Gaya Hidup Miliarder yang Tidak Banyak Orang Tahu

The Millionaire Next Door

Membangun kekayaan bukanlah kerja semalam, tapi membutuhkan kebiasaan baik soal keuangan selama bertahun-tahun. Orang kaya tidak dilihat dari gaya hidupnya yang mewah, tapi dari kekayaan bersihnya yang signifikan berasal dari pengelolaan keuangan yang baik.

Kali ini saya akan membahas buku The Millionaire Next Door karya Thomas J. Stanley. Banyak orang bermimpi menjadi miliarder dan hidup mewah, tapi ada fakta menarik soal bagaimana mayoritas gaya hidup orang kaya dan cara mereka membangun kekayaannya berdasarkan riset yang dilakukan selama 20 tahun. Di buku ini, Stanley membahas kalau menjadi miliarder sebenarnya bukan rocket science, yang penting adalah perencanaan keuangan yang baik, hidup secukupnya, dan hindari kesalahan-kesalahan yang bikin susah diri di kemudian hari. Stanley mendefinisikan orang kaya bukan dari gaya hidupnya yang mewah, tapi orang dengan kekayaan bersih mencapai setidaknya 1 juta dolar pada tahun 1990-an. Menariknya, cara mereka membangun kekayaan bukan dalam semalam seperti yang kita bayangkan, tapi butuh waktu panjang selama bertahun-tahun.

Saya merangkumnya menjadi tiga poin penting dari buku ini:

Hidup secukupnya
Sumber foto: learnrelaxationtechniques.com

Hidup secukupnya

Orang yang memiliki pendapatan besar belum tentu kaya. Kebanyakan dari mereka gagal dalam mengakumulasikan kekayaan yang mereka miliki. Mereka hidup dengan gaya hidup mewah dan langsung menghabiskan sebagian besar uang mereka. Dalam mengakumulasikan kekayaan, ada dua strategi: memperbesar pendapatan dan mengurangi pengeluaran. Menariknya, buku ini menekankan keseimbangan dari dua strategi itu. Setiap fase ekonomi setiap orang memiliki pendekatan strategi yang berbeda. Bagi orang yang berpendapatan tinggi, mereka harus bisa mengatur pengeluaran dengan baik. Bagi orang yang berpendapatan rendah, mereka harus mencari cara untuk mencari sumber pendapatan baru. 

Bagi orang kaya, kebebasan finansial lebih penting daripada status sebagai orang kaya. Ini adalah prinsip yang dianut oleh orang yang beneran kaya. Kebanyakan miliarder fokus merencanakan keuangan dengan bijak daripada membeli supercar dan rumah mewah. Bukan berarti mereka tidak beli barang mahal, mereka membeli karena kualitas, bukan supaya dicap sebagai orang kaya. Bahayanya, banyak orang yang terlihat kaya tapi berusaha mati-matian untuk membayar cicilan yang menggunung setiap bulannya. Ketika ada krisis keuangan, orang kaya beneran pasti sanggup melewatinya, karena gaya hidupnya yang cukup, sedangkan orang yang terlihat kaya, pasti sangat stress karena harus bayar cicilan yang menumpuk.

Jangan bergantung pada orang tua
sumber foto: wisemushroom.org

Jangan bergantung pada orang tua

Umumnya, orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk anaknya hingga mereka punya standar hidup sendiri. Namun, ketika anak itu beranjak dewasa dan mulai bekerja atau berusaha, mereka terperangkap dengan gaya hidupnya yang tinggi. Hasilnya, banyak dari mereka kesulitan menabung, karena pendapatan yang mereka hasilkan tidak cukup untuk memenuhi gaya hidup mereka. Tentu saja, ini bisa jadi bumerang buat anak itu sendiri ketika mereka kesulitan untuk menurunkan gaya hidupnya yang sudah terbentuk sejak kecil.

Melihat kondisi seperti ini, orang tuanya mungkin gak tega. Walaupun anaknya sudah bekerja atau berusaha, tapi orang tuanya masih menyokong hidup mereka. Jika tidak dipaksa untuk mandiri, anak mereka tidak akan memiliki pola pikir yang sama seperti orang tuanya dulu ketika membangun kekayaan. Stanley memberikan contoh Paul dan Peter. Paul dan Peter adalah anak dari miliarder. Ketika dewasa, Paul memutuskan untuk menjadi pengusaha, tinggal jauh dari orang tuanya, dan menolak dukungan finansial dari orang tuanya. Sedangkan, Peter balik tinggal ke rumah orang tuanya setelah lulus kuliah, karena dia gak mau kerja kantoran. Hasilnya, semua kebutuhan Peter disokong oleh orang tuanya. Setelah kematian orang tuanya, tidak aneh kalau Peter sangat bergantung pada harta warisan orang tuanya, sedangkan Paul tidak.

Investasi di bidang yang kamu tahu
Sumber foto: financialexpress.com

Investasi di bidang yang kamu tahu

Miliarder tahu cara menginvestasikan uang dengan tepat. Walaupun mereka hidup dengan secukupnya, tapi harga bukan masalah ketika mereka berinvestasi, mempekerjakan konsultan pajak, dan asuransi kesehatan. Stanley memberikan contoh dari Mr. South. Dia tidak membeli mobil mewah karena dia tidak tinggal di lingkungan super kaya. Membeli mobil mewah hanya akan menarik perhatian orang sekitarnya dan itu bukan hal yang baik. Melainkan, dia rela membayar mahal untuk perawatan gigi cucunya karena tahu itu adalah hal yang penting.

Bukan cuma soal kehidupan personal, miliarder juga investasi di bisnis yang mereka tahu. Setiap orang pasti punya minimal satu area yang sangat dikuasai, jadi gunakan pengetahuan ini untuk menghasilkan uang lagi. Saya jadi ingat waktu saya pertama kali belajar soal teknik fundamental saham. Ketika saya ikut pelatihannya, saya selalu ditekankan untuk pahami industrinya, paham cara bagaimana industri tersebut menghasilkan uang, apa saja pengeluaran terbesarnya, apa saja resiko bisnisnya. Intinya adalah sebelum berinvestasi dengan uang, kita harus investasikan dulu ke diri kita untuk menambah pengetahuan.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.