Orang Sukses Berpikir Besar

 

The Magic of Thinking Big

Jika kamu percaya kamu bisa sukses, maka kamu akan sukses. Kamu lebih baik daripada setiap pikiran negatif yang muncul di pikiranmu. Buatlah tujuan kemana kamu mau berada satu tahun, lima tahun, bahkan 10 tahun ke depan.

Kali ini saya akan membahas buku The Magic of Thinking Big karya David Joseph Schwartz. Buku ini ditulis pada tahun 1959. Walaupun ini buku klasik, tapi beberapa dasar pemikiran buku ini masih relevan sampai sekarang. Berpikir besar itu artinya kita tidak membatasi diri kita dan terbuka atas segala kemungkinan dalam hidup. Kebiasaan berpikir ini yang membedakan apakah seseorang bisa sukses atau tidak. Kamu tidak perlu bakat lahir atau jadi orang pintar banget untuk bisa sukses, tapi kamu perlu belajar dan memahami kebiasaan berpikir dan perilaku yang bisa membantumu meraih kesuksesan. Mungkin ketika kita bilang apa mimpi atau cita-cita yang ingin kita raih, banyak orang yang mencibir dan mereka pikir kita sedang bermimpi di siang bolong. Padahal, untuk bisa meraih hal besar, kita harus berani bermimpi besar. 

Saya merangkumnya menjadi tiga poin menarik dari buku ini:

Sumber foto: istockphoto.com

Percaya pada dirimu sendiri

Kesuksesanmu ditentukan oleh pikiranmu sendiri. Hambatan paling besar untuk mencapai kesuksesan adalah pikiran kita sendiri. Jika kamu gak percaya kalau kamu bisa meraih sesuatu, maka hal itu akan sulit kamu raih. Biasakan untuk percaya pada kemampuan dirimu sendiri dan mulailah untuk berkata,”Saya bisa!” Ketika ada kesempatan, selalu katakan “Saya bisa!”. Ketika kita terbiasa bilang, “Saya bisa!” Otak kita akan berusaha mencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Tapi, ketika kita bilang tidak bisa atau saya tidak mampu, otak kita akan berhenti mencari solusi. 

Musuh terbesar saat kita membangun kepercayaan diri adalah rasa takut. Rasa takut inilah yang menghambat kamu untuk mencapai tujuan yang kamu mau dalam hidup. David memberikan beberapa contoh untuk mengalahkan rasa takut. Takut kehilangan konsumen, kasih pelayanan dua kali lebih baik. Takut gagal ujian, ubah waktu yang kamu habiskan untuk cemas menjadi waktu belajar. Takut terjadi hal buruk di luar kendali, fokus hanya pada hal yang bisa kamu lakukan. Ingat, kamu jauh lebih baik daripada setiap pikiran buruk yang kamu kasih untuk dirimu sendiri. 

cari alasan
Sumber foto: freepik.com

Jangan suka cari alasan!

Semakin sukses seseorang, semakin sedikit alasan yang dia buat. Orang sukses tidak cari alasan, karena mereka sibuk cari solusi, bukan pembenaran atas kegagalan mereka. Banyak orang berusaha mencari-cari alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Contohnya seperti ini, ah saya kan kurang pinter, gak bisa lah saya bisa jadi orang sukses. Jangan merendahkan dirimu sendiri. Yang penting bukan seberapa pintar kamu, tapi bagaimana kamu bisa menggunakan semaksimal mungkin apa yang kamu punya sekarang. 

Contoh alasan yang umum adalah soal umur. Misalnya, saya terlalu tua untuk mulai usaha. Atau, harusnya saya mulai ini 10 tahun lalu. Daripada sibuk membuat alasan, bagaimana kalau kita coba perspektif baru? Saya mau mulai sekarang dan tahun-tahun terbaik saya akan segera datang. Itu adalah cara pikir orang sukses.

target
Sumber foto: bernardmarr.com

Pasang target untuk bertumbuh

Terlalu banyak orang menunggu waktu terbaik untuk melakukan sesuatu. Kenyataannya, tidak ada kondisi yang sempurna, maka itu berhenti menunggu, dan mulai untuk lakukan sesuatu. Ide hanya akan jadi ide apabila tidak dijalankan. Target atau tujuan sangatlah penting. Tujuan akan menjadi kompas untuk menentukan kamu mau kemana tahun depan, lima tahun lagi, dan 10 tahun lagi. Tulis apa yang kamu capai dalam hidup, jadikan ini sebagai dorongan kamu untuk melangkah. David juga merekomendasikan kamu untuk membagi tujuan menjadi langkah-langkah kecil. Hal ini penting supaya kamu tahu kemana harus melangkah. Tujuan yang besar adalah kumpulan keberhasilan tujuan-tujuan kecil.

Mungkin ketika kamu berpikir besar, ada kalanya kamu mulai pelan-pelan lupa atas tujuan besar yang telah kamu buat. Atau di tengah perjalanan, ada hal berat sehingga kamu berpikir untuk mengecilkan tujuan besar kamu. Ketika kamu melakukan hal itu, kamu kalah. Tetaplah mencoba berpikir besar walaupun lingkungan di sekitarmu tidak mendukung. Jika kamu memang berkeyakinan untuk tumbuh, kamu harus siap apabila ada penolakan dari sekitarmu. Ingat, apabila ada orang yang tidak ingin kamu menjadi versi terbaik dari dirimu, mereka bukanlah orang yang baik untukmu.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.