Belajar Hal Baru hanya dengan 20 Jam Pertama

Tidak ada alasan terlalu tua untuk belajar hal baru. Dengan strategi yang tepat, kamu mampu menguasai hal dasar hanya dengan 20 jam pertama. Tentunya, harus didukung oleh dedikasi waktu dan komitmen untuk berkonsentrasi penuh saat latihan.

Kali ini saya akan membahas buku The First 20 Hours karya Josh Kaufman. Buku ini membahas kalau kita bisa menguasai hal dasar dari keahlian baru hanya dalam waktu 20 jam pertama. Semua orang pada dasarnya punya banyak keinginan, misalnya ingin belajar bahasa baru, alat musik, fotografi, menulis, dan sebagainya. Tapi, di dunia yang serba sibuk seperti sekarang, apakah kita punya waktu? Bukan cuma soal waktu, belajar hal baru adalah hal yang cukup sulit karena kita memulai semuanya dari nol. Josh membagi pengalamannya belajar banyak hal baru mulai dari yoga, programming, ukulele, hingga windsurfing.

Saya merangkumnya menjadi tiga poin penting dari buku ini:

hal yang disuka
Sumber foto: weheartit.com

Pilih hal yang kamu suka

Banyak orang sebenarnya ingin belajar banyak hal, bukan hanya ingin menjadi pro tapi cukup mengetahui dasar-dasarnya saja. Kalau banyak riset yang bilang, kamu butuh 10.000 jam untuk bisa menguasai sesuatu, Josh memberikan perspektif baru untuk menjadi jack of all trades, artinya punya banyak keahlian dasar di banyak hal. Langkah awal yang paling penting adalah pilih project atau hal yang kamu suka. Misalnya, kamu lagi suka bikin kue, arahkan energi kamu untuk mulai bikin kue. Dengan memilih hal yang kamu suka, maka kamu akan jauh lebih mudah menguasai hal-hal dasarnya.

Josh memberikan contoh soal memilih hal yang disukai. Pada dasarnya, pemilihan yang disukai sangat individual sekali. Sebagai contoh, Josh tertarik untuk belajar berbicara dan menulis dalam bahasa Mandarin. Tapi, saat itu belum ada dorongan yang kuat dan Josh masih sibuk dengan hal lain yang lebih menarik. Akhirnya, pilihan dia jatuh pada belajar permainan Go, permainan papan strategi kuno yang berasal dari Tiongkok. 

langkah kecil untuk memulai
Sumber foto: firstavenuewealth.com.au

Lakukan langkah terkecil untuk memulai

Langkah awal saat mulai belajar hal baru adalah melalui riset tentang keahlian itu dulu, apa keahlian pendukung yang perlu kita miliki agar kita bisa menguasai dasar-dasar dari hal tersebut. Setiap keahlian baru biasanya mengalami kemajuan signifikan di awal latihan. Ketika kita bagi suatu hal baru menjadi langkah-langkah kecil, itu adalah strategi untuk mempercepat level pemahaman kita hingga akhirnya kita mampu menguasai hal-hal dasar dari keahlian baru. Josh mempraktekkan cara ini dengan menguasai 6 hal baru dan mampu menghasilkan hasil yang cukup baik.

Sebagai contoh, ketika Josh baru belajar yoga, ada banyak komponen kecil yang harus dipelajari, mulai dari membeli perlengkapan yoga seperti matras, belajar dengan instruktur yoga, berlatih pose dasar yoga, memperhatikan nafas, hingga akhirnya dia mampu menghafal semua pose dasar yoga dan mempratekkannya.

Sisihkan waktu untuk memulai
Sumber foto: nationalpost.com

Sisihkan waktu untuk latihan

Untuk belajar hal baru, kita butuh konsentrasi penuh dan waktu yang memang didedikasikan untuk belajar hal baru. Waktu yang kamu butuhkan untuk menguasai hal baru ditentukan dari seberapa fokus kita dalam belajar. Pikiran kita itu ibarat seperti otot, semakin sering digunakan, maka kemampuannya semakin berkembang. Hal paling mudah yaitu hilangkan semua gangguan, baik secara fisik dan mental. Josh memberikan contoh ketika dia mulai belajar windsurfing. Awalnya, Josh cukup takut karena olahraga ini cukup berisiko seperti tenggelam atau hipotermia. Ini merupakan rintangan Josh dalam belajar windsurfing. Untuk bisa keluar dari rintangan tersebut, Josh berusaha membuat dirinya familiar dengan resiko tersebut dan tahu apa yang harus dilakukan saat keadaan darurat. Hasilnya, Josh memutuskan tidak akan berlatih windsurfing sendirian dan membeli baju selam yang temperaturnya cocok untuk laut rendah. Itu adalah cara Josh melewati rintangan mentalnya.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah masukan yang konstruktif. Saat 20 jam pertama, kita harus banyak menerima masukan dan berlatih untuk memperbaikinya. Kita juga harus sadar bahwa kita adalah pemula, jadi jangan memaksakan diri harus jadi seorang yang ahli, apalagi di awal-awal latihan. Kembali lagi ke kisah Josh saat windsurfing, Josh banyak mengalami kesulitan di awal-awal latihan. Mulai dari kehilangan kacamatanya, keminum air, hingga jatuh ke air terus menerus. Jika Josh berharap dia bakal jadi ahli di awal-awal latihan, pasti dia akan mudah menyerah karena hasilnya tidak sesuai. Namun, Josh menyadari bahwa dirinya merupakan pemula dan ini adalah bagian dari proses pembelajaran.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.