Kisah Sukses Penjual Panci 2.5 Milyar/Hari dari Bantul

jualan panci omzet 2.5m

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas soal kisah inspiratif dari Yoyok Rubiantono, Founder dari Yoshugi Media Group. Nah, Yoyok ini merupakan top digital marketer asal Bantul dengan omzet milyaran per hari. Berasal dari keluarga yang sederhana, Yoyok kini dikenal sebagai pembayar pajak terbesar di Bantul. Walaupun begitu, Yoyok tetap tampil apa adanya, dengan karakternya yang rendah hati dan tidak pelit ilmu untuk berbagi. Semua kesuksesan yang diperoleh sekarang, berasal dari kemampuan hebatnya dalam digital marketing khususnya Facebook Ads. Setiap hari, Yoyok menghabiskan 1 milyar per hari untuk mengiklankan produknya. Dari situ, dia mampu mendapatkan omzet 2.5 hingga 3 kali lipat dari budget iklan atau sekitar 2,5 hingga 3 milyar per hari. Penasaran gak bagaimana Yoyok bisa seperti sekarang? Yuk kita simak bersama-sama.

Yoyok Rubiantono merupakan pemuda asal Cepu, Jawa Tengah. Ayahnya merupakan pemilik bengkel dan dari kecil Yoyok sering membantu ayahnya bekerja. Dari situ, dia belajar bagaimana caranya untuk memperbaiki sesuatu. Kemudian, setelah lulus SMA, Yoyok berkeinginan untuk melanjutkan kuliah di Yogyakarta hingga akhirnya dia diterima di Universitas Gadjah Mada. Tapi, kondisi ekonomi orang tuanya saat itu tidak memungkinkan. Yoyok pun tidak kehabisan akal, dia kemudian bekerja sebagai teknisi mesin cuci dan servis AC sebelum masuk kuliah di Yogyakarta. Sedikit demi sedikit uangnya terkumpul, hingga akhirnya tujuan utama Yoyok tercapai yaitu agar dia mampu membayar biaya masuk di UGM sebesar 2 juta rupiah. Setelah diterima, Yoyok pun kuliah sambil bekerja freelance sebagai teknisi. Hingga akhirnya, di tahun 2006, dia lulus dari jurusan Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus kuliah, Yoyok sempat bekerja di beberapa pabrik milik perusahaan internasional. Setelah pindah ke beberapa perusahaan, dia merasa sepertinya susah untuk bisa jadi direktur di usia muda. Lalu, Yoyok memutuskan untuk banting setir menjadi pengusaha. Awalnya, dia mendirikan perusahan konsultan migas bersama beberapa temannya. Usahanya pun sukses bahkan berhasil mendapatkan klien besar seperti Pertamina. Namun, lama kelamaan, Yoyok pun punya ide lain. Dia ingin bisa bekerja dari rumah agar dekat dengan istri dan anaknya. Di saat itulah, Yoyok memutuskan untuk mengembangkan bisnis digital marketing.

digital marketing
Sumber foto: elitemarketer.id

Ada pelajaran menarik dari kisah Yoyok apabila kamu ingin berpindah karir dari pekerja ke pengusaha. Yoyok bukan tipe orang yang gegabah, dia sudah mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Sebagai contoh, ketika masih bekerja sebagai karyawan, dia mulai belajar Google adsense dan punya website sendiri. Setiap bulannya, Yoyok berhasil mencapai 1,200 – 1,300 dolar per bulan. Uang yang dia dapatkan ternyata lebih besar dari gaji bulanan dia setiap bulannya. Itulah momen yang membuat Yoyok memutuskan untuk resign dan fokus mengembangkan digital marketing. Ketika resign, dia lalu meng-hire tiga karyawan untuk bikin konten, bikin website, bikin blog, dan generate traffic menggunakan SEO. Hingga akhirnya di tahun 2012, Yoyok bersama beberapa rekannya mendirikan perusahaan CPA pertama di Indonesia. Sedikit informasi soal CPA, jadi CPA adalah Cost per Action Marketing, yang merupakan mirip dengan affiliate marketing. Di bisnis ini, kamu akan mendapatkan komisi dari suatu action yang dilakukan oleh pengunjung website. Action-nya pun beragam bisa isi form, download software, hingga melakukan pembelian dari link yang tersedia di website kamu. Kemudian di tahun 2013 dan 2014, Yoyok memperdalam digital marketing lagi soal bagaimana menggunakan iklan digital. Dia sadar kalau bisnis CPA itu sepertinya sedang downtrend dan dia harus belajar hal baru. Kemudian, pada tahun 2015 hingga 2016, tren digital marketing beralih dari affiliate program ke e-commerce. Hal ini berarti perubahan menjadi pemilik bisnis, bukan hanya menjual produk orang lain. Hingga akhirnya, Yoyok sukses berjualan produk menggunakan Facebook Ads. 

