Sejarah Vaksin dan Hubungannya dengan Sapi?

Sejarah vaksin dan sapi?

Kali ini saya tidak membahas buku, tapi membahas informasi yang cukup menarik yaitu soal vaksin. Kalau kita lihat di berita, kehidupan kita baru akan beneran normal apabila vaksin Coronavirus sudah ditemukan. Saat ini sudah ada lebih dari 90 jenis vaksin berbeda yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. Tapi, apakah kamu tahu sejarah vaksin?  

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu. Sederhananya, kita memasukkan virus yang lemah ke dalam tubuh sehingga tubuh mampu menciptakan kekebalan dan melindungi kamu di masa depan. 

Wabah penyakit menular sudah ada sejak jaman dulu. Pada tahun 430 Sebelum Masehi, Thucydides menulis tentang wabah di Athena yang menewaskan banyak orang. Kemungkinan, wabah yang ditulis adalah soal cacar. Thucydides adakah seorang sejahrawan dan dia menulis ternyata ada orang yang sembuh dan tidak terinfeksi lagi atau dengan kata lain orang tersebut kebal. Nah, di jaman ini, manusia tahu kalau kita bisa kebal dari penyakit, cuma mereka gak tahu gimana caranya. Di jaman dulu, cacar air adalah penyakit yang mematikan. Cacar air menewaskan jutaan orang dan 30% populasi dunia pasti pernah kena cacar. Bahkan, jika kamu selamat, pasti masih tersisa bekas cacar air di tubuh atau wajahmu. 

cacar air
Sumber foto: msdconnect.co.uk

Oke, selanjutnya, di abad pertengahan, ada terobosan di Cina. Mereka ternyata mampu memproduksi kekebalan terhadap virus cacar air dengan cara yang cukup sederhana. Jadi, mereka mengumpulkan koreng dari orang dengan kasus cacar air yang ringan. Yang diambil adalah nanah dari cacar airnya, karena di dalamnya berisi virus cacar air yang hidup. Kemudian setelah dikumpulkan, mereka menggilingnya menjadi bubuk. Setelah itu, mereka akan memasukkan ke dalam pipa dan meniupnya ke dalam lubang hidung pasien sehingga akan terhirup virus cacarnya. Tentu saja, ini merupakan cara yang sangat kuno dan tidak higenis, tapi efektif dalam menekan jumlah kematian karena cacar. Di masa ini, belum disebut sebagai vaksin.

Pengetahuan dari Cina ini kemudian disebar oleh pedagang di sepanjang jalur sutra, rute perdagangan Cina, India, dan Turki. Di Turki, pengetahuan soal cacar air ini disempurnakan. Jadi, dokter tidak lagi meniup virus cacar ke dalam hidung pasien, tapi dokter akan menyuntik jarum yang berisi nanah dari cacar air ke tubuh pasien. Bukan cuma sekali suntik seperti kita, tapi dokter akan membuat beberapa sayatan yang sangat besar dan tentunya sangat menyakitkan. Cara ini kemudian menyebar lagi hingga sampai ke telinga Lady Mary Wortley Montagu, seorang istri dari duta besar Inggris di Turki. 

pedagang
Sumber foto: disney.fandom.com

Mary sempat terkena cacar air. Walaupun selamat, ternyata cacar air merusak kecantikannya, bahkan hingga kehilangan bulu mata. Karena punya pengalaman pribadi dengan cacar, Mary kemudian membawa metode dari Turki untuk disempurnakan di Inggris. Tentu saja, tidak semua orang setuju, karena banyak orang sulit menerima kalau kita harus memasukkan virus ke tubuh manusia yang sehat. Logika seperti ini masih belum diterima di masa itu. Tapi, akhirnya raja Inggris, George I bersedia mensponsori uji klinis untuk melihat apakah metode ini aman atau tidak. 

Syarat uji klinisnya cukup unik. Jadi, virus cacar akan diberikan kepada 6 narapidana yang menjalani hukuman mati. Jika mereka meninggal karena virus, ya memang itu adalah bagian dari hukuman mereka. Tapi, apabila mereka selamat, raja akan membebaskan mereka. Semua narapidana kemudian setuju untuk menjalani eksperimen itu dan mereka semua selamat. Uji klinis tahap kedua lalu dilakukan pada 11 anak, 5 di antaranya merupakan anak yatim. Mereka semua juga selamat. Uji klinis ini dikenal sebagai eksperimen kerajaan. Akhirnya pada tahun 1746, Inggris membangun rumah sakit cacar dan ini merupakan barang mewah pada masa itu. Jadi, hanya bangsawan saja yang mampu. Tapi metode ini, juga tidak 100% aman, karena masih ada sebagian kecil orang yang meninggal karena cacar air. Atau, ketika mereka kebal, mereka malah menjadi carrier cacar air dan menularkannya ke orang lain. Jadi, akan terbentuk epidemi baru.

wanita pemerah susu sapi
Sumber foto: eu.clipdealer.com

Kemudian, di daerah pedesaan di Inggris, para peternak sapi memperhatikan kalau beberapa sapi mereka mengalami penyakit seperti cacar air di bagian ambing mereka. Tapi, penyakitnya jauh lebih ringan dan tidak ada sapi yang mati karena cacar ini. Maka, penyakit ini disebut sebagai cacar sapi. Nah, seperti cacar air, penyakit ini juga menular. Jadi, para wanita pemerah sapi, mereka kadang terkena cacar sapi. Menariknya, para wanita ini kebal terhadap virus cacar air, apabila sudah terinfeksi cacar sapi. Hingga seorang peternak bernama Benjamin Jesty bereksperimen dengan mendorong orang lain untuk terkena cacar sapi agar mereka bisa mendapat kekebalan terhadap cacar air. Sayangnya, masih muncul reaksi negatif dari cara ini dan tidak 100% aman.

Cara in kemudian disempurnakan oleh seorang dokter dari Inggris bernama Edward Jenner. Dia punya ide untuk mengambil nanah sapi bukan langsung dari sapi tapi dari wanita pemerah susu sapi. Dari situ, virusnya kemudian ditransfer ke manusia lain. Jadi, transfer virusnya bukan dari sapi ke manusia, tapi dari manusia ke manusia. Edward pun melakukan uji klinis dan berhasil. Disinilah baru muncul nama vaksin yang berasal dari nama variola vaccina. Vacca merupakan nama latin dari sapi dan proses inokulasinya dinamakan vaksinasi. Itulah sejarah awal dari vaksin. Walaupun sekarang vaksin tidak berasal dari sapi lagi, tapi kita tetap menyebutnya sebagai vaksin. Atas jasa Edward, 200 tahun kemudian cacar air secara alami telah hilang di dunia.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.