Belajar Ketidakpastian dari Teori Angsa Hitam

Black Swan theory

Kejadian angsa hitam mengajarkan kita untuk menghargai suatu kejadian yang tidak terduga. Walaupun kejadian angsa hitam tidak terduga, namun kita bisa rutin meminimalisir resiko untuk mencegah kejadian terburuk menjadi kenyataan.

Kali ini saya akan membahas buku Black Swan karya Nassim Nicholas Taleb. Buku ini membahas soal kejadian tidak terduga yang berdampak besar bagi hidup manusia. Kata Angsa Hitam sebenarnya berasal dari tahun 1697 dimana sebelumnya manusia percaya semua angsa berwarna putih. Hingga suatu saat, penjelajah dari Belanda melihat angsa hitam pertama kalinya di bagian barat Australia. Sejak saat itu, kata angsa hitam digunakan untuk mendeskripsikan kejadian yang kelihatannya tidak mungkin terjadi. Kebanyakan manusia gagal menyadari fenomena angsa hitam sampai akhirnya kejadian. Hal ini disebabkan karena kita terlalu fokus pada hal yang sudah kita tahu, tapi tidak mempertimbangkan hal yang tidak kita tahu atau kejadian yang memiliki tingkat probabilitas yang kecil. Tentu saja, akibatnya, orang yang paling tidak sadar dari kedatangan angsa hitam, pasti akan menderita paling besar apabila kejadian yang dikategorikan sebagai angsa hitam menjadi kenyataan.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal penting dari buku ini:

mediocre vs extrimist
Sumber foto: armellejewellery.blogspot.com

Medioker dan Ekstrimis

Ketika Taleb masih muda, seperti kebanyakan orang pada umumnya, dia disarankan untuk pilih jalur karir yang bisa diprediksi. Misalnya, pekerjaan sebagai dokter, konsultan, atau karyawan pada umumnya, pasti ada batas berapa banyak yang bisa kamu hasilkan dalam sehari. Uang yang kamu hasilkan sedikit banyak bisa diprediksi tergantung pada seberapa keras usahamu. Tentu saja, pasti akan ada perubahan pendapatan sepanjang waktu, tapi tidak ada dalam sehari tiba-tiba berdampak sangat besar pada pendapatan kamu selama ini. Jenis profesi ini bukan merupakan bagian dari angsa hitam dan dilakukan oleh kebanyakan orang atau kata lainnya medioker. 

Ada pekerjaan lain yang memiliki cara kerja yang berbeda, disebut  dengan ekstrimis. Taleb menyebutnya ini adalah profesi yang berkutat dengan ide, seperti contohnya trader atau penulis. Pekerjaan ini membutuhkan kamu untuk berpikir keras dibandingkan bekerja dengan keras. Kamu bekerja sama kerasnya ketika kamu menghasilkan 100 juta atau satu juta. Sebagai contoh, J.K. Rowling tidak akan menulis satu buku baru di setiap bukunya yang terjual, tapi seorang pembuat roti pasti akan membuat roti baru di setiap roti yang terjual. Indikator lain adalah hidup kamu ibaratnya bisa berubah dalam semalam dan perbedaan antara orang yang sukses dan tidak, sangatlah besar. 

Masa lalu tidak bisa memprediksi masa depan
Sumber foto: englishcafe.co.id

Masa lalu tidak bisa memprediksi masa depan

Di setiap informasi yang berkaitan dengan produk investasi, selalu ada disclaimer: kinerja masa lampau tidak menjamin kinerja masa depan. Tapi, hal ini kadang luput kita perhatikan. Kita terburu tergiur dengan keuntungan masa lalu dan berharap hasil yang sama bahkan lebih di masa depan. Taleb menceritakan kisah yang menarik bagaimana masa lalu sangat tidak bisa dijadikan patokan untuk memprediksi masa depan. Ada seekor kalkun yang hidupnya sangat enak dan diberi makan terus setiap hari hingga 1,000 hari. Si kalkun pasti berpikir hidupnya baik-baik saja dan makanan akan selalu tersedia. Namun, tepat di hari ke 1,001 yang merupakan sehari sebelum hari raya Thanksgiving, semuanya berubah. Di hari itu, si kalkun bukannya diberikan makanan, dia malah disembelih oleh si peternak. 

Ketika semua berjalan baik-baik saja, kita jadi lengah terhadap kejadian angsa hitam. Menariknya, suatu kejadian bisa disebut sebagai angsa hitam berhubungan erat dengan pengetahuan dan ekspektasimu. Apa yang orang pikir sebagai angsa hitam, belum tentu berlaku sama dengan orang yang lain. Seperti halnya, si peternak tidak kaget dengan Thanksgiving, tapi si kalkun iya. Ada contoh lain yaitu seorang kapten dari sebuah kapal terkenal yang bilang,”Sepanjang pengalaman berlayar selama ini, saya tidak pernah mengalami kecelakaan yang besar. Kapal saya tidak pernah karam atau bahkan di kondisi yang mengancam kapal bisa karam.” Kenyataan malah sebaliknya, kapten kapal itu adalah kapten dari kapal Titanic. 

Cara menghadapi angsa hitam
Sumber foto: forbes.com

Cara menghadapi angsa hitam

Seiring perkembangan zaman, tentu saja manusia semakin cerdas dan wawasannya semakin luas, tapi timbul masalah baru yaitu arogansinya juga meningkat. Taleb mengambil sebuah riset yang meminta para responden untuk memberikan estimasi dimana mereka yakin 98% benar dan 2% salah. Sebagai contoh pernyataan, “Saya 98% yakin populasi di Amerika Serikat sekitar 250 hingga 400 juta penduduk.” Ternyata, tingkat error-nya sangat tinggi yaitu 45%. Responden dari riset ini adalah mahasiswa Harvard Business School. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat intelegensi kita, kita cenderung terlalu percaya diri atas wawasan yang kita miliki dan berujung pada hasil prediksi yang salah apabila berhadapan dengan angsa hitam.

Jadi bagaimana bila kita tidak bisa memprediksi angsa hitam? Cara yang bisa dicoba yaitu menggabungkan strategi yang super konservatif dan super agresif. Sebagai contoh, kamu bisa menaruh 85-90% uangmu di produk investasi yang sangat aman seperti deposito atau obligasi negara. Dan, taruh sisanya sekitar 10-15% di produk investasi yang cukup spekulatif, contohnya mungkin bisa seperti bitcoin atau forex. Strategi ini bisa berlaku baik dalam kondisi angsa hitam positif atau negatif. Apabila muncul kejadian angsa hitam positif, 10-15% investasimu akan menghasilkan keuntungan yang besar. Sedangkan, apabila yang terjadi sebaliknya, kinerja keuangan kamu secara keseluruhan masih aman, karena 85-90% uangmu berada dalam produk investasi yang relatif aman.

Untuk versi animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.