3 Tips Bikin Hidup jadi Produktif

The Productivity Project

Produktivitas tidak ditentukan dari seberapa sibuk kamu setiap hari, tapi dari seberapa banyak yang kamu hasilkan dalam sehari. Temukan keseimbangan antara waktu, atensi, dan energi untuk menghasilkan produktivitas yang luar biasa.

Kali ini saya akan membahas buku The Productivity Project karya Chris Bailey. Buku ini membahas pengalaman Chris menjadi kelinci percobaan untuk eksperimen produktivitas. Setelah lulus kuliah, Chris menghabiskan setahun hidupnya untuk melakukan riset produktivitas dan mengabadikannya dalam blognya sendiri. Dia telah menjalani beberapa eksperimen seperti tidak tidur atau sedikit tidur dalam beberapa minggu, tidak mengkonsumsi kafein dan gula, hidup dengan total isolasi selama 10 hari, hingga hanya menggunakan smartphone sejam sehari dalam tiga bulan. 

Saya merangkumnya menjadi tiga poin menarik dari buku ini:

waktu, atensi, energi
Sumber foto: pardot.com

Waktu, atensi, dan energi

Untuk bisa produktif, kamu harus bisa menemukan keseimbangan antara waktu, atensi, dan energi. Umumnya, banyak orang salah kaprah kalau produktivitas hanya soal manajemen waktu. Padahal itu hanya satu dari tiga area yang harus kamu miliki. Kamu bisa punya waktu yang cukup, fokus yang kuat, tapi kalau kamu dalam kondisi lelah, produktivitas kamu akan menurun. Chris melakukan eksperimen dengan bekerja dalam waktu yang panjang yaitu 90 jam dalam seminggu atau setara dengan 18 jam per hari, jika kamu bekerja 5 hari dalam seminggu. Walaupun waktu kerjanya lebih panjang, tapi dia hanya menyelesaikan tugas sedikit lebih banyak dibandingkan dengan bekerja 24 jam dalam seminggu atau setara dengan 4-5 jam dalam sehari. Hal ini disebabkan bekerja dalam waktu yang lebih panjang, membuat dia kesulitan untuk fokus dan tubuhnya menjadi sangat lelah, akibatnya stress levelnya meningkat dan energinya turun.

Produktivitas juga tidak bicara soal jadi sibuk. Ketika seseorang bilang gak punya waktu. Artinya, kegiatan itu tidak cukup penting atau menarik dibandingkan yang mereka kerjakan sekarang. Setiap orang punya 24 jam sehari dan bisa memilih bagaimana menghabiskan 24 jam tersebut. Menurut Chris, sibuk tidak ada bedanya dengan malas jika kamu tidak menghasilkan sesuatu. Produktivitas adalah soal berapa banyak yang kamu hasilkan. Ketika kamu merasa kalau kamu produktif, coba lihat berapa banyak yang kamu hasilkan. Apabila sedikit, kamu mungkin hanya sibuk dan perhatikan apakah kamu telah menyeimbangkan antara  waktu, atensi, dan energi?

susun tugas
Sumber foto: iranea.org

Susun tugas berdasarkan prioritas

Untuk tugas yang sangat penting, kamu harus mengalokasikan waktu, atensi, dan energi paling besar disana. Biasanya setiap orang punya waktu produktifnya sendiri atau dikenal dengan biological prime time. Ini adalah waktu dimana seseorang punya energi yang sangat tinggi dan paling produktif. Ada orang yang waktu produktifnya di pagi hari atau dikenal dengan early birds atau bisa juga di malam hari atau dikenal dengan night owl, atau bukan juga di keduanya. Chris punya waktu produktifnya sendiri yaitu jam 10 pagi hingga siang dan jam 5 sore hingga jam 8 malam. Gunakan waktu produktif kamu untuk menyelesaikan tugas yang penting. Sedangkan, untuk tugas yang kurang penting seperti membalas email dan whatsapp, taruh di waktu yang lain. 

Apabila memungkinkan, kamu delegasikan tugas yang kurang penting. Tentu saja ada biayanya. Tapi, dengan begitu, kamu akan punya waktu untuk mengerjakan hal yang paling penting. Chris juga menjelaskan ada tugas lain di luar pekerjaan, walaupun tidak menghasilkan uang, tapi perlu dilakukan. Chris mengkategorikan hal ini sebagai maintenance day. Jadi di satu hari itu, Chris akan mencuci baju, membersihkan rumah, memasak, dan sebagainya. Walaupun bisa dikerjakan oleh orang lain, tapi hal ini dapat memberikan kamu kepuasan tersendiri kalau kamu berhasil menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus. 

Produktivitas dan kebahagiaan
Sumber foto: fortune.com

Produktivitas dan kebahagiaan 

Orang yang bahagia adalah orang yang produktif. Kamu bisa memberikan reward setiap kali kamu berhasil menyelesaikan sebuah tugas. Misalnya, setelah kamu menyelesaikan sebuah proyek yang besar, kamu bisa membelikan dirimu sebuah hadiah atau makan malam mewah. Hubungan produktivitas dan kebahagiaan itu seperti sebuah lingkaran, ketika produktivitas meningkat, begitu juga dengan kebahagiaan. Hal yang sama berlaku juga sebaliknya. Luangkan waktu untuk kebahagiaanmu dan perawatan diri, dua hal itu akan berdampak besar pada produktivitasmu.

Tidur merupakan elemen penting dalam hal merawat diri. Hampir separuh penduduk Amerika Serikat mengalami kesulitan tidur. Untuk menjaga energy level kita dalam keadaan baik, kita membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur. Setiap jam tidur yang hilang akan berdampak pada dua hingga tiga jam produktivitas yang hilang. Chris memberikan tips agar kamu bisa tidur yang cukup yaitu dengan melakukan ritual malam. Pergilah tidur di jam yang sama setiap hari, jadikan ini sebuah rutinitas. Matikan semua perangkat komunikasi beberapa jam sebelum tidur, karena cahaya biru dari alat elektronik dapat membuatmu sulit tidur.

Untuk versi animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.