Sejarah Tomat yang Dianggap sebagai Buah Penyihir

sejarah tomat

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas informasi yang cukup menarik yaitu soal tomat yang kita makan, dulunya dianggap sebagai buah penyihir dan yang memakannya bisa menjadi manusia serigala. Selain itu, tomat juga dianggap sebagai buah beracun karena banyak orang kaya yang meninggal setelah makan tomat. Jadi bagaimana semua itu dimulai?

Pada zaman dulu, orang takut makan tomat selama hampir 200 tahun. Pada tahun 1500-an, buah ini ditemukan oleh orang Eropa. Namun, penemuannya berada pada waktu yang kurang tepat. Sebagai informasi, pada tahun 1300 hingga tahun 1650, ribuan orang di Eropa (khususnya wanita) dihukum mati karena praktek ilmu gaib. Itu merupakan masa yang kelam, di mana wanita dibakar dan digantung oleh massa yang main hakim sendiri. Di waktu yang sama juga, para pemburu penyihir ini tertarik pada salep yang digunakan pada sapu atau wajah para wanita yang diduga sebagai penyihir. Salep ini diyakini mampu membuat sapu jadi terbang dan merubah seseorang menjadi manusia serigala untuk menyerang anak-anak di desa atau lahan pertanian.

Berdasarkan catatan yang ditulis oleh dokter paus pada masa itu yang bernama Andres Laguna, salep itu mengandung empat bahan utama yaitu, hemlock, nightshade, henbane, dan mandrake. Keempat bahan ini berasal dari tanaman yang beracun. Menariknya, tiga bahan di atas merupakan kerabat dari keluarga tomat. Bagi orang awam, buah tomat tidak bisa dibedakan dengan tanaman jenis nightshade yang lain. Padahal, tomat telah dikonsumsi oleh suku Aztec pada 700 tahun lalu Sebelum Masehi. Walaupun begitu, tapi tetap saja masih ada keraguan di benak mereka, daripada mencoba buah baru yang dipercaya beracun dan digunakan dalam praktek ilmu gaib, lebih baik tidak usah.

tomat beracun
Sumber foto: pinterest.com

Setelah dicap sebagai buah yang bisa mengubah seseorang menjadi manusia serigala, pada akhir tahun 1700-an, sebagian besar orang Eropa masih takut dengan tomat. Pada masa itu, nama lain dari tomat adalah apel beracun. Hal ini karena banyak orang kaya yang makan tomat, kemudian meninggal. Padahal, bukan tomatnya yang salah, tapi piring mahal yang terbuat dari timah. Karena tingkat keasamaan yang tinggi dari tomat maka ketika kontak langsung dengan timah, membuat makanan menjadi beracun. Sebaliknya, bagi masyarakat biasa karena tidak menggunakan piring mahal dari timah, mereka sehat walafiat setelah makan tomat. 

Kemudian pada awal tahun 1800-an, reputasi tomat mulai membaik dan tersedia ratusan resep untuk memasak tomat. Tapi, tetap saja, masih ada ketakutan apakah tomat beracun atau tidak. Ditambah lagi, di New York, muncul masalah baru. Perkebunan tomat yang ada disana ternyata diserang ulat bertanduk di bagian punggungnya. Ulat ini sangat beracun, bahkan bisa meracuni tomat dan menjadi busuk. Ulat ini menyerang bagian daun, bunga, dan buah tomat itu sendiri. Cerita tentang ulat tersebut kemudian dibesar-besarkan. Bahkan, muncul rumor ketika kulit manusia bersentuhan dengan air liur dari ulat ini, maka langsung akan membengkak. Beberapa jam kemudian, korbannya akan meninggal dunia. Untungnya, seorang ahli ilmu serangga bernama Benjamin Walsh membantahnya dan membuktikan kalau ulat tersebut hanya menyerang tanaman tomat saja, bukan manusia.

margherita pizza
Sumber foto: loveandlemons.com

Seiring perkembangan jaman menuju era agrikultur, para petani mulai menginvestigasi manfaat tomat dan bereksperimen dengan varietas yang berbeda. Hingga pada tahun 1850-an, nama tomat mulai melejit dan sangat populer, bahkan nama tomat digunakan untuk menjual tanaman lain di pasar. Pada tahun 1897, inovator Joseph Campbell menemukan bahwa tomat dapat terjaga kualitasnya ketika dikemas dalam bentuk kaleng dan dipopulerkan menjadi sup tomat.

Hal lain yang berpengaruh pada perkembangan tomat yaitu imigrasi massal dari Eropa ke Amerika dan campuran budaya tradisionalnya. Banyak orang Italia-Amerika makan tomat dan membawa makanan itu bersama mereka. Hal lain yang tidak kalah penting adalah penemuan pizza. Tidak ada pizza tanpa saus tomat, dan pizza ditemukan di sekitar Naples, sebuah kota di Italia, pada akhir tahun 1880-an. Ceritanya dibuat oleh seorang pemilik restoran di Naples untuk merayakan kunjungan Ratu Margherita, penguasa Italia pertama sejak Napoleon menaklukkan Italia. Pemilik restoran membuat pizza dari tiga bahan yang mewakili warna bendera Italia yang baru: merah, putih, dan hijau. Merah berasal dari saus tomat, putih dari keju mozzarella, dan hijau dari topping kemangi. Dari situ tomat menjadi makin berkembang dan populer hingga dikonsumsi jutaan orang di dunia.

Untuk versi animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.