Mungkin Kamu Perlu Bicarakan Masalahmu

Ketika kita butuh teman bicara atau terapis dalam hal ini, mungkin masalah yang kita bicarakan bukan masalah yang sebenarnya. Menghubungkan kembali interaksi sosial yang hilang, mencari tujuan atau makna penting bagi hidup kita, dan kebebasan adalah cara terbaik untuk pulih dan memiliki kesehatan mental yang baik.

Kali ini saya akan membahas buku Maybe You Should Talk to Someone karya Lori Gottlieb. Buku ini bercerita tentang pengalaman Lori ketika dia menjadi pasien, padahal pekerjaan Lori adalah seorang psikoterapis. Saat itu, Lori putus dengan pacarnya. Jadi, pacarnya menolak untuk menikahi Lori karena dia punya anak. Kejadian ini meninggalkan luka batin yang cukup dalam dan akhirnya Lori mencari pertolongan dari psikoterapis lainnya. Pengalaman Lori menjadi pasien ternyata membuat dia memahami kedua sisi: sisi pasien dan sisi psikoterapis. Ini merupakan pengalaman yang berharga dan sangat membantu Lori saat sesi konseling dengan pasiennya.

Saya merangkumnya menjadi tiga hal menarik dalam buku ini:

Sumber foto: justimagine.aurecongroup.com

Masalah lebih rumit dari yang terlihat

Semua orang bertemu dengan psikoterapis karena punya masalah. Namun, apa yang disampaikan oleh pasien tersebut, biasanya bukan masalah yang sebenarnya. Lori menceritakan John, salah satu pasiennya, yang merupakan penulis naskah di televisi. John mengeluhkan soal insomnia, suka cekcok dengan istrinya, dan tidak merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya. Mungkin kelihatan masalahnya sederhana, John hanya ingin bisa tidur tenang dan bisa curhat ke psikoterapis-nya soal istri dan rekan kerjanya yang buruk. 

Tapi, ternyata tidak segamblang itu, masalah John jauh lebih dalam lagi. Ternyata, setelah digali lebih dalam oleh Lori, masalah John saat ini berkaitan dengan trauma masa lalu yang cukup tragis. Ketika John berusia 6 tahun, ibunya ditabrak mobil dan meninggal dunia. Kemudian, ketika dia dewasa, anak laki-lakinya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil saat berusia 6 tahun.

Trauma masa lalu ini ternyata berdampak pada masalah personal dan emosionalnya, seperti tidak bisa menerima penderitaan masa lalu dan tidak bisa terbuka dengan orang lain. Dua hal ini yang menurut Lori menjadi akar dari masalah yang dihadapi John saat ini.

Sumber foto: psychologyconsultants.com.au

Pemulihan Hubungan Antar Manusia 

Lori menceritakan rasa kesepian yang dialami oleh salah satu pasiennya yang sudah tua bernama Rita. Selama 10 tahun, Rita hidup menyendiri tanpa kontak sosial sebelum dia bertemu dengan Lori. Bahkan, Rita sampai bertekad untuk mengakhiri hidupnya apabila sesi terapinya dengan Lori tidak membuahkan hasil. Dari kasus Rita, Lori belajar bahwa kurangnya hubungan seseorang dengan manusia lain menjadi penyebab paling umum seseorang memutuskan untuk menjalani sesi terapi. Ketika bersama Rita, Lori berusaha untuk membantunya untuk memulai kembali hubungan antar manusia. Hingga akhirnya, Rita memulai untuk pedikur, agar dia bisa akhirnya merasakan kembali sentuhan fisik dengan manusia lain.

sumber foto: gettyimages.com

Rasa Kebebasan sebagai Kunci Penyembuhan

Lori pertama kali bertemu Julie saat dia didiagnosa menderita kanker saat dia kembali dari bulan madu dan berumur 33 tahun. Julie merasa hidupnya terperangkap dengan kondisi yang dialami saat itu, merasa ajalnya semakin dekat. Pelan-pelan Julie mulai menerima keadaan dan merubah hidupnya. Sebelum mendapatkan diagnosa tersebut, Julie merupakan orang yang cukup hati-hati. Namun, kenyataan bahwa mungkin ajalnya semakin dekat, membuat Julie mulai berani mengambil resiko. Julie ikut audisi untuk jadi penyanyi di kotanya. Akhirnya, Julie beralih profesi menjadi kasir di supermarket Trader’s Joe, karena merasa pekerjaan barunya sebagai kasir lebih berhubungan banyak dengan orang lain daripada pekerjaannya sebagai profesor. Kisah Julie mengajarkan kita kalau di situasi paling sulit sekalipun, kita tetap punya kebebasan untuk menentukan hidup kita yang berujung membuat kita lebih sehat secara mental.

Untuk versi animasinya, bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.