iklan digital
Sumber foto: kooldox.com

Apa sih yang dijual hingga membuat dia sukses seperti sekarang? Awalnya, produk yang Yoyok jual adalah peralatan rumah tangga, salah satunya adalah panci. Dengan modal 10 juta, dia berjualan produk panci presto dari Cina dan menjualnya ke seluruh dunia, dengan target utamanya adalah Amerika Serikat. Kenapa panci? Hal ini karena panci pasti ada di setiap rumah di dunia. Tapi, tentu saja, agar laku, kita tidak bisa menjual sembarang panci.Kunci sukses berjualan di internet adalah produk yang unik. Jadi, kita akan punya unique selling point yang membuat produk kita berbeda dengan orang lain. Itulah yang mendasari Yoyok menjual panci presto dari Cina ke Amerika Serikat. Pada masa itu, panci presto merupakan hal yang unik dan itulah yang membuat produknya laris manis di pasar internasional. 

Yoyok juga bercerita ketika awal beriklan di Facebook, dia juga tidak langsung menggunakan budget yang besar. Awalnya, Yoyok hanya menggunakan modal kecil yaitu sekitar 200 ribu rupiah per hari. Saat melihat respon iklannya positif, Yoyok kemudian menaikkan lagi budget iklannya hingga akhirnya sekarang mencapai 1 milyar per hari. Agar iklannya laku, Yoyok harus mencari target audiens yang pas dan tahu kesukaan dari target yang kita sasar itu seperti apa. Target audiens yang tepat akan membuat iklan yang kita pasang jadi efektif. Yoyok mencontohkan, apabila kita mau jual obat diet, maka salah besar kalau audiens yang kita target adalah orang dengan preferensi baca berita kesehatan, fitness, atau bapak-bapak usia matang dengan perut buncit, mereka tidak butuh obat diet. Justru wanita yang sering upload foto kuliner, usia produktif, sosialita, itulah segmen dari produk tersebut. Nah, keunggulan beriklan di internet, semua preferensi itu terekam oleh penyedia platform seperti Facebook, jadi kita hanya klik saja preferensi konsumen yang kita inginkan dan Facebook akan mencarikan orang yang sesuai. Selain itu, kelebihan online daripada offline adalah kemampuan jangkauannya. Ketika dia memasang iklan sebesar 1 milyar per hari, jangkauannya bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia, kecuali di Korea Utara. Yoyok bercerita, apabila bisnis offline ingin mendapatkan omzet milyaran, tentu saja waktunya cukup lama bisa bertahun-tahun. Tapi, di bisnis online, karena jangkauannya sangat besar, kita bisa mendapatkan omzet milyaran hanya dalam hitungan 3 hingga 6 bulan. 

panci presto
Sumber foto: shopee.co.id

Yoyok memberikan tips apabila seseorang ingin memulai bisnis berdasarkan pengalamannya sendiri. Ketika awal membangun bisnis, Yoyok memulainya dengan menjadi dropshipper. Bahkan, setelah punya merek sendiri, dia masih menjadi dropshipper. Bagi Yoyok, menjadi dropshipper adalah titik awal dalam berbisnis. Ketika kita belum punya modal, belum punya pengalaman, belum pernah menciptakan produk, maka kita bisa mulai dengan menjadi dropshipper. Nah, apabila sudah bisa menjadi dropshipper, kita bisa naik kelas jadi reseller, kemudian stokis. Kemudian, akhirnya kita bisa sampai ke level yang lebih tinggi yaitu menjadi pemilik merek. Disini, kita akan menciptakan produk kita sendiri dan mengerjakan semuanya dari ujung ke ujung.

Untuk video animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.