Mengintip Masa Depan Umat Manusia

Homo Deus

Alasan terbaik dalam belajar sejarah bukan untuk memprediksi masa depan, tapi untuk membebaskan dirimu dari beban masa lalu dan mengimajinasikan alternatif kehidupan di masa depan. Dalam kurun waktu 100 tahun, manusia telah memiliki kemampuan untuk mencipta.

Kali ini saya akan membahas buku Homo Deus karya Yuval Noah Harari. Buku ini berbicara soal masa depan umat manusia di abad ke-21. Jika dulu kita sibuk berpikir bagaimana caranya bertahan hidup, kini kita mencari cara untuk memberikan kehidupan pada sesuatu yang awalnya tidak hidup seperti artificial intelligence dan genetic engineering. Ini adalah kondisi yang cukup unik. Yuval juga memberikan fakta yang menarik. Saat ini, jumlah orang yang meninggal karena terlalu banyak makan lebih besar daripada yang kelaparan. Jumlah orang yang meninggal karena bunuh diri lebih banyak daripada perang. Jumlah orang yang meninggal karena usia tua lebih banyak daripada penyakit menular. Ini adalah fase berikutnya dari evolusi dan buku ini memberikan gambaran tentang mimpi indah dan mimpi buruk yang membentuk abad ke-21.

Saya merangkum menjadi tiga hal menarik dari buku ini.

Earth nowadays
Sumber foto: Medium.com

Realita dunia saat ini

Selama 100 tahun ke belakang, kematian yang disebabkan karena kelaparan, perang, dan penyakit menular semakin menurun. Sebagai perbandingan, saat Spanish Flu mewabah pada tahun 1918, tingkat kematiannya mencapai sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dan Coronavirus sekarang tingkat kematiannya sekitar 400 ribu orang di seluruh dunia. Ini menandakan dalam kurun waktu 100 tahun, kemajuan teknologi dan dunia medis semakin baik. Contoh lain adalah ketika bicara soal perang. Dari jaman batu, manusia telah berperang untuk memperebutkan wilayah. Tapi, semakin modern peradaban, kematian akibat perang semakin menurun walaupun senjata yang diciptakan semakin canggih. Di era agrikultur, perang mengakibatkan 15% dari total kematian yang ada. Pada era abad ke-20, kekerasan mengakibatkan 5% dari total kematian. Bahkan di tahun 2012, 620 ribu orang meninggal karena kekerasan, tapi 1,5 juta orang meninggal karena diabetes. Di era sekarang, gula lebih berbahaya daripada senjata api.

Hubungan antara manusia dan hewan juga banyak berubah. Yuval mengibaratkan manusia sekarang sudah setingkat dewa dan bisa memilih hewan mana yang hidup dan meninggal. Manusia bisa memilih hewan mana yang dipelihara dan dibiarkan hidup di alam bebas. Ada 200 ribu serigala yang masih hidup bebas di alam liar, tapi lebih dari 400 juta anjing dijadikan hewan peliharaan. Ada 40 ribu singa yang hidup di alam liar, tapi lebih dari 600 juta kucing dijadikan hewan peliharaan. Fakta yang dijabarkan oleh Yuval mengingatkan kembali hubungan kita dengan hewan. 

bionic arm
Sumber foto: bionicsforeveryone.com

Teknologi meningkatkan hidup manusia

Harga untuk meningkatkan kapasitas hidup manusia akan sangat mahal dan hanya tersedia bagi segelintir orang saja. Selain itu, jumlah pekerjaan yang tersedia akan jauh berkurang karena digantikan dengan teknologi yang lebih efisien dan efektif. Di bidang kesehatan, manusia juga telah menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidupnya melalui bionic engineering, genetic engineering, dan artificial intelligence. Dalam bidang bionic engineering, kita bisa menggunakan organ buatan untuk mengganti bagian tubuh yang hilang misalnya tangan, kaki, hingga jantung. Saat ini, dokter bisa melakukan operasi jarak jauh, contohnya begini dokter di Amerika bisa melakukan operasi di Tokyo. Ini mungkin terdengar seperti kisah fiksi, tapi ini merupakan kenyataan. 

Di masa depan, teknologi memiliki peran besar dalam membantu manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kita tidak akan pernah tahu kemajuan teknologi seperti apa yang kita miliki di akhir abad ke-21. Tentu saja, tidak semua orang bisa menikmati kemajuan teknologi ini. Bukan cuma biayanya saja yang mahal, akses untuk menikmati teknologi ini juga tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Jika, abad ke-20, kita fokus untuk mengobati yang sakit. Di abad ke-21, kita akan fokus untuk meningkatkan kesehatan. 

algorithm
Sumber foto: sec-ed.co.uk

Algoritma dan Manusia

Data akan menjadi fokus utama dunia di masa depan. Penggunaan data dan algoritma akan membantu manusia dalam menjalani kehidupannya. Algoritma mengenal kita jauh lebih baik daripada kita mengenal diri kita sendiri. Bahkan, saat ini, kita percaya pada apa yang dikatakan oleh algoritma kepada kita. Misalnya yang terjadi pada wearable device yang memonitor detak jantung atau peta online seperti Google Maps dan Waze. Algoritma akan membantu manusia untuk menghindari pengambilan keputusan yang buruk. Lebih luasnya lagi, algoritma bisa memberikan kita informasi soal pasangan yang cocok, buku apa yang harus kita baca berikutnya, dan hal apa yang mungkin kita suka. Sedikit demi sedikit, kita telah memberikan kemampuan decision-making kepada algoritma. 

Kemampuan algoritma juga semakin canggih hingga terbentuknya kecerdasan buatan atau dikenal dengan AI. Kemampuan spesifik dari AI dapat menggantikan pekerjaan manusia, contohnya seperti pengembangan self-driving car yang bisa mengancam pekerjaan para supir mulai dari supir taksi hingga supir truk. Kehebatan AI yang tidak dimiliki oleh manusia adalah tidak adanya perasaan atau emosi sehingga AI bisa fokus dalam menjalankan tugasnya. Mungkin tidak dalam waktu dekat, ada AI yang memiliki banyak kemampuan sekaligus, tapi perlahan-lahan kecerdasannya akan semakin bertambah hingga mampu melebihi kemampuan manusia.

Untuk versi animasinya, bisa ditonton di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.