Metode Merapikan Rumah ala Jepang Marie Kondo

The life changing magic of tidying up

Rumah yang rapi akan membuat pemiliknya menjadi lebih bahagia. Hanya simpan barang yang membawa kebahagiaan untukmu dan relakan sisanya.

Kali ini saya akan membahas buku The Life-Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo. Pasti banyak yang sudah kenal dengan Marie Kondo. Bukunya merupakan New York Time Bestseller dan kemudian sangat terkenal ketika Netflix mengeluarkan serial televisi Tidying Up with Marie Kondo. Buku ini membahas bagaimana cara merapikan rumah dan akhirnya bisa memberikan kebahagiaan bagi si pemiliknya. Marie akan mengajarkan kamu step by step untuk membuat rumah menjadi tempat yang nyaman, mulai dari proses simplifikasi, organisir, dan penyimpanan barang yang kamu punya. Jika kamu melakukannya dengan benar, kamu tidak akan perlu rutin merapikan rumahmu lagi. Jadi, apakah barang yang kamu miliki saat ini membawa kebahagiaan untukmu?

Saya merangkumnya menjadi tiga poin menarik dari buku ini:

Fokus pada barang yang memberimu kebahagiaan
Sumber foto: Walmart.com

Fokus pada barang yang memberimu kebahagiaan

Banyak orang berpikir kalau metode KonMari merupakan gaya hidup minimalis. Ini adalah salah kaprah yang mungkin kamu alami ketika pertama kali belajar soal metode ini. Gaya hidup minimalis mendorong kamu untuk memiliki barang dengan jumlah yang lebih sedikit. Tapi, Metode KonMari mendorong kamu untuk hidup dengan barang yang memberimu kebahagiaan. Hal paling penting sebelum merapikan rumah adalah mindset yang tepat. Seseorang tidak bisa mengubah kebiasaan mereka tanpa mengubah cara berpikir mereka dulu. Metode Konmari bukan cuma panduan untuk menyortir dan menyusun barang agar rumah menjadi rapi, tapi merupakan panduan mindset yang tepat untuk menjadi orang yang rapi. Ketika rumahmu rapi, kamu akan merasakan perubahan yang cukup signifikan. Orang Jepang percaya kalau rumah yang bersih dan rapi akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya. 

Metode KonMari menekankan pada pemahaman apa yang harus direlakan dengan apa yang penting buatmu. Apakah barang ini memberimu kesenangan ketika kamu menyentuhnya? Apakah membawa kebahagiaan bagi dirimu? Jika tidak, maka itu saatnya untuk merelakan barang tersebut dari kehidupanmu. Sebelum membuang atau mendonasikan barangmu, Marie menekankan agar kita berterima kasih atas jasa dari barang tersebut. Dengan menghargai hubungan kamu dan barang tersebut, hal ini akan memudahkanmu untuk merelakannya. 

Merapikan rumah tidak boleh sedikit demi sedikit
Sumber foto: freshome.com

Merapikan rumah tidak boleh sedikit demi sedikit

Banyak orang merasa tidak perlu belajar untuk merapikan rumah karena sedari kecil sudah merapikan kamar atau tempat lain. Tapi terkadang, instruksi untuk merapikan rumah tidak jelas. Inilah yang menyebabkan setelah kamu merapikan kamar, tidak lama kemudian, berantakan lagi. Marie tidak setuju dengan hal ini, kamar kembali berantakan setelah dirapikan bukanlah hal yang normal. Menurut Marie, orang yang merapikan rumah yang selalu jadi berantakan setelah dirapikan, hal ini disebabkan karena proses merapikannya tidak benar atau setengah jalan. Jika seseorang berkomitmen untuk merapikan rumah, mereka harus berpikir ini untuk jangka panjang, bukan jalan pintas pokoknya yang penting rapi. 

Marie juga menjelaskan kegiatan merapikan rumah sedikit demi sedikit, bukanlah kebiasaan yang baik. Yang terjadi malah kamu merasa kegiatan merapikan rumah seperti tidak ada hasilnya, karena hanya sebagian kecil yang dirapikan, kemudian tidak lama lagi bagian itu kembali berantakan. Kegiatan merapikan rumah yang benar harus dilakukan sekaligus langsung rapi. Perbedaan sebelum dan sesudah dirapikan dapat mengubah seseorang bukan hanya dari rumahnya saja, tapi juga cara pikirnya. Dengan begini, kamu akan merasakan manfaat dan keberhasilan dari kegiatan merapikan rumah. 

rapikan berdasarkan kategori
Sumber foto: cloudinary.com

Rapikan berdasarkan kategori

Kegiatan merapikan rumah adalah kegiatan untuk mengembalikan keseimbangan antara kamu, barangmu, dan rumah yang kamu tinggali. Pada dasarnya, kegiatan merapikan rumah dibagi menjadi dua hal yaitu membuang dan memutuskan dimana kamu harus menyimpan barangnya. Dari dua hal itu, kegiatan untuk memilih barang untuk dibuang harus dimulai dulu. Marie memberikan saran untuk membagi barang yang ingin dirapikan ke dalam beberapa kategori. Kamu bisa mulai dengan kategori yang paling mudah dulu seperti pakaian, kemudian nanti berlanjut ke kategori barang lain hingga ke barang yang punya ikatan emosional dengan dirimu. Marie menjelaskan, ketika kamu fokus merapikan barang berdasarkan kategori, kamu akan sadar berapa banyak barang yang kamu miliki di kategori yang sama. Nah, informasi ini akan membantumu dalam melakukan kegiatan menyortir dan menyusun ulang barangmu.

Apabila kamu sudah mengumpulkan barang berdasarkan kategori, langkah selanjutnya adalah ambil barang satu per satu dan tanyakan ke dirimu,”Apakah barang ini membawa kebahagiaan bagi saya?” Apabila tidak, sudah saatnya untuk didonasikan apabila masih layak dan dibuang apabila tidak layak. Fokusnya disini adalah menyortir barang yang kamu mau simpan dan sisihkan semua barang yang tidak memberikanmu kebahagiaan. Untuk barang yang memiliki hubungan emosional memang cukup berat. Contohnya seperti, kartu ucapan dari teman lama atau keluarga memberikanmu kebahagiaan. Walaupun begitu, belum tentu, kamu akan sering melihatnya, kemungkinan besar kamu hanya menyimpannya dan tidak pernah melihatnya lagi. Yang terpenting adalah, kamu sudah menerima pesan dan perasaan yang ada di dalam kartu tersebut dan karena itu kamu harus merelakannya untuk dibuang.

Untuk versi animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.