Emosi saat ini Mempengaruhi Kebahagiaan Masa Depan

Kebahagiaan kita di masa depan sangat ditentukan dari kondisi emosi kita saat ini. Cara terbaik untuk memprediksi kebahagiaan adalah belajar dari orang yang pernah mengalami kejadian yang sama.

Kali ini saya akan membahas buku Stumbling on Happiness karya Dan Gilbert. Di buku ini, Dan membahas soal bagaimana keunikan manusia yang mampu mengimajinasikan masa depan. Semua ini berkat bagian otak kita yang bernama lobus frontal. Otak kita mampu memprediksi dengan cepat di hampir semua bagian dalam hidup kita. Menariknya, buku ini tidak mengajarkan cara untuk jadi bahagia, tapi buku ini akan meyakinkan kamu bahwa menjadi bahagia itu sulit karena cara pemikiran kita bekerja.

Dan memberikan contoh kalau mata manusia punya blind spots, dimana ada bagian yang tidak bisa dilihat oleh mata. Tapi menariknya, penglihatan normal tidak pernah ada titik hitam besar yang merupakan area dari blind spot tersebut. Hal ini terjadi karena otak kita mengisi kekosongan visual dari blind spot tersebut. Ini berarti apa yang kita lihat di dunia bukan 100% realita, tapi ada juga bagian rekonstruksi dari pikiran kita.

Saya merangkum tiga hal menarik dari buku ini:

Sumber foto: Medium.com

Perasaan saat ini berpengaruh pada cara kita melihat masa depan

Otak kita pada dasarnya lebih peduli soal saat ini daripada di masa depan. Sebenarnya ini merupakan insting naluriah dan sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup sejak jaman dahulu. Jika kita contohkan di masa kini yaitu, kita sulit membayangkan bagaimana rasanya lapar apabila kita sedang dalam kondisi kekenyangan. Contoh lain yaitu, misalnya saat kita berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari, tapi dalam kondisi lapar, kemungkinan kita akan membeli makanan yang tidak perlu. Beda halnya apabila kita sedang dalam kondisi kenyang, kita akan membeli makanan dalam jumlah yang lebih sedikit. 

Bukan cuma soal makanan, kondisi emosional kita saat ini sangat berpengaruh pada masa depan. Makanya, kita sering dengar peribahasa: jangan ambil keputusan penting saat kita marah. Ini merupakan hal yang tepat, karena keputusan yang kita ambil pasti dipengaruhi oleh kondisi emosional kita saat itu. 

Sumber foto: Shutterstock.com

Memori manusia tidak 100% akurat

Seperti awal dibahas kalau pikiran kita selalu mengisi gap yang ada, hal ini membuat kita tidak bisa 100% mempercayai apa yang ada di memori kita. Pada dasarnya, pikiran kita hanya mengingat kejadian aneh atau unik daripada kejadian normal pada biasanya. Misalnya, ketika kita pergi makan malam, kita hanya ingat ketika misalnya di restoran yang biasa kita datangi, ternyata kali ini makanan kita gosong. Kita tidak ingat hal lain yang terjadi di hari itu selain makanan yang gosong. 

Hal lain soal memori adalah soal ingatan kita tentang sesuatu. Seperti misalnya, ingatan kita soal restoran yang menyajikan makanan yang gosong, kita pasti langsung menggeneralisir untuk tidak akan ke restoran itu lagi karena makanan yang dibuat gosong. Padahal, itu hanya satu dari sekian banyak kunjungan kita kesana.

Sumber foto: Shutterstock.com

Kita tidak unik 

Mungkin kita tidak merasa bahwa kita lebih baik, tapi sebagian orang merasa dirinya unik. Seperti misalnya, di saat epidemi COVID-19, mungkin sebagian orang berpikir, ah gak bakal kena lah. Saya berbeda dengan orang lain, saya kan masih muda dan sehat. Padahal, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Kalau kita lihat, banyak loh orang yang masih muda dan sehat, tapi juga bisa kena wabah COVID-19. Kenyataannya, situasi dan hidup kita tidak jauh berbeda dengan orang lain. Tapi, pemikiran kalau kita unik dan berbeda, membuat kita tidak mau belajar dari pengalaman orang lain.

Untuk versi animasinya bisa dilihat di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.