Apakah Benar Pria dari Mars dan Wanita dari Venus?

Men Are from Mars, Women Are from Venus

Masalah dalam hubungan dapat dihindari apabila pria dan wanita sadar ada perbedaan di antara mereka. Ketika pria dan wanita menghargai dan menerima perbedaan tersebut, saat itulah cinta memiliki ruang untuk bertumbuh.

Kali ini saya akan membahas buku Men Are from Mars, Women Are from Venus karya John Gray. Buku ini membantu hubungan antara pria dan wanita dengan mengakui adanya perbedaan di antara mereka. John mengibaratkan pria dan wanita seperti makhluk yang berasal dari planet yang berbeda, pria dari Mars dan wanita dari Venus. Kemudian, mereka ke bumi dan jadi amnesia, lupa kalau mereka berasal dari planet yang berbeda dan berharap pasangannya mampu memahami diri mereka. Sebagai seorang konselor, John membantu banyak pasangan dalam menyadari betapa berbedanya mereka dari segi gaya komunikasi hingga kebutuhan emosional. 

Saya merangkum tiga poin menarik dari buku ini:

Wanita dan pria saat menghadapi masalah
Sumber foto: jameystegmaier.com

Wanita dan pria saat menghadapi masalah

Banyak pria tidak sadar ketika wanita bicara tentang masalahnya, artinya wanita itu hanya ingin meluapkan perasaannya saja dan ingin didengar. Tapi, biasanya, pria cenderung langsung memberikan solusi. Pria merasa kalau dengan memberikan solusi akan membuat wanita jadi lebih baik. Yang terjadi malah sebaliknya, wanita malah merasa pria itu gak mau dengerin apa yang wanita sampaikan. 

Hal yang berbeda terjadi saat pria menghadapi masalah. Ketika menghadapi masalah, pria cenderung menyendiri dan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Kadang pria menjadi terlalu fokus untuk menyelesaikan masalahnya dan tidak memperhatikan sekelilingnya. Wanita kemudian merasa ada yang tidak beres dengan pria tersebut, dia kok jadi kurang perhatian ya. Padahal, bukannya tidak perhatian, pria cuma butuh waktu sendiri. Ketidakpahaman atas kebutuhan pasangan yang membuat hubungan mereka menjadi renggang.

Kuncinya adalah berusaha saling memahami satu sama lain. Ketika wanita sedang menceritakan masalahnya, pria cukup mendengarkan saja dan hanya menawarkan solusi ketika diminta. Sebaliknya, ketika pria sedang mengalami masalah dan ingin menyendiri, wanita juga memahami kalau itu adalah proses berpikir pria dan bukan berarti pria tersebut tidak sayang lagi sama dia.

Pria dan wanita dengan bahasa yang berbeda
Sumber foto: howtogettheguy.com

Pria dan wanita dengan bahasa yang berbeda

Pria dan wanita berbicara dengan bahasa yang berbeda. Contohnya, ketika si wanita bilang,”Kita udah gak pernah pergi keluar lagi ya.” Hal ini bukan berarti sama sekali gak pernah. Pria mengartikan kalimat itu seperti apa adanya. Padahal, yang dimaksud wanita adalah,”Saya kangen jalan bareng lagi sama kamu.” Kegagalan seseorang dalam memahami pasangannya akan berujung pada kesalahpahaman dan pertengkaran. 

Di waktu lain, pria sedang ada masalah dalam pekerjaannya. Si wanita kemudian bertanya, kenapa? Pria lalu menjawab, tidak apa-apa. Si wanita sadar ada yang tidak beres dan berusaha bertanya terus ”kamu kenapa sih?”. Akhirnya, bukannya cerita, pria jadi marah. Ketika pria bilang gak apa-apa, artinya dia butuh waktu sendiri untuk menyelesaikan masalahnya dan akan ada waktunya bagi pria untuk cerita masalahnya kepada wanita. Ada ego dalam diri pria tersebut untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dulu. Hal ini jika tidak dipahami apa alasannya, malah berujung pada pertengkaran.

Pria dan wanita ketika jatuh cinta
Sumber foto: the-relationship-coach.com

Pria dan wanita ketika jatuh cinta

Ketika pria jatuh cinta, dia pasti akan berusaha untuk mendekati si wanita, dan akhirnya mereka pacaran. Nah, ketika mereka sudah pacaran, pria kok jadi gak perhatian lagi ya kayak jaman PDKT dulu? Sikap pria itu membuat wanita jadi merasa tersakiti dan bingung kok dia berubah ya? Padahal, ini merupakan siklus yang wajar, John menyebutnya teori gelang karet. Maksudnya adalah, ketika pria sudah berhasil mendekati wanita, dia sudah merasa nyaman dan di saat itulah dia kembali membutuhkan waktunya sendiri seperti pas jomblo dulu. Siklus ini akan berulang, pria pasti akan kembali lagi. Tapi, ketika wanita berusaha untuk menarik pria itu dengan bersikap posesif, pria malah jadi kesal.

John mengatakan perasaan wanita seperti teori ombak. Ketika wanita sedang sedih, pria harus berusaha memahaminya dan jangan menyepelekan perasaan wanita. Di saat itu, wanita hanya ingin didengar, dan ketika dia didengar, dia menyadari kalau pria memahaminya dan itulah yang membuat cintanya semakin kuat.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.