dengan caramu bekerja dan tidak mungkin kamu tidak akan dipromosikan. Walaupun kamu tidak mendapatkan karir yang kamu mau di tempat kerjamu yang sekarang, kamu pasti akan mampu mendapatkannya di perusahaan lain. Kemajuan dalam hidup menuntut kamu untuk tidak pernah merasa puas dengan kondisi yang kamu miliki sekarang. Betapapun bagusnya performa kerjamu, kamu selalu bisa melakukannya lebih baik. Tidak peduli seberapa banyak yang kamu ketahui, kamu selalu bisa belajar lebih banyak. Tidak peduli berapa banyak yang kamu hasilkan, kamu selalu dapat menghasilkan lebih banyak. Itu adalah pola pikir dan tindakan yang dijalani oleh orang yang selalu bertumbuh.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.