Simak Bagaimana Cara Menjalani Filosofi Stoisisme

How To Be a Stoic

Perjalanan hidup menuju kebahagiaan dimulai dari memusatkan perhatian pada hal yang bisa kita kontrol dan membiarkan alam semesta menentukan hasilnya. Melalui cara ini, kamu akan melihat dunia dengan perspektif yang berbeda.

Kali ini saya akan membahas buku How to be a Stoic karya Massimo Pigliucci. Buku ini membahas soal filosofi kuno dari Yunani yang secara fundamental masih relevan dengan kehidupan masa kini. Mungkin kita sering bertanya, bagaimana cara untuk hidup lebih baik? Bagaimana kita memperlakukan orang lain, berhubungan dengan teman, tetangga, dan sebagainya? Bagaimana kita bisa menghadapi kematian? Ini merupakan pertanyaan yang cukup dalam dan berbicara soal eksistensi manusia dan hubungannya dengan sesama. Ajaran Stoik terkenal karena sangat relatable untuk dipraktekkan dan dipahami sebagai sebuah misi untuk pencarian hidup yang bahagia dan bermakna. Untuk bisa merasakan manfaatnya, tidak ada cara lain selain mempraktekkannya secara langsung.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dari buku ini:

Bedakan hal yang bisa kita kontrol dan tidak
Sumber foto: anzsog.edu.au

Bedakan hal yang bisa kita kontrol dan tidak

Di ajaran Stoik, prinsip utamanya yaitu dikotomi kontrol. Artinya kita harus memberikan perhatian dan energi penuh pada hal yang bisa kita kontrol dan tidak usah khawatir pada hal yang tidak bisa dikontrol. Mungkin bagi beberapa orang, pandangan ini terlihat seperti orang yang pasrah. Padahal ini bukan pasif, tapi ajaran Stoik jelas memberikan instruksi kepada kita untuk fokus pada hal yang bisa kita kontrol. Sebagai contoh, untuk orang yang takut terbang atau takut naik pesawat. Apakah ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian terburuk misalnya seperti kecelakaan pesawat? Tentu saja sangat sedikit, kita pasti sangat bergantung sekali dengan pilot dan awak kapal untuk mencegah hal buruk itu terjadi. Hal yang bisa kita kendalikan adalah mengurangi frekuensi naik pesawat dan memilih maskapai dengan rekam jejak yang baik. Jika kita dalam kondisi takut terbang dan takut naik pesawat, kita harus menerima keadaan bahwa ada hal yang tidak bisa kita kontrol.

Massimo mengibaratkan latihan ini seperti seorang pemanah. Bayangkan kamu sedang memanah target. Saat itu, kamu pasti akan fokus saat mengambil anak panah, menarik busur, fokus pada target, dan kemudian melepaskan anak panah tersebut. Selanjutnya, yang terjadi adalah anak panah itu akan bergerak kencang menuju targetmu, di luar kendali. Kamu hanya bisa menunggu, apakah tepat sasaran atau tidak. Mungkin saja tiba-tiba ada angin kencang sehingga panahan kamu meleset. Mungkin kamu tiba-tiba kehilangan fokus di sepersekian detik terakhir. Atau, panah kamu meleset karena kamu kurang cukup pengalaman. Ajaran Stoik menggunakan metafora ini untuk menunjukkan walaupun semua usaha kamu berada dalam kendali, tapi tidak bisa mengatur hasilnya seperti apa. Seperti yang dikatakan oleh filsuf Epictetus, “Manfaatkan sebaik-baiknya apa yang ada dalam kekuatanmu. Beberapa hal bisa kamu tentukan dan yang lainnya tidak.”

Jenis pertemanan dalam hidup
sumber foto: npr.org

Jenis pertemanan dalam hidup

Semakin kita dewasa, lingkaran pertemanan kita umumnya akan jadi semakin kecil. Di era media sosial, kata teman bermakna sangat luas, bahkan kita bisa dianggap berteman dengan orang asing di Facebook. Di jaman Yunani kuno, filsuf Aristoteles membagi kategori pertemanan menjadi tiga yaitu friendship of utility, friendship of pleasure, dan friendship of the good. Friendship of utility adalah jenis pertemanan berdasarkan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Contohnya seperti hubungan kamu dengan penjaga warteg di tempat yang kamu biasa makan. Mereka bukan teman yang kita bisa curhat dan ngobrol panjang lebar, tapi kamu berdua memiliki hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Yang kedua adalah, friendship of pleasure. Mungkin bahasa sederhananya seperti teman senang-senang. Contohnya kayak teman nongkrong, teman main futsal, teman main bulutangkis, dan sebagainya. Intinya adalah kegiatan pertemanan terbatas pada aktivitas yang dijalankan bareng antara kamu dan temanmu. Yang ketiga adalah, friendship of good. Ini mungkin yang disebut sebagai teman sejati atau sahabat. Pertemanan disini bukan karena hobi atau senang-senang saja, tapi memang karena kita suka dengan kepribadiannya.

Tentu saja, tiga tipe teman ini memiliki perannya masing-masing. Bukan berarti kita hanya butuh friendship of good saja, tapi kita juga butuh dua tipe teman yang lain. Filsuf Epictetus, mengatakan kalau kita berbicara dengan teman, sebaiknya tidak hanya bicara soal hal yang ringan seperti olahraga atau makanan, tapi lebih ke hal yang fundamental soal hidup. Ini poin yang menarik dan saya rasa sangat bagus untuk mempererat persahabatan ketika kita bicara dengan topik yang lebih dalam, jadi hubungan antar manusianya makin erat.

Kematian dalam kacamata stoik
Sumber foto: wallpaperup.com

Kematian dalam kacamata Stoik

Kematian merupakan hal yang menakutkan bagi kebanyakan orang. Tentu saja, hal itu wajar karena itu merupakan area yang tidak kita ketahui, apa yang terjadi setelah kita meninggal. Penggambaran Stoik soal kematian cukup unik yaitu dengan melihatnya sebagai gandum. Kenapa gandum tumbuh? Apakah gandum tumbuh supaya bisa matang dan kemudian dipanen? Seperti halnya gandum dan semua makhluk hidup, manusia akan tumbuh, dewasa, dan pada saatnya akan meninggal. Mendoakan seseorang untuk tidak akan meninggal itu seperti mendoakan gandum untuk tidak matang. Ini adalah cara Stoik untuk merefleksikan siklus kehidupan. Cara ini membuat kamu menyadari bahwa semua hal di dunia ini tidak kekal dan akan meninggal pada saatnya. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menerima kematian dan lebih menghargai kehidupan yang kamu punya saat ini.

Untuk versi animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.