3 Cara Buat Jadi Ahli

Untuk menjadi seorang yang ahli, kamu perlu menemukan panggilan jiwamu, menemukan mentor yang tepat, dan percaya prosesnya. Perjalanan panjang ini membutuhkan rasa penasaran yang tinggi, menantang status quo, dan eksperimen terus menerus.

Kali ini saya akan membahas buku Mastery karya Robert Greene. Buku ini membahas tentang langkah untuk menjadi ahli di suatu bidang. Robert juga banyak membahas beberapa kisah para ahli seperti Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Charles Darwin, dan tokoh besar lainnya. Robert menggunakan kesamaan dari kisah para ahli tersebut untuk menjelaskan beberapa poin penting dalam bukunya. Tentu saja, jalan menuju seorang ahli tidaklah mudah. Sama seperti perjalanan Robert dalam menjadi penulis buku butuh waktu 20 tahun hingga dia berhasil menerbitkan buku pertamanya dan menjadi best seller veri New York Times.

Saya merangkum tiga poin penting dari buku ini:

Sumber foto: uniaradhana.com

Dengarkan panggilan jiwamu

Setiap orang pasti punya suara kecil atau perasaan yang mengarahkan kamu melakukan sesuatu dalam hidup. Ketika kita kecil, suara ini mungkin terdengar lebih jelas dan memicu rasa penasaran kita untuk mengulik hal yang kita sukai, misal seperti saya mau jadi pelukis! Atau saya mau jadi pianis! Tapi semakin kita dewasa, suara ini makin lama makin kecil. Kita mulai lebih sering mendengar suara dari luar diri, dari lingkungan kita seperti dari orang tua, rekan sebaya, atau dari orang yang lebih dewasa. Hingga di suatu titik dalam hidup, kamu merasa kurang terhubung dengan dirimu sendiri. Langkah awal untuk menjadi seorang yang ahli adalah menemukan kembali panggilan jiwa atau suara kecil yang semakin redup. Dan, tidak ada kata terlambat untuk memulai.

Robert menceritakan kisah tahun-tahun awal Leonardo Da Vinci. Kita akan melihat bagaimana seseorang yang terhubung dengan panggilan jiwanya bekerja hingga menjadi ahli di bidangnya. Suatu hari, Leonardo diminta untuk menggambar malaikat di salah satu proyek yang digarap oleh Verrochio. Ketika menggambar sayap dari malaikat tersebut, Leonardo pergi ke pasar dan membeli sejumlah burung. Dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengamati bagaimana sayap burung itu bekerja, sehingga dia mampu menghasilkan sebuah lukisan seorang malaikat yang sangat realistis. Ini adalah cara kerja seorang yang ahli, selalu berusaha mengulik sesuatu hingga dia bisa menghasilkan sebuah karya terbaik.

Sumber foto: Shutterstock.com

Cari mentor yang tepat

Ketika kita sudah tahu apa yang kita mau dan mulai melangkah menjadi seorang ahli, awalnya memang berat. Oleh karena itu, Robert menyarankan kita untuk fokus mencari mentor yang tepat. Saya jadi ingat apa yang dikatakan oleh Jack Ma. Ketika kamu berusia 20-30 tahun, pergilah ke perusahaan kecil. Disana kamu akan belajar soal passion. Belajar soal mimpi. Dan belajar untuk melakukan banyak hal di satu waktu yang bersamaan. Jadi, di saat itu, fokusnya bukan mencari perusahaan, tapi mencari mentor yang tepat. Saat kamu berusia 30-40 tahun, kamu harus berpikir lebih jernih dan bekerja bagi dirimu sendiri apabila kamu ingin menjadi wirausaha.”

Jika kamu sudah menemukan mentor yang tepat, itu baru langkah awal. Selanjutnya, kamu harus percaya pada prosesnya. Inilah sebabnya, panggilan jiwa itu penting, karena jika kita sudah punya dorongan yang kuat, kita akan lebih mudah percaya pada prosesnya. Tentu saja, proses itu membutuhkan waktu, dan kebanyakan orang tidak sabar dan berusaha mempercepat prosesnya. Alih-alih sukses, hasilnya malah mereka tidak dapat apa-apa. 

Sumber foto: Shutterstock.com

Kembangkan dimensional mind

Robert mengatakan kalau kita punya dua tipe pikiran, Original Mind dan Conventional Mind. Original mind itu adalah kondisi pikiran saat baru mulai belajar hal baru. Ibaratnya, pikiran kita seperti anak bayi yang baru belajar berjalan atau bicara. Di kondisi ini, kita memiliki tingkat penasaran yang tinggi dan akan menyerap semua informasi yang relevan. Sedangkan, Conventional Mind adalah kondisi pikiran dimana kita berpegang pada informasi atau pengetahuan yang sebelumnya pernah kita pelajari dan menolak untuk bereksperimen lagi karena terlalu nyaman dengan kondisi saat ini.

Kebanyakan orang berhenti di conventional mind sehingga kondisi pikirannya tidak bisa bertumbuh ke dimensional mind. Disini, kondisi pikirannya berkembang dan berusaha menantang status quo. Cara ini akan membangkitkan kreativitas dan membuat kita melihat suatu masalah dari berbagai aspek, untuk terus bertumbuh dan berkembang.

Untuk versi animasinya bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